
Braakkk
Ara membuka pintu ruang kerja Fino dengan kasar mengejutkan ketiga orang di dalamnya. Siapa lagi kalo bukan Fino, Lisha dan Riko.
“Kak Fino tolong Ara dari amukan beruang” ucap Ara bersembunyi di balik badan Fino masih dengan tawa cerianya.
Alex memasuki ruangan Fino dengan mata yang tak lepas dari Ara yang kini bersembunyi di balik badan Fino. Alex berdehem menyadari suasana di ruangan itu dimana dirinya menjadi pusat perhatian dan Ara hanya terkikik di balik tubuh Fino yang menjulang tinggi.
Fino pun berdehem dan mempersilakan Alex untuk duduk. Sebenarnya Fino merasa canggung setiap bertemu dengan Alex. Rasa bersalah atas kelakuan sang papa di masa lalu membuat Fino canggung jika berhadapan dengan Alex.
“Oh astagaaa Ara sayang tuuuu” teriak Lisha heboh saat tersadar dan berlari kecil memeluk Ara.
“Kak Lisha Ara kangen” rengek Ara membalas pelukan Lisha.
Sedangkan Fino dan Riko sudah biasa melihat tingkah kedua nya setiap bertemu lebih tepatnya kehebohan si bumil. Berbeda dengan Alex yang sempat terjingkat kaget di tempat duduknya mendengar teriakan istri Fino.
“Ck aku yang kekasihnya saja belum pernah di peluk seperti itu” gumam Riko yang masih di dengar oleh Alex dan Fino.
“Halalkan dulu adik ku baru kau boleh memeluknya” ucap Alex datar mengagetkan Riko.
“Bukankah begitu Fin?” sambung Alex pada Fino.
Alex akan mencoba menjalin hubungan baik dengan Fino. Bagaimana pun Fino tidak ada sangkut paut dengan kejadian di masa lalu. Malah Fino lah yang merawat dan menjaga Ara seperti adik kandungnya sendiri.
“Ah i-iya” ucap Fino tersadar dari lamunan saat Alex berbicara padanya.
“Jangan canggung pada ku yang bersalah di sini pria itu bukan dirimu” ucap Alex menatap Fino.
“Mari kita menjalin pertemanan” tambah Alex bangkit sambil mengulurkan tangannya pada Fino.
Fino semakin terkejut dengan ucapan Alex. Fino tidak menyangka kedamaian yang ia inginkan kini terjadi. Fino bangkit lalu menyambut tangan Alex. Riko pun tersenyum melihat ke dua pria di depannya begitu juga Ara yang kini menangis haru sambil memeluk Lisha dari samping.
“Teman” ucap Fino tersenyum di balas senyum tipis dari Alex.
Ara mendekati Alex dan Fino lalu memeluk kedua kakaknya, begitu juga Lisha yang memeluk Fino dengan haru.
“Ara sayang kalian” rengek Ara membuat ketiga kakaknya mengacak rambut Ara gemas.
“Berantakan” rengek Ara lagi membuat Alex, Fino dan Lisha tertawa.
Sedangkan Riko memasang wajah datar duduk menyilangkan kedua tangannya. Riko merasa terasingkan dan seakan dirinya yang jomblo di ruangan ini.
“Ck kenapa terkesan aku yang jomblo sih di sini” ketus Riko menyadarkan mereka ber empat.
Bukannya mengajak Riko untuk berpelukan atau menjawab ucapan Riko. Mereka berempat lebih puas menertawakan tingkah Riko saat ini.
“Ck menyebalkan” ketus Riko yang menjadi bahan tawaan mereka.
“Ututututu kak Fano jangan sedih ya” canda Ara sambil berjalan mendekati Riko yang bercemberut ria.
“Eeits jaga jarak kalian” ucap Fino menahan Ara.
“Jangan macam-macam” sambung Alex posesif.
“Yups tul” dukung bumil, Lisha.
“Eh kog gitu sih kan kak Fano pacar aku kak” ucap Ara.
“Tunangan sayang” ucap Riko membenarkan.
“Mana ada tunangan? Memang kapan mereka bertunangan di depan kita Lex?” ledek Fino.
