My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 88



Malam hari nya selepas makan malam bersama Ara pamit lebih dulu ke kamarnya. Makan malam kali ini memang lebih ramai karna Tony, Letha dan Arumi akan menginap disini. Letha memilih tidur dengan Arumi di kamarnya. Tapi mereka berempat masih duduk santai di ruang keluarga. Hanya Ara yang pamit ke kamar lebih dulu.


Diam-diam Ara ternyata masih mengkonsumsi obat tidur yang bisa membantunya untuk terlelap. Walau tidak sesering dulu. Seperti malam ini Ara membutuhkan obat tidur itu. Ara meminumnya bukan tanpa sebab, di saat ia banyak pikiran dan tekanan Ara akan sulit untuk tidur bahkan berhari-hari.


Namun kali ini bukan karena Ara merasa tertekan, tapi karena Ara terus berpikiran tentang Fano dan Riko secara bersamaan dan itu cukup membuatnya tidak bisa tidur.


Ara mengambil satu tablet obat dan menegaknya dibantu dengan segelas air putih. Tanpa Ara ketahui Alex melihat Ara yang sedang meminum obat dan kembali menaruh obat itu pada laci paling bawah.


Tak lama kemudian Ara terlelap. Perlahan Alex masuk dan membuka laci di samping tempat tidur Ara dengan pelan. Di ambil botol kecil berisi tablet obat. Alex membaca dengan teliti kandungan obat dalam botol tersebut.


Alex terkejut saat mengetahui kalau obat itu adalah obat tidur, sebelumnya Alex memang sudah pernah membicarakan ini dengan dokter pribadinya, dokter Heru. Saat dokter Heru memberitahukan adanya kandungan obat tidur dalam tubuh Ara waktu itu.


Alex mengira Ara sudah tidak menggunakan obat ini lagi ternyata masih saja Ara mengkonsumsinya tanpa sepengetahuan dirinya.


‘Apa yang mengganggu pikiranmu sayang sampai kamu masih mengkonsumsi obat ini? Apa karena masalah keluarga ini?’ batin Alex mengusap surai rambut Ara yang sudah terlelap.


Alex pun bangkit menutup laci lalu membenarkan letak selimut Ara tak lupa mengecup kening adiknya dengan kasih sayang. Alex berjalan keluar kamar dengan botol obat di tangannya. Alex langsung melangkah menuju dapur dan membuat semua obat itu ke dalam tempat sampah.


“Kak Alex belum tidur?” tanya Letha mengagetkan Alex.


“Ah ini mau minum dulu terus tidur kog Tha. Kamu sendiri ngapain di sini?” tanya Alex.


“Mau ambil minum kak takutnya nanti malam kebangun karena haus kan males kalau harus turun kebawah” jelas Letha di angguki kepala oleh Alex.


“Ya udah kalo gitu kakak ke kamar dulu ya Tha. Selamat malam cantik” ucap Alex mengusap kepala Letha lalu beranjak menuju kamar nya.


Letha terpaku di tempat bukan karna perilaku manis Alex yang suka mengusap kepalanya. Tapi karena ucapan Alex yang memanggilnya ‘Cantik’


‘Astaga... Apa telingaku mulai bermasalah dan membuatku berhalusinasi? Atau memang kak Alex tadi bilang cantik? Selamat malam cantik... Oh ya Tuhan jantungku seperti lari maraton saja bagaimana ini? Kak Alex kau benar benar membuatku semakin gugup saja. Tapi aku suka’ batin Letha sambil senyum senyum sendiri.


Hingga akhirnya ia tersadar akan tujuannya ke dapur untuk mengambil minum dan kembali tidur di kamar bersama calon kakak iparnya.


...****...


Di sebuah kamar dengan nuansa abu-abu putih seorang pria berbaring di atas ranjang dengan tatapan tertuju pada langit-langit kamar. Pria itu menatap jam dinding di kamarnya yang menunjukkan pukul 21.00 malam.


Pria itu lalu mengambil ponsel di sebelahnya lalu mencari nomor yang ingin dia hubungi saat ini. Pria itu mulai menghubungi seseorang diseberang sana dan berakhir dengan panggilan tan terjawab.


