
Sore ini hujan turun sangat deras tidak seperti biasanya membuat beberapa orang ingin menenggelamkan tubuh mereka dalam hangatnya selimut tebal atau hanya sekedar menikmati minuman panas, seperti coklat panas misalnya.
Sama hal nya seperti pria tampan satu ini. Ia duduk bersandar menikmati secangkir kopi, siapa lagi kalau bukan Riko. Sepulang dari mengajar tadi, seperti biasa ia akan mengantarkan Ara terlebih dahulu.
Tapi siapa sangka ditengah perjalanan hujan turun dengan derasnya. Dan jadilah ia terdampar di apartement Ara saat ini, sambil memantau gadis kecil itu mengerjakan tugasnya.
Sesekali terlihat Ara menghela nafas frustasi akan soal rumit yang Riko buat. Setiap tugas yang diberikan oleh Riko memang dibuat sendiri olehnya. Tak jarang hal itu membuat siswa-siswinya frustasi. Sama halnya Ara, ia paling benci jika Riko membagikan soal tugas yang ia buat sendiri.
“Kenapa membuat soal sesusah ini” kesal Ara menjatuhkan kepalanya di atas meja.
“Soal itu tidak akan susah jika kamu serius dan teliti dalam mengerjakannya. Jangan menyerah sebelum berperang” ucap Riko sambil menikmati kopinya.
“Ck menyebalkan” gerutu Ara kembali fokus pada lembaran tugasnya.
Riko menahan tawa melihat wajah kesal Ara. Mereka saat ini berada di ruang tamu, dimana Riko duduk di sofa dan Ara duduk lesehan beralas karpet bulu yang tebal.
Riko bangkit menuju kamar Ara mengambil selimut tanpa ijin sang pemilik kamar. Ia kembali ke ruang tamu dan menyelimuti Ara lalu ikut duduk disampingnya.
Ara tersentak saat merasa ada yang menyelimutinya dan benar saja itu adalah Riko.
“Heii kau masuk kamar perempuan tanpa ijin dasar tidak sopan sekali” teriak Ara memukul lengan Riko.
“Memang kenapa harus ijin aku sudah sering memasuki kamarmu gadis kecil” ucap Riko enteng membuat Ara geram.
“Heeiiii jaga ucapanmu. Perkataanmu bisa jadi salah paham orang lain tau” kesal Ara menatap tajam Riko.
“Aku hanya tidak ingin kamu kedinginan” ucap Riko sambil menatap Ara yang masih kesal dengannya.
“Ck alasan. Awas saja kalau ada barang berhargaku yang hilang. Kau adalah orang yang pertama aku cari” ancam Ara menunjuk Riko dengan tatapan tajamnya.
“Ya ya ya kamu bisa laporkan saya dan penjarakan saya. Puas? Sekarang cepat kerjakan. Saya mau buat mie kuah dulu kamu mau tidak?” ucap Riko sambil berdiri.
“Ck wajahmu menjijikkan kau tau” ejek Riko.
“Biarin yang penting buatkan aku satu pakai cabe 5” ucap Ara girang.
“Kamu belom boleh makan pedes Ara” gemas Riko.
“Yaudah 4 aja cabenya” ucap Ara memohon.
“1 aja atau tidak sama sekali” ucap Riko datar.
“Ya ya ya kali ini kamu menang pakai cabe 1” dengus Ara kesal.
“Gadis manis” ucap Riko mengusap kepala Ara lembut sambil tersenyum tulus.
Ara yang melihat wajah Riko hanya terdiam menikmati debaran jantung yang kian cepat.
‘Kak Riko tampan juga ya baru sadar’ batinnya.
“Kamu lanjutin ngerjain tugasnya seperti yang sudah saya jelaskan tadi. Saya mau buat mie dulu” ucap Riko bangkit menuju dapur membuyarkan lamunan Ara.
“I-iya” gugup Ara masih menatap Riko yang hilang di balik pintu dapur.
‘Ck dasar apa yang aku pikirkan sih. Sudahlah aku selesaikan tugas ini saja sebelum mie kuahnya datang’ gumam Ara.
Di dapur Riko terlihat lihai dengan alat memasak. Bahkan pesonanya tak luntur sekalipun menggunakan apron warna biru. ia memulai dari memotong sayuran, sosis dan baso yang sudah ia siapkan untuk campuran mie kuah. Lalu memasukkannya ke dalam air mendidih dan seterusnya hingga mie kuah siap disajikan.
Next👉🏻
Jangan lupa like, komen dan vote🔥🔥🔥🔥