“Mereka belum bertunangan meminta restu ku saja belum” sindir Alex.
“Tiga hari lagi kami akan bertunangan secara resmi” balas Riko kesal dengan dua pria yang kini malah kompak.
“Memang kita merestui” ucap Alex dan Fino bersamaan.
Riko melongo menatapa kekompakan kedua kakak Ara itu. Sedangkan Ara hanya menggelengkan kepala dengan tingkah Alex dan Fino.
“A-ayolah jangan bercanda” gugup Riko.
“Kami serius” ucap Alex dan Fino bersamaan lagi.
“Ta-tapi kenapa?” tanya Riko menatap tak percaya kedua pria itu.
Sedangkan Lisha menahan tawa sedari tadi melihat Riko yang tidak sadar telah di kerjain Alex dan Fino. Mana mungkin mereka memisahkan Riko dan Ara, saat mereka berdua tau kebahagian Ara ada pada Riko, pikir Lisha.
“Hahahahhahaha” tawa Alex dan Fino pun pecah melihat wajah Riko yang memelas dan panik.
“Ck kalian mengerjai ku. Hampir saja aku jantungan” ucap Riko mengusap dadanya.
“Hahahaha kita berhasil” ucap Alex dan Fino bertepuk ria.
“Ck sudah-sudah jangan berdrama terus kalian, Ara sampek lupakan kalo ke sini bawa kue buatan Ara tadi” ucap Ara menengahi.
Lisha yang mendengar kata kue pun tidak sabar langsung membuka kotak kue yang di bawa Ara tadi dan mencoba ya.
“Hmmm enak banget dek” puji Lisha.
“Benarkah?” ucap Ara berbinar.
Fino dan Riko mengambil kue lalu memakannya begitu juga Alex.
“Uh calon istri kecil ku pinter masak ya” goda Riko membuat pipi Ara merona.
“Ck” desis Alex dan Fino yang semakin kompak saja.
Mereka pun berbincang hangat ditemani kue buatan Ara dan secangkir teh hangat. Tidak ada lagi dendam yang ada hanya kedamaian dan kasih sayang keluarga.
...****...
Di negara berbeda tepat nya di Australia seorang pria paruh baya terlihat melampiaskan kemarahannya pada barang di sekitarnya. Ruang kerja nya kini sudah berantakan dengan pecahan kaca di mana-mana.
“Sial bagaimana bisa selama ini aku menghidupi anak dari sainganku sendiri. Aarggghhhh” teriak Tn. Felix murka.
Tn. Felix baru saja mendapatkan kabar dari anak buahnya kalau ternyata Ara adalah adik kandung dari Alexander Mahesa dan putri dari saingannya di masa lalu. Bahkan sampai sekarang Mahesa Corp berada di atas Alardo Corp lagi sejak di pimpin oleh Alex.
“Aku menyesal tidak menghabisi semua keturunan Mahesa dan bodohnya aku malah menghidupi putri mereka selama ini. Sialan!” kesal Tn. Felix.
“Bagaimana bisa aku meremehkan keturunan Mahesa begitu saja. Bodoh!” teriak Tn. Felix sambil menggebrak meja kerjanya.
“Aku harus menghabisi mereka berdua dengan tangan ku sendiri” tekat Tn. Felix dengan wajah murkanya.
“Kali ini akan ku pastikan tidak ada lagi penerus Mahesa. Hahahaha” tawa Tn. Felix menggelegar memenuhi ruang kerjanya.
Sampai kedua matanya menatap berkas data diri seorang wanita yang membuatnya tersenyum sumringah. Tn. Felix mulai berpikir tentang rencananya yang harus berjalan lancar.
“Mungkin aku bisa memanfaatkan wanita ini, dengan begitu akan mudah bagi ku untuk melancarkan rencanaku” ucap Tn. Felix masih dengan menatap berkas di tangannya.
“Clarissa Anderson” gumam Tn. Felix.
...****...
Halo semua🤗
Selamat sore ke sayangan author🥰
My Teacher is My Love sekarang ganti cover ya🤗
Kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya ya? Terus nantikan update an terbaru setiap hari nya ya😊
Next👉🏻
Jangan lupa like, komen dan vote🔥🔥🔥🔥