Pria itu tersenyum kecut saat panggilan telponnya tidak diangkat. Dan sekali lagi ia mencoba menghubungi dan masih sama panggilan tak terjawab.


“Mungkin Ara sudah tidur, pasti tadi acara keluarga Mahesa. Jadi Ara tidur lebih awal karna kelelahan” gumam pria yang tak lain adalah Riko.


Riko memilih mengirim pesan pada Ara sebuah ucapan selamat malam dan mimpi indah. Pesan itu sudah ia kirim pada Ara.


“Setidaknya sekarang akau sudah bisa tidur setelah mengirimi mu pesan singkat. Aku merindukanmu Ra. Apa suatu saat nanti kita bisa bersama?” ucap Riko pada dirinya.


Riko meletakkan ponselnya di atas nakas sebelum akhirnya berbaring dan mulai tertidur nyenyak.


...****...


“Kemarin aja sok-sok an gak mau punya kakak ipar. Manding mbak Arumi jadi istrinya kak Alex saja biar dapat adik ipar yang sehat otak dan tingkahnya kek aku” ledek Ara membuat Letha berkacak pinggang.


“Enggak boleh gitu dong. Apapun yang terjadi kakak penolong akan jadi calon dari kakakku kak Tony” ketus Letha tidak terima.


“Ck dasar kau ini semakin menyebalkan saja” sungut Ara sambil melempar bawang merah tepat pada dahi Letha.


“Ara kau jail sekali sih” teriak Letha.


“Sudah-sudah kalian ini kenapa dari kemarin bertengkar sih. Dari pada kalian bertengkar bantu kakak aja. Letha kamu tolong cuci sayurnya ya dan Ara kamu tolong kupaskan bumbu ini ya” ucap Arumi dengan lembut menengahi perselisihan antara Ara dan Letha yang tidak ada hentinya. Dasar memang bocah.


“Siap kak” jawab Ara dan Letha bersamaan.


Mereka bertiga dibantu bi Surti dan beberapa pelayan membuat menu sarapan pagi ini. Setelah selesai dengan memasak mereka bertiga berniat untuk mandi dan membiarkan para pelayan yang menyajikan makanan tersebut ke meja makan.


Alex dan Tony sudah turun menuju meja makan dengan setelan jas yang melekat pas ditubuh mereka. Tidak lama kemudian Letha dan Arumi lalu disusul Ara yang terus saja tersenyum manis.


“Ayo cepatan Ra” ucap Letha pada Ara yang masih berjalan dengan ponsel di tangannya.


“Iya iya iya sabar” jawab Ara lalu berlari kecil dan duduk di tempatnya.


Alex memimpin doa sebelum makan pagi ini. Setelah doa selesai mereka menyantap sarapan pagi dengan tenang.


Ara menyendok makanan kemulutnya dengan tangan kiri mengecek pesan masuk tadi malam. Sambil terus mengunyah Ara membaca pesan masuk. Sampai ia menemukan pesan dari seseorang yang membuatnya tersenyum sendiri saat membacanya.


^^^*Kak Riko **❣️*^^^


^^^Selamat malam dan mimpi indah Ra🥰^^^


‘Ternyata kak Riko semalam wa aku. Hah nyesel banget kemarin langsung tidur aja padahal dari kemarin mau nanya ke kak Riko kenapa kerumah tapi gak masuk. Ah bodo lah. Aaaa kenapa seneng banget sih dapet ucapan dari kak Riko’ batin Ara berbunga bunga.


Alex yang sedari tadi memperhatikan Ara yang bermain ponsel sambil makan pun menegurnya.


“Taruh ponselmu dan makan Ra” ucap Alex tegas.


Ara pun membalas ucapan Alex dengan cengiran lalu menaruh ponselnya di samping ia makan dan melanjutkan sarapannya. Yang lain hanya menggeleng kepala mendengar percakapan adik kakak itu.


Next👉🏻


Selamat pagi semua😊


Semoga hari rabu ini menyenangkan😁


Jangan lupa like komen dan vote ya🔥🔥🔥🔥