
Sesampainya dirumah Letha melihat kakaknya menuruni anak tangga dengan wajah kucel bangun tidur.
“Kak Tony” teriak Letha berlari memeluk erat kakaknya.
Tony membalas pelukan erat adik cerewetnya itu. Berada jauh dari adik kecilnya itu membuatnya sedikit was-was. Ia takut terjadi sesuatu pada adik kecilnya itu seperti kemarin ia lupa memberi tahu Alex untuk titip adiknya. Untung saja ponselnya terjatuh dan berada di tangan Alex. Jadi Letha bisa pulang dengan selamat, ya meskipun malam nya ia demam.
“Tunggu dulu” ujar Letha melepas pelukannya.
Letha menatap Tony dan Alex bergantian sambil melipat tangan di dadanya.
“Kak Tony jawab pertanyaan Letha” ketus Letha tiba-tiba membuat Tony mengernyit.
“Apa? Kamu mau tanya oleh-oleh? Tenang aja dek. Sudah kakak taruh di dalam kamarmu tuh” ucap Tony mengacak rambut adiknya.
Terlihat binar mata bahagia Letha, tapi ia segera menepis rasa bahagianya saat mengingat apa tujuannya.
“Ih bukan itu” ketus Letha menapis tangan Tony.
“Terus apa Tha?” tanya Tony melirik Alex yang hanya menggelengkan kepala.
Padahal Alex tau apa yang membuat Letha ketus pada kakaknya yang satu itu. Alex tau Letha memang terlalu labil dan sensitive saat membahas calon kakak ipar. Namun karna sikap jail Alex membuatnya lupa bagaimana perasaan Letha.
“Kakak lagi sibuk cari calon ya” tuding Letha ketus.
Tony diam menatap Letha, ia bingung dengan pertanyaan Letha.
“Calon? Calon apa Tha?” tanya Tony bingung.
Letha menunduk tak berani menatap wajah kakaknya. Perlahan ia memegang telapak tangan Tony dengan erat.
“Letha enggak akan nglarang kak Tony buat deket sama cewek lagi. Letha juga sadar kalau selama ini selalu egois. Ta... tapi Letha belum bisa lihat kak Tony menikah hiks... hiks... na...nanti Letha sama siapa kalo kakak udah nikah. Sejak papa sama mama cerai cuma kak Tony yang Letha punya hiks... hiks...” tangis Letha mengejutkan Tony dan Alex.
“Aku takut kak Tony bakal ninggalin Letha sendiri nanti saat kakak sudah nikah. Kakak hiks... hiks... ka kakak boleh kog pacaran tapi jangan nikah dulu kak hiks hiks huaaa kakak” tangis Letha memeluk kakaknya erat.
Tony tersentuh mendengar ungkapan hati Letha. Memang selama ini Letha akan marah besar saat tau ia punya pasangan. Bahkan Letha memusuhi wanita yang dekat dengan nya. Dan setiap Tony bertanya Letha slalu menghindar tidak mau menjawab.
Sekarang Tony tau apa yang membuat Letha seperti itu. Semua ini karna rasa takut ditinggalkan yang dirasakan adik kecilnya. Selama ini Tony pikir dengan melimpahkan kasih sayang yang ia miliki untuk Letha bisa membuatnya lupa akan masalah perceraian orang tua mereka.
‘Pa, ma lihat lah Letha sudah tumbuh remaja tanpa adanya kalian di sini. Entah sampai kapan kalian akan setega ini pada Letha’ batin Tony.
“Sudah jangan nangis terus” ucap Tony melepas pelukannya dan menghapus jejak air mata adik kecil kesayangannya.
“Dengarkan kakak. Kakak enggak akan ninggalin kamu sendirian dek, sekali pun kakak menikah nantinya kamu tetap akan tinggal bersama kakak. Kamu adek kesayangan kakak, apapun yang terjadi kamu akan slalu sama kakak. Dimana pun tempatnya kamu akan slalu sama kakak” ucap Tony memegang kedua bahu Letha.
Letha tersenyum menatap Tony, kakaknya. Letha memeluk kembali kakaknya itu.
