My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 17



“Nona baru saja pulang dari pasar malam tuan” ucap Tony pada si pria misterius yang slalu mengikuti Ara. Apa yang selama ini mengirim pesan adalah dia? Jawabnnya ya.


Dia lah pria misterius yang slalu menyuruh Tony dan anak buahnya untuk slalu mengikuti dan menjaga Ara dari jauh.


“Dan ini foto yang diambil anak buah saya tuan” tambah Tony sambil menunjukkan ponselnya.


“Malam ini nona terlihat sangat bahagia bersama pria itu tuan. Dan seperti yang kita amati selama ini dia pria yang baik” sambung Tony.


“Yang terlihat baik belum tentu baik. Entah kenapa aku merasa suatu saat ia akan menyakiti hati malaikat kecilku. Dan sebelum itu terjadi aku akan mencegahnya.” Jawab pria itu menatap Tony tajam.


Tony kelagepan saat ditatap seperti itu. Ia segera menundukkan kepalanya. Tuannya ini kadang bersahabat terkadang juga mengerikan.


“Pulanglah dan terimakasih” sambung pria itu singkat.


Tony mengangguk undur diri meninggalkan pria itu sendiri didalam ruang kerjanya.


...****...


Ting.


^^^*Pria Misterius**🧐^^^


^^^Selamat malam malaikatku, mimpi indah🌝*^^^


Ara baru saja keluar dari kamar mandi mengganti baju yang tadi dengan baju tidur warna abu abu polos. Setelah itu ia mengambil tabung kecil berisi obat. Ia mengambil satu dan meminumnya.


Lalu Ara membaca pesan di ponselnya itu sekilas lalu menaiki kasur empuk miliknya setelah menaruh ponsel diatas nakas. Ia menoleh kesamping kanan bibirnya melengkung melihat boneka beruang besar biru yang ia dapatkan tadi.


Ara merebahkan tubuhnya memeluk erat boneka pemberian Riko dengan senyum merekah. Tak menunggu lama ia tertelap dalam mimpi. Entah karna lelah atau karna obat yang baru saja ia minum.


...****...


Huuueekkk huueeekk huuueeek


Fino terbangun saat mendengar suara bising dari arah kamar mandi. Ia langsung meloncat menuju kamar mandi saat tidak menemukan Lisha disampingnya.


Ia menerobos pintu kamar mandi menghampiri istrinya yang terduduk lemas didepan closet.


“Astaga sayang kita kerumah sakit ok” panik Fino menggendong tubuh istrinya yang sudah tak bertenaga menuju kasur.


Fino berbalik menuju lemari pakaian mengambil hoodie miliknya lalu membantu memakaikan pada Lisha yang hanya terdiam tak berdaya.


Fino menggendong tubuh Lisha ala bridal style menuruni anak tangga dengan langkah tergesa tapi hati hati.


Ia bergegas masuk kedalam mobil yang akan disupir oleh pak Man. Pak Man segera menancap gas menuju rumah sakit.


Fino mengusap surai hitam istrinya. Ia merasa khawatir saat ini. Ia takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


“Aku gak papa mas” lirih Lisha saat melihat wajah cemas suaminya.


“Wajahmu sangat pucat dan tubuhmu lemas itu membuat mas sangat cemas sayang” jawab Fino mengecup kening istrinya


Lisha tersenyum menatap suami yang slalu ada untuknya. Ia merasa jadi wanita paling beruntung yang bisa mendapatkan hatinya begitupun sebaliknya.


“Apa masih mual sayang?” tanya Fino.


“Sudah tidak hanya saja tubuhku lemas dan sedikit pusing mas” jawab Lisha menenggelamkan tubuhnya dalam dekapan hangat suaminya.


Fino mengusap punggung istrinya pelan menghantarkan kenyamanan padany.


Pak Man tersenyum melihat kedua majikannya yang slalu serasi. Ia berharap akan segera datang sang penerus tuannya. Pasti akan sangat lucu pikirnya.


Sesampainya dirumah sakit Fino menuntun istrinya masuk ke dalam untuk melakukan pemeriksaan.


Mereka memilih periksa ke dokter kandungan atas saran pak Man tadi saat di lobby depan.


Awalnya Lisha menolak, tapi Fino kekeh untuk mencobanya. Dan disinilah mereka sedang antri menunggu giliran.


Selamat pagi gaiisss. Selamat pagi dihari kedua bulan maret😁


Aku lagi berniat buat cari visualnya nih gimana kalian setuju gak? Terus ikuti ceritanya ya😊


Thanks gais❣️