My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 89



Kini Ara hanya sendiri di rumah bersama para pelayan. Setelah sarapan pagi tadi Alex dan Tony harus ke kantor karna akan ada pertemuan dewan direksi kata Alex. Letha sendiri harus mengantarkan Arumi ke kampus pagi ini. Arumi memang masih kuliah dan sepulang kuliah Arumi akan bekerja di AA Cafe.


Tadinya Alex ingin mengajak Ara ke kantor sekalian agar tidak merasa kesepian di rumah walau banyak pelayan dan bi Surti. Namun Ara menolak dan memilih untuk di rumah saja.


Setelah semua orang berangkat Ara memilih duduk santai di ayunan yang tersedia di taman belakang.


‘Pagi yang cerah untuk kehidupan yang cerah’ pikir Ara sambil mengayunkan ayunan yang ia duduki.


Sejenak Ara teringat akan Fino, sejak Ara ikut bersama Alex, Fino belum juga menelponnya. Ara menatap ponsel di pangkuannya. Ara mencoba menghubungi Fino tapi tak satu pun panggilan terjawab. Ara langsung teringat akan Riko lalu menghubunginya.


“Halo Ara” jawab pria dari seberang sana, Riko.


“Ha-halo kak” gugup Ara.


“Ada apa pagi-pagi kamu udah telpon aku Ra?” tanya Riko.


Ara terdiam sejenak mendengar suara Riko sampai ia teringat kejadian kemarin dimana Riko datang tapi tidak masuk ke dalam rumahnya yang membuat Ara lupa tujuan awal menelpon Riko.


“Ra kamu masih di sana kan?” tanya Riko menyadarkan lamunan Ara.


“Ah i-iya Ara masih di sini kog kak” ucap Ara gelagapan.


“Kamu mau bilang apa sih sampai gugup kayak gitu? hmmm” tanya Riko.


“I-itu Ara enggak gugup kog. Sok tau kak Riko mah” elak Ara.


“Ara cuma mau tanya aja kemarin kak Riko ke rumah kak Alex ya? Kenapa gak masuk? Kenapa langsung pulang gitu aja? Kata pak satpam kak Riko mau ketemu Ara. Kenapa pulang kalo belum ketemu Ara?” sambing Ara melontarkan beberapa pertanyaan.


Di seberang sana Riko terkekeh hati nya merasa senang mendengar rentetat pertanyaan dari Ara.


“Padahal kemarin aku gak sebut nama loh Ra. Cuma bilang kalau aku itu guru privat kamu aja. Eh gak tau nya kamu nebak itu aku, keinget aku terus ya Ra kalau bahas tentang guru privatmu’ ucap Riko membuat wajah Ara memerah mmerasa malu.


“Ya-ya kan guru privat Ara kan cuma kak Riko. Ya Ara nebak kalo yang kemarin itu emang kak Riko lah” jawab Ara semakin di buat gugup.


“Lagian Ara juga inget sama motor yang di pakai kemarin itu persis kayak punya kak Riko” tambah Ara menjelaskan.


“Cieeee ternyata diem-diem kamu memperhatikanku ya Ra. Makasih atas perhatianmu Ara” ucap Riko yang semakin membuat Ara salah tingkah.


“Ih kak Riko jangan resek deh” kesal Ara untuk menutupi ke gugupannya.


“Iya deh iya kak Riko bakal diem aja lah” canda Riko tertawa kecil.


“Nyebelin tauuu. Jangan ketawa ya. Awas aja kalau berani ketawa lagi. Bakal Ara bikin jadi dimsum, baru tau rasa kak Riko” sungut Ara.


“Iya iya aku janji gak ketawa deh” ucap Riko tersenyum dari seberang sana.


“Ra hari ini kamu sibuk gak?” tanya Riko dengan nada serius.


“Enggak sibuk kok kak” jawab Ara sambil memainkan ujung bajunya.


“Aku jemput ya Ra sekarang” ucap Riko.


“Emang mau kemana kak?” tanya Ara dengan hati berbunga namun tidak mau mengakuinya.


