
Riko berjalan masuk dan duduk di kursi kebanggaannya sambil menatap jengah wanita yang kini berjalan mendekati meja kerjanya.
Wanita itu tampak tersenyum menggoda dengan pakaian ketat kekurangan bahan yang melekat pada tubuhnya.
“Apa yang kau mau hah?” ketus Riko menatap tajam wanita di depannya.
“Riko sayang kamu kog gitu sih sama aku” ucap wanita itu dengan menggoda.
“Berhenti di situ dan jangan mendekat!” gertak Riko saat wanita itu akan mendekatinya.
“Baik lah sayang aku duduk sini aja. Mungkin kamu terlalu kaget lihat kedatanganku. Secara memang aku datang mau buat surprise buat kamu” ucap wanita itu tersenyum manis lalu duduk di depan Riko.
“Lebih baik kamu pergi” ketus Riko mengusirnya.
“Riko sayang kamu kenapa sih kog gitu ke aku?” ucap wanita di depan Riko itu.
“Silakan kamu pergi dan jangan pernah datang lagi ke perusahanku” tegas Riko.
“Riko sayang kamu gak boleh ih bilang gitu. Aku itu tunangan kamu, masak iya mau kamu usir sih” ucap wanita itu santai.
BRAAKKK
“Aku bilang sekali lagi. Kamu keluar dari ruangan ini sendiri atau aku akan suruh satpam buat nyeret kamu keluar!! Dan kamu harus ingat pertunangan waktu itu sudah BATAL!!” teriak Riko menekan di akhir kalimat sambil menggebrak meja.
“Ok ok ok fine. Aku bakal keluar tapi jangan pernah kamu berpikir kalau aku nyerah. Aku bakal balik lagi kesini. Dan kamu hanya milik aku dan gak akan ada cewek mana pun yang bisa deketin kamu bahkan milikin kamu. Kamu tetap tunangan aku Riko, camkan itu sayang” ancam wanita itu lalu beranjak pergi.
“Aaaarghhhh siaal kenapa itu cewek gila bisa tau sih kalau aku di sini” kesal Riko menghempaskan tubuhnya pada sandaran sofa.
Riko tak habis pikir wanita yang dulu pernah di tunangankan dengannya saat di Paris masih tergila-gila padanya. Padahal sudah jelas-jelas pertunangan itu batal karena kesalahan wanita itu yang hamil dengan pria lain.
Dan dari kesalahan itulah Riko bersyukur karna pertunangan itu batal atau kandas lebih tepatnya. Riko segera menghubungi sekertarisnya melalui telepon kantor.
“Kamu pastikan wanita tadi tidak akan masuk ke dalam ruangan saya. Bahkan jangan ijinkan wanita tadi menginjak lantai perusahaan saya sedikit pun” kesal Riko memberi perintah.
Amel yang menerima telpon barusan pun kalang kabut dan langsung memberi tahukan perintah ini pada staff keamanan dan resepsionis di lobby.
Selesai menghubungi sekertarisnya Riko segera menghubungi orang kepercayaannya.
“Terus pantau wanita ular itu jangan sampai ia tau tentang kedekatanku dengan Ara. Kau paham? Hmmm okay” ucap Riko.
“Clarissa Anderson kau berani mengancamku kita lihat saja nanti! Dasar wanita ular” ucap Riko menarik sudut bibirnya dengan wajah datar.
...****...
“Kamu laper Ra?” tanya Alex saat mendengar raungan perut Ara.
“Hehehe kedengeran ya kak?” tanya Ara balik di balas anggukan oleh Alex.
“Kita makan dulu ya. Udah puas kan mainnya atau masih ada yang mau kamu beli?” tanya Alex.
“Iya kak kita makan dulu Ara udah laper banget lagian udah puas mainnya. Lihat bahkan kakak belanjain Ara banyak banget. Makasih” kata Ara berbinar.
“Sama-sama. Ok kita cari makan dulu. Trus kita pulang, kan juga udah dapet kado buat Letha, okay”
“Okay kak”
Mereka pun berkeliling dahulu mencari restoran yang berada di mall itu. Dengan Alex yang terus menggenggam tangan Ara.
“Kak Lex” panggil Ara.
“Hmmm. Ada apa? Kau makan sesuatu?” tanya Alex mengusap surai hitam Ara.
“He em. Aku ingin makan dimsum siu mai isi daging dan kwetiau kak. Kemarin Ara lihat di google dan sepertinya sangat enak. Ah membayangkannya saja air liurku sudah mau jatuh” canda Ara tertawa.
