My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 118



Malam hari nya setelah makan malam Ara masuk ke kamar untuk mengambil ponselnya yang tertinggal. Baru saja Ara ingin meraih ponsel yang ia taruh di atas nakas suara tembakan dan pecahan kaca terdengar bersamaan, sebanyak dua kali. Alhasil kaca di kamar Ara hancur dengan dua peluru menancap di tembok atas ranjang tidurnya.


DOR


PYAAARRRR


“AAAAAAAAA” teriak Ara.


DOR


PYAAARRRR


“KAKAAAAAKKK” teriak Ara terduduk di sudut ranjang menutup kedua telinganya dengan mata terpejam rapat. Air mata terus bercucuran bak anak sungai.


BRAAAKK


Diambang pintu Riko berlari menghampiri Ara setelah mendobrak pintu. Di ikuti Alex, Letha dan Arumi di belakangnya. Sedangkan Tony sendiri langsung mengerjar pelaku bersama Dion dan anak buahnya. Dengan lembut Riko menarik Ara masuk dalam pelukannya. Riko bisa merasakan tubuh Ara yang bergetar hebat.


“Tenanglah sayang, semua sudah aman. Tenanglah” ucap Riko.


Tangis Ara tak juga reda dan semakin histeris dalam pelukan Riko. Tubuhnya bergetar hebat, rasa takut yang amat luar biasa menyelimuti Ara.


“Sebaiknya bawa Ara ke kamarku saja kak” ucap Letha di angguki oleh Riko dan yang lain.


Riko mengangkat tubuh Ara, cengkraman erat tak pernah lepas dari lengan Riko. Sampai di kamar Letha, Riko mendudukkan tubuh Ara di atas kasur dan Riko berlutut di depannya.


“Hey sayang buka matamu, tenanglah semua sudah aman” ucap Riko lembut sambil menangkup wajah Ara.


Perlahan Ara membuka mata sambil sesenggukan. Ara menatap wajah Riko lalu kembali menangis histeris.


“A-aku ta-takut ka-kak hiks hiks. Ara takut. Hiks hiks hiks Ara ta-takut ka-kak” ucap Ara di sela tangisnya.


“Sudah ya jangan nangis terus, semua sudah aman sayang” ucap Riko mengusap pipi Ara.


“Sayang kamu minum dulu ya” suara Alex datang dengan segelas air putih.


Ara menatap kakaknya dan di bantu minum. Ara merasa sedikit lega, tenggorokannya juga tidak terasa sakit.


“Sementara kamu tidur sama Letha ya sayang. Apa mau tidur sama kakak hmm?” Tawar Alex mengusap surai adiknya.


“Aku takut” ucap Ara dengan bola mata yang terus menyusuri setiap sudut kamar.


Alex dan Riko paham bagaimana kondisi mental Ara saat ini, bisa di katakan Ara merasa tertekan saat ini. Dan ini semua karna ulah pria tua sialan itu. Felix Alardo.


“Semua sudah aman sayang tenang lah” ucap Alex.


“Aman yang seperti apa? Mereka bahkan sangat dekat dengan Ara. Ara takut” lirih Ara menunduk memainkan jari mungilnya. Tak lama tangis Ara terdengar kembali.


“Ini akan jadi yang terakhir sayang kakak janji” ucap Alex menyakinkan Ara sambil meraih lembut tangan adiknya.


“Aku juga akan slalu ada buat kamu Ra, kita akan jaga kamu dan kejadian hari ini akan menjadi kejadian yang terakhir” sambung Riko.


Ara mendongak menatap kakak dan kekasihnya bergantian.


“Peluk” rengek Ara merentangkan kedua tangannya membuat Riko dan Alex merengkuh tubuh mungil itu bersamaan.


Letha yang melihat mereka berpelukan hanya terdiam dengan wajah dibuat kesal.


“Kenapa pada pelukan semua sih” ketus Letha membuat tiga orang itu menatapnya secara bersamaan.


“Uluh uluh calon kakak ipar kamu ngambek dek” canda Alex yang membuat pipi Letha merona.


”Apaan sih” desis Letha.


Letha berjalan pelan mendekati Ara memeluknya dan lagi-lagi Ara menangis dalam pelukan sahabatnya.


“Udah dong Ra jangan nangis ya sekarang kamu aman. Kak Tony pasti nangkep pelakunya. Udah ya jangan nangis” ucap Letha mengusap pipi Ara.


