
Sedangkan di kamar Ara, Riko masih setia duduk menemani Ara yang masih tertidur pulas. Lisha sendiri sudah istirahat di samping kamar Ara. Perutnya yang semakin buncit membuat Lisha mudah lelah.
“Aku janji akan selalu jagain kamu Ra” ucap Riko sambil mengusap kening Ara lembut.
.
.
.
Ara terbangun dari tidurnya saat hari menjelang malam. Sejenak Ara menatap langit kamar nya mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Sampai ia teringat paket tadi sore. Ara terjingkat ketakutan saat pintu kamarnya terbuka.
“Sayang” sapa Riko di ambang pintu lalu berjalan mendekati kekasihnya.
“Kak Fano” ucap Ara lirih dengan bola mata yang terus menatap setiap sudut kamar.
Riko yang paham akan ketakutan Ara segera memarik tubuh mungil itu ke dalam pelukannya.
“Tenang lah sayang, kamu akan slalu aman di sini. Okay” ucap Riko mengusap punggung dan sesekali mengecup kening Ara.
“Ara takut” tangis Ara memeluk erat tubuh Riko.
“Tenanglah sayang ada aku disini” balas Riko terus menenangkan Ara.
Setelah merasa Ara mulai tenang, Riko melepas pelukannya perlahan berganti menangkup wajah sang kekasih. Menghapus jejas air mata yang tersisa lalu mengecup kening Ara sekali lagi.
“Sekarang kamu tunggu sini sebentar biar aku siapin air panas dulu ya” ucap Riko bangkit menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar Ara pula.
Ara hanya mengangguk menatap punggung Riko yang menghilang di balik pintu kamar mandi. Sampai beberapa menit kemudian Riko keluar dengan Ara yang masih menatap ke arah kamar mandi sedari tadi.
“Sekarang kamu mandi dulu, kalau udah selesai kita turun sebentar lagi kan makan malam. Aku tunggu di luar ya” ucap Riko memberikan handuk biru pada Ara.
“Makasih ya kak. Ara sayang banget sama kak Fano” balas Ara meraih handuk itu lalu memeluk Riko yang tersenyum mendengarnya.
“Sudah-sudah cepat sana mandi kamu sangat bau sayang” ledek Riko.
“Ish menyebalkan” sungut Ara mencubit pinggang Riko.
“Aawww sakit” desis Riko membuat Ara segera berlari ke kamar mandi.
“Awas kau ya” ucap Riko sedikit berteriak saat Ara menjulurkan lidah padanya sebelum masuk ke dalam kamar mandi.
“Ck dasar ternyata aku sangat mencintai bocah itu” gumam Riko tertawa sendiri memgingat tingkah Ara yang mudah berubah.
“Barusan dia menangis ketakutan sekarang kembali menyebalkan. Tapi aku sayang” sambung Riko lalu berjalan keluar kamar.
...****...
“Kak Arumi” panggil Letha memasuki AA Cafe.
Letha tidak peduli dengan pandangan orang saat ini yang terpenting dia harus menemukan Arumi dan mengajaknya menjenguk Ara.
“Kak Arumi” panggil Letha yang sedang melayani pelanggan di lantai dua.
Baru saja Letha akan melangkah mendekat tapi seseorang menahan kerah baju miliknya dari belakang. Letha yang kesal pun segera berbalik dan menatap siapa yang sedang menahannya.
“Bisakah kau tidak mengganggu karyawanku sehari saja” kesal pria di depannya.
Ya bisa di katakan hampir setiap hari Letha akan datang ke cafe untuk menemui Arumi lalu mengajaknya pergi berbelanja atau menemaninya jalan-jalan. Arumi sendiri merasa tidak enak dengan teman yang lain tapi mau bagaimana jika sang tunangan sudah angkat bicara. Belum lagi Alex yang mendukung keinginan Tony.
Sebenarnya Tony sudah menyarankan Arumi untuk berhenti bekerja, tapi Arumi menolak dengan alasan ia masih ingin merasakan bekerja.
“Ck kali ini benar-benar penting” sahut Letha.