Alex tertawa menanggapi ucapan polos dan menggemaskan Ara. Ia pun menarik tangan Ara mencari restoran cina dimana kedua makanan yang diingin kan Ara ada di sana.
“Akhirnya ketemu juga yuk kita masuk” ajak Alex saat mereka menemukan restoran cina.
“Ayo Ara udah gak sabar mau nyobain” ucap Ara semangat.
Mereka pun masuk dan memilih duduk di bagian sudut restoran atas keinginan Ara. Di samping tempat duduk ini terdapat kolam kecil memanjang berisikan ikan emas yang cantik.
Alex yang melihatnya hanya tersenyum kecil dan mengeluarkan ponsel dari saku celananya mengarahkan pada Ara.
“Ra” panggil Alex membuat Ara menoleh masih dengan senyumannya.
Cekrek
“Ih kak Alex foto Ara kog gak bilang-bilang sih” rengek Ara mendekati Alex melihat hasilnya.
“Baguskan tapi” kata Alex tersenyum.
“Eh iya bagus, tapi Ara terlihat seperti anak kecil tau kak bedanya pakek seragam SMA doang” keluh Ara.
Alex tertawa mendengarnya mengacak rambut Ara. Hingga seorang pelayang datang mendekati mereka.
“Permisi kak. Ini buku menunya. Silakan” ucap pelayan itu memberikan buku menunya pada Alex dan Ara.
“Aku kwetiau sama dimsum” ucap Ara tanpa membuka buku menu.
“Kamu yakin gak lihat-lihat menunya dulu? Nanti nyesel lo gak lihat-lihat dulu iyakan mbak?” ucap Alex membuat pelayan itu grogi dan hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum.
Ara pun membuka buku menu dengan wajah penasarannya yang menggemaskan. Alex mengacak rambut Ara membuatnya sedikit kesal.
“Sama yang i-“
“Enggak boleh itu pedas” sahut Alex melarang saat Ara ingin memesan makanan pedas La ji zi.
“Ck ya udah yang tadi aja mbak” ketus Ara.
“Dimsum isi daging jangan udang” ucap Alex mengingatkan baru ia memesan makanannya.
“Saya ulangi ya kak. Kwetiaunya dua dimsum sui mai dan jiaozi. Minumnya orange jus dua ya kak. Tunggu sebentar ya kak” ucap pelayan tadi berlalu pergi.
Ara kembali asik memilaht ikan emas dan memotretnya. Alex hanya diam menatap Ara diam. Hingga tak berselang lama pesanan pun datang. Alex memanggil Ara agar kembali ke tempat duduknya untuk makan.
“Selamat makan jangan lupa berdoa” ucap Alex.
“Selamat makan” sahut Ara dengan mata berbinar.
Ara menyantap kwetiau dengan lahap sampai Alex harus memperingatkan Ara untuk makan pelan-pelan.
“Kak Alex gak mau nyoba dimsumnya?” tanya Ara sambil menyapit dimsum.
”kamu aja yang makan” ucap Alex mengacak rambut Ara.
Ara tersenyum dan mulai menyantap dimsumnya. Alex tersenyum menatap Ara dengan wajah berbinar. Alex pun melanjutkan memakan kwetiaunya.
Tiba-tiba seorang pelayan berjalan mendekati meja Alex dan Ara dengan membawa nampan berisi dimsum.
“Maaf kak sepertinya ada kesalahan dimsum pesanan kakak tertukar dengan pesan meja no 12” ucap pelayan itu ketakutan.
Deg
Alex langsung menatap lekat Ara tanpa mendengarkan permintaan maaf pelayan tadi yang bermaksud mengganti dimsum tersebut.
Sedangkan Ara sendiri sudah tidak bisa fokus lagi bahkan ia sudah menjatuhkan sumpitnya. Ara merasa kepala nya pusing sekali dan mulai merasa sesak nafas.
Alex pun bangkit merangkul pundak Ara dengan panik. Begitu juga dengan pelayan tadi.
“K... ka... Al... sa...saki..tt” rintih Ara.
“Ara sayang bertahanlah” panik Alex.
Tanpa pikir panjang Alex mengangkat badan lemah Ara dan berlari menuju basement. Di ikuti manager restoran dan pelayan tadi yang membawa barang-barang yang tadi di bawa mereka berdua.
Next👉🏻
Jangan lupa like, komen dan vote🔥🔥🔥🔥