Alex menatap Riko memberi isyarat untuk mengikutinya keluar. Riko pun mengangguk paham.


“Yaudah kamu istirahat aja ya dek, biar di temenin Letha sama Arumi ya. Kakak sama Riko keluar bentar” ucap Alex mengecup kening adiknya.


“Iya” lirih Ara dengan serak.


“Aku keluar sebentar ya kamu istirahat” ucap Riko mengacak rambut Ara lalu mengecup keningnya. Ara mengangguk sebagai jawaban.


Alex dan Riko beranjak keluar meninggalkan Ara bersama dengan Letha dan Arumi. Mereka berdua berjalan memasuki ruang kerja Alex dimana sudah ada Tony dan Dion di dalam.


Alex menatap tajam pada Tony dan Dion lalu tanpa pikir panjang Alex melayangkan bogeman mentah pada Dion. Membuat pria itu tersungkur begitu saja di lantai.


“BAGAIMANA INI BISA TERJADI HAH!! APA SAJA YANG KAU KERJAKAN!!!” geram Alex.


Riko yang melihatnya langsung menarik tangan Alex dan menahan pria itu untuk menghajar Dion. Bagi Riko bukan saatnya menyalahkan seseorang, yang harus mereka lakukan saat itu segera menangkap pria tua itu, Felix Alardo.


”TENANGKAN DIRIMU LEX, yang harus kita lakukan saat ini menangkap pria tua itu” teriak Riko.


Sedangkan Tony membantu Dion untuk bangkit. Dion hanya menunduk merasa bersalah karena gagal menjaga nona muda nya. Dion tidak marah saat tuannya itu melayangkan bogeman mentah pada nya, ia paham berul bagaimana khawatir tuannya pada nona muda, Ara.


Alex menghela nafas mencoba meredakan emosi yang tertahan sedari tadi. Alex membenarkan apa yang di katakan Riko, ia menatap Dion lalu meminta maaf atas perbuatannya.


Mereka pun membahas tentang pelaku yang berhasil kabur dan sudah di pastikan pelaku teror malam ini adalah anak buah Felix yang masih setia padanya. Rencana malam ini juga sepertinya sudah di atur dengan matang yang membuat anak buah Alex maupun Riko kehilangan jejak.


“Semakin kesini kita tidak boleh lenga lagi” ucap Riko diangguki yang lain.


“Tidak ada waktu lagi kita juga harus segera menangkap pria itu. Aku tidak mau adikku selalu di teror seperti ini” sambung Alex.


“Tapi bagaimana caranya kita menarik pria itu keluar?” tanya Tony frustasi.


Keadaan hening seketika saat mendengar pertanyaan yang Tony lontarkan. Riko meraup wajahnya frustasi, benar yang di katakan Tony. Bagaimana? Dengan cara apa? Hal itu benar-benar membuat mereka frustasi.


Cklek


“Dengan diriku” ucap Ara yang masuk tanpa mengetuk pintu.


Tadi nya Ara ingin mengajak Letha arau Arumi untuk mengambil minum di dapur, tapi ternyata Letha dan Arumi sudah tertidur membuat Ara tidak tega untuk membangunkannya. Jadi Ara memberanikan diri untuk mengambil minum di dapur sendiri. Tapi saat melihat pintu ruang kerja Alex yang masih menyala membuatnya mendekati ruangan itu.


Dan tidak sengaja Ara mendengar pembicaraan empat pria di dalam sana. Tanpa pikir panjang Ara masuk dengan menawarkan diri, membuat mereka yang berada di dalam terkejut mendengarnya.


“Apa maksudmu dek?” “Apa maksudmu sayang?” ucap Alex dan Riko bersamaan.


Ara berjalan mendekat tak lupa menutup pintu. Ara menatap Alex dan Riko bergantian.


“Seperti yang di tanyakam kak Tony, bagaimana cara agar papa Felix keluar dari persembunyiannya. Dan aku jawab dengan diriku. Biar aku yang menemui papa Felix” jelas Ara mantap.


Selamat malam semua🥰


Udah pada tidur belom nih? Author balik lagi nih buat kalian🤗


Gimana cerita ya? Ara mau nemuin papa Felix loh, bakal terjadi sesuatu gak ya pada Ara. Ikuti terus ceritanya ya😉


Jangan lupa like, komen dan vote ya🔥🔥🔥🔥


Makasih semua❣️