“Setiap saat kau akan ucap kan kata penting nona” cibir pria itu.
“Huh aku bahkan bisa gila jika harus terus mendengar ocehanmu” ucap Leo memijat keningnya.
“Kau saja yang terlalu cerewet dan menyebalkan. Kenapa juga mbak Ayu mau nikah sama om-om jelek dan menyebalkan seperti dirimu” ketus Letha sambil melirik kasir dimana Ayu yang sedang menahan tawa.
“Kau gadis tengil berhenti memanggil ku om. Dan apa kau bilang jelek? Apa kau butuh kacamata hah? Kau ini yang menyebalkan. Astaga, kenapa temanku harus memiliki adik sepertinya. Oh ya tuhan” keluh Leo beranjak meninggalkan Letha sambil geleng-geleng kepala.
“Dasar menyebalkan” teriak Letha kesal.
Sedangkan Leo terus berjalan mendekati meja kasir agar terhindar dari virus berbahaya.
*Sedikit info Leo dan Ayu sudah menikah hampir 1 bulan.
“Ah iya kak Arumi” ucap Letha teringat tujuannya.
Letha berjalan mendekati Arumi yang baru saja mengantarkan pesanan pelanggannya. Arumi tersenyum melihat Letha yang berjalan mendekatinya.
“Kak Arumi” manja Letha memeluk lengan Arumi.
“Ada apa hmm? Kakak dengar tadi kamu berdebat dengan pak Leo” tanya Arumi lembut hal itulah yang di sukai Letha dari Arumi.
“Oh iya kakak ikut aku ke rumah kak Alex yuk. Genting banget kak, mendingan sekarang kakak ganti dulu aku tungguin di mobil ya kak. Cepetan” ucap Letha membuat Arumi penasaran.
Arumi langsung pamit ganti dulu dan Letha sendiri berjalan ke arah meja kasir sekedar untuk menyapa Ayu.
“Sore mbak Ayu” sapa Letha.
“Sore adek manis” jawab Ayu tersenyum.
“Aduh dapet senyum manis dari pengantin baru nih” ucap Letha membuat pipi Ayu merona.
“Apaan sih Tha” ucap Ayu malu-malu.
Letha tertawa melihat wajah Ayu yang sedang malu-malu meong.
“Suami mbak Ayu yang resek mana? Kog udah ngilang aja” tanya Letha tertawa kecil.
“Kamu ini ada di berantem gak ada di cari. Mas Leo baru aja naik ke ruang kerjanya” jawab Ayu geleng-geleng kepala.
Tidak lama dari itu Arumi datang dan melihat Letha yang masih berbincang dengan Ayu.
“Kakak kira udah ke mobil dek” ucap Arumi.
“Eh kak Arumi. Belum ini masih bicara sama pengantin baru kak. Ya udah mbak Ayu kak Arumi aku bawa ya. Kami duluan dah mbak” pamit Letha menarik tangan Arumi yang belum sempat berpamitan dengan Ayu.
“Hati-hati” ucap Ayu dibalas anggukan.
Didalam mobil Letha mulai menceritakan tentang apa yang terjadi pada Ara tadi. Dimana Ara mendapatkan paket teror dari orang tidak di kenal. Makanya Letha mengajak Arumi sekalian untuk ikut dengannya menjenguk sekaligus menghibur Ara.
“Ya ampun dek pasti Ara ketakutan” ucap Arumi tanpa embel-embel ‘nona’
“Makanya di sana kan ada kak Lisha, sekalian Letha ajak kak Arumi buat menghibur Ara. Tadi kak Tony juga pesen kalau malam ini kak Arumi ikut menginap di rumah kak Alex” jelas Letha.
“Iya dek” jawab Arumi.
Tak butuh waktu lama mereka pun sampai di depan rumah Alex. Letha dan Arumi segera masuk dan menuju ruang keluarga dimana semua orang sudah berkumpul. Kecuali Ara dan Riko.
Selamat sore menjelang malam sayangnya author. Menuju ending setuju gak nih?
Kita next ya👉🏻
Jangan lupa like, komen dan vote ya🔥🔥🔥🔥👍🏻