“Kak Riko serius mau ngajak Ara keluar?” tanya Ara memastikan.


“Iya Ara sayang. Aku udah di jalan mau ke rumahmu. Jangan lupa pamit kakakmu dulu. Kakak matikan dulu ya telponnya” ucap Riko lalu memutuskan sambungan telpon.


Ara masih terdiam mendengar ucapan Riko. Bahkan ponsel Ara masih menempel pada daun telinga nya. Sampai ia terjingkat saat mengingat Riko yang sudah dalam perjalanan, Ara segera berlari menuju kamarnya di lantai atas.


Bi Surti menatap Ara yang terlihat berlari seperti di kejar setan saja pikirnya. Ara membuka lemari pakaiannya mencari baju yang cocok untuk ia pakai hari ini.


Sudah beberapa baju ia lempar ke atas ranjang dan belum juga menemukan baju yang cocok. Bi Surti masuk kedalam kamar Ara.


“Permisi non di bawah ada tamu nyariin non Ara” ucap bi Surti membuat Ara kelimpungan sendiri.


“Siapa yang nyari Ara bi?” tanya Ara.


“Katanya guru privat non Ara gitu” jawab bi Surti membuat Ara berteriak histeris.


“Haduuuhhh biiii gimana ini gimana ini bi? Ara belum ganti baju, dari tadi Ara nyari bahu enggak ada yang cocok. Haduuuhhh kak Riko juga udah dateng lagi cepet banget sih” teriak Ara mulai membongkar lagi isi lemarinya.


Bi Surti menggelengkan kepala melihat kamar nona mudanya yang sudah tampak kacau dan berantakan dengan baju yang bertebaran dimana-mana.


“Non tenang saja. Guru privat non tadi nitipin ini ke saya suruh kasih non Ara. Sama guru privat non Ara tadi pesen non suruh pakai baju yang ada di dalam kotak ini” ucap bi Surti menyerahkan kotak cantik dengan pita merah muda sebagai penghiasnya.


Ara mengambil kotak itu lalu membukanya, mata Ara membulat melihat dress biru muda polos dengan lengan pendek selutut dan hiasan pita di pinggang yang tampak sederhana dan cantik. Ara tersenyum, ia sangat menyukai dress ini.


“Non Ara jangan ngelamun dong cepetan gih sana ganti bajunya trus dandan yang cantik biar guru privat non Ara klepek-klepek gitu non” canda bi Surti di balas senyum malu-malu Ara.


“Tapi bi kamar Ara jadi berantakan banget gara-gara Ara nyari baju tadi” ucap Ara menyesal dengan tingkahnya yang bar-bar tertular oleh Letha. Bisa jadi.


“Udah nom tenang aja biar bibi yang beresin ya. Non ganti baju cepetan udah di tungguin lo” ucap bi Surti tersenyum jahil.


“Apaan sih bi? Yaudah Ara ganti dulu ya bi dan makasih bi” ucap Ara mulai bersiap.


Selesai berganti baju Ara memoles wajah cantiknya dengan bedak dan make up tipis tidak lupa ia menggunakan lips balm merah muda di bibirnya.


Ara terlihat cantik dan manis dengan dandanannya yang simpel.


‘Apa ini kencan pertamaku? Ah kencan pertama apanya sih Ara haduuuh ngaco deh’ gumam Ara memukul pelan kepalanya.


Rambut Ara di biar kan tergerai dengan jepit rambut cantik di sisi rambutnya. Di rasa cukup Ara melangkah keluar kamar dengan menggenggam erat sling bag di tangannya.


Ara berjalan turun menuju ruang tamu dimana seorang pria dengan sweater biru muda, celana jeans hitam dan sepatu putih melekat di tubuhnya. Pria itu Riko.


‘Astaga apa kita couple an?’ batin Ara berdiri tak jauh dari tempat duduk Riko yang tersenyum menatap Ara.


Selamat malam semua. Selamat tidur dan beristirahat.


Hayo tebak Ara bakal di ajak abang Riko kemana nih?


Next ya👉🏻


Jangan lupa like, komen dan vote🔥🔥🔥🔥