Alex yang sedari tadi diam merasa menyesal sudah menjaili Letha. Padahal ia sudah tau Letha sangan sensitif jika membahas calon kakak ipar untuknya.
Alex mengusap punggung Letha lembut, membuat Letha menoleh menatapnya.
“Jangan nangis lagi ya. Maaf tadi itu kakak cuma bohong Tha. Enggak taunya bikin kamu sedih maaf ya” ucap Alex menyesal dibalas senyuman manis Tony dan Letha.
“Enggak apa-apa Lex, karna kejailanmu akhirnya aku tau alasan di balik tingkah Letha yang suka marah-marah kalau aku bawa cewek. Bikin gemes tau gak” gemes Tony mencubit kedua pipi Letha.
“Widihh ada acara apa nih pada berdiri di bawah tangga” sahut seseorang dari arah lantai dua menuruni tangga.
Letha mencebik menatap pria yang tak lain adalah Rio. Letha melepas kan pelukan pada Tony berbalik menuju dapur.
“Letha haus mau minum. Lihat muka om Rio bikin haus” ucap Letha melangkah pergi.
Rio yang mendengar ucapan Letha langsung mencak-mencak tidak terima karna slalu di panggil ‘om’.
“Bodo amat Letha enggak butuh om Rio. Letha udah punya dua pangeran kak Tony sama kak Alex” teriak Letha dari arah dapur.
“Ck ck ck adikmu sangat menyebalkan” kesal Rio.
“Sudahlah biarkan saja dia memang masih bocah” ucap Tony.
“Sorry Ton yang tadi bikin adikmu nangis” ucap Alex.
“Gak apa-apa. Lagian dengan dia bilang tadi aku sedikit lega dan tau apa maunya” jawab Tony.
“Emang tadi ada apa si?” tanya Rio.
“Kepo” sahut Alex dan Tony bersamaan dan berlalu pergi menuju dapur menyusul Letha.
“Ck mereka berdua memang saudara kembar yang terpisah” gumam Rio menyusul.
...****...
Malam harinya Ara duduk di pinggiran kolam dengan kaki yang tercelup ke dalam kolam renang. Sampai sebuah tepukan mengejutkan nya.
“Kak Riko” ucap Ara saat tau siapa orang yang menepuknya.
“Kenapa disini sendiri hm? Apa enggak dingin?” tanya Riko sambil memakaikan jaket di bahu Ara.
Ara tersenyum menatap Riko yang kini ikut duduk di sampingnya.
“Lagi pengen aja kog kak. Dingin sih tadi, tapi kan udah enggak dingin lagi setelah kak Riko bawain jaket. Makasih” ucap Ara tersenyum manis.
“Sama-sama Ra” ucap Riko menatap langit bertabur bintang.
“Bulannya enggak ada Ra. Kamu tau enggak kemana bulannya?” tanya Riko masih menantap indahnya langit malam.
“Emang kemana kak?” sahut Ara penasaran menatap Riko dari samping hingga tatapan keduanya bertemu.
“Bulan itu sekarang mulai bersinar dari seseorang yang special di depannku saat ini. Kamu Ra bulan itu” ucap Riko tersenyum.
Pipi Ara langsung merah merona mendengar gombalan Riko yang receh sekali. Ara berdehem beberapa kali sambil memalingkan wajahnya.
“Kenapa merah muka kamu Ra?” tanya Riko.
“Enggak mana ada” Ara ngeles.
“Dasar nggak mau ngaku” ujar Riko.
“Kak Riko jangan mulai deh reseknya, sehari aja jangan resek bisa nggk sih?” ketus Ara.
“Enggak” jawab Riko membuat Ara kesal.
“Kamu udah belajar belom? Ini udah malam besok kamu juga sekolah kan?” sambung Riko.
“Udah kog tugas dari kak Riko juga udah aku selesain. Tenang aja, aku tau kog kak Riko ngira aku belom selesaikan” tebak Ara menuding Riko sambil tersenyum sinis.
“Dih sok tau dasar bocah” ucap Riko
Next 👉🏻
Jangan lupa like, komen dan vote🔥🔥🔥🔥