My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 129



Hari demi hari berlalu dengan cepat, kesedihan itu sejenak mulai di terima oleh mereka yang kehilangan. Mungkin belum sepenuhnya, terlihat Ara masih suka terdiam di balkon kamarnya. Walau sudah tidak menangis lagi, keterdiaman Ara membuat Fino khawatir.


“Dek” panggil Fino menepuk pundah Ara yang bersandar di sofa balkon.


Ara tersentak saat merasa ada yang menepuknya, sepertinya Ara terlalu asik melamun. Ara menoleh tersenyum melihat Fino yang juga tersenyum padanya.


“Makan siang sudah siap ayo makan dulu” ajak Fino menggapai lengan adiknya. Ara hanya mengikuti langkah Fino menuju meja makan yang sudah ramai.


“Hai sayang sini duduk kita makan” sambut Riko yang pertama kali melihat kedatangan Fino dan Ara.


Riko menarik kursi untuk Ara di sampingnya. Setelah Ara duduk berganti Alex yang menyajikan makan siang untuk nya, berasa Ara menjadi putri dengan tiga pelayan tampan saja. Ara terkekeh dengan pikirannya.


“Kenapa Ra kog ketawa?” tanya Letha di seberangnya.


“Enggak apa-apa, cuma lucu aja berasa jadi tuan putri dengan tiga pelayan tampan” canfa Ara membuat Alex mengacak rambutnya.


“Ada aja kamu dek” ucap Lisha sambil mengusap perutnya.


“Yaudah sekarang kita makan dulu, sekarang giliran Tony kan yang mimpin doa?” ucap Alex memastikan setelah mengambilkan makan untuk Letha.


Tony mengangguk dan mulai memimpin doa sebelum makan, selesai dengan berdoa mereka menikmati menu makan siang dengan selingan candaan ringan dari Letha.


Selesai dengan makan siang mereka bersantai di sofa teras belakang rumah Alex ditemani camilan buatan Arumi. Semilir angin siang ini membuat acara santai mereka semakin santai.


Ara yang berbaring di paha Riko, Letha yang bersandar manja dalam pelukan Alex, dan Arumi yang berbincang dengan Lisha tentang kehamilannya. Lalu dimana Tony dan Fino? Mereka berdua sedang keluar untuk membeli pesanan bumil satu itu, tadinya hanya Fino yang akan pergi tapi karena Lisha tidak mau menjadi obat nyamuk sendiri jadi ia menunjuk Tony ikut bersama suaminya. Mau tidak mau Tony harus mengikuti apa kata bumil dengan berat hati.


“Oh iya Lex, bagaimana dengan gaun pesta nanti malam?” tanya Lisha teringat gaun apa yang ia pakai nanti malam untuk acara ulang tahun perusahan Alex.


Malam nanti mereka akan menghadiri pesta perayaan ulang tahun perusahan Mahesa Corp yang di pimpin oleh Alex. Pesta ini harus di undur lagi dari wkatu yang sudah ditentukan, karena bagi Alex saat itu mereka masih berduka atas meninggalnya papa Fino, Felix.


Dan malam nantilah pesta akan diselenggarakan sekaligus mengenalkan Ara pada public sebagai putri dari keluarga Mahesa dan tunangan Riko.


Ara yang tadinya memejamkan mata dan hampir tertidur karena usapan lembut Riko pun membuka mata lebar mendengar ucapan kakak iparnya itu.


“Warna biru kan?” tanya Ara dengan wajah penuh harap.


“No no no, warna gold yang akan di pilih kak Alex. Ra” ucap Letha mendahului Alex sambil menggoyangkan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri.


“Kog gitu sih Ara mau nya kan war-“


“Ok stop! Ingat ucapan kakak kemarin? Kakak yang akan menentukannya” Alex memotong ucapan Ara, kalau tidak sudah pasti mereka akan mendengar perdebatan lagi.


“Udah dong sayang jangan cemberut” ucap Riko menusuk-nusuk pipi Ara yang masih berbaring di pahanya.


“Ara pengen warna biru” rengek Ara menatap Riko dari bawah membuat Riko gemas sendiri.


“Jadi?” tanya Lisha pada Alex mengabaikan Ara dan Letha yang saling merengek dengan warna pilihan masing-masing.


“Semua sudah siap kog nanti sore juga bakal ada yang bawain ke rumah gaun buat kalian” jawab Alex merangkul Letha yang masih merajuk sama hal nya dengan Ara.


.


.


.


.


Malamnya keempat pasangan itu sudah siap dengan gaun dan jas yang menambah keanggunan dan ketampanan mereka. Ara tak hentinya tersenyum sepanjang acara berjalan. Bagaimana tidak ternyata Riko memberi kejutan gaun berwarna biru langit cantik dengan beberapa hiasan bunga. Ara dan Letha dibuat kegirangan saat melihat warna gaun sesuai keinginan mereka saat menerima gaun sore tadi.


Jika gaun Ara berwarna biru langit dan Letha berwarna gold, maka Lisha memakai gaun berwarna abu-abu silver pilihan suaminya. Begitu juga dengan Arumi memakai gaun berwarna maroon warna kesukaannya dan yang pasti pilihan kekasihnya itu.


Singkat cerita para pria sengaja meminta perancang gaun terbaik untuk pasangan mereka malam ini dengan perpaduan warna yang sangat cantik.


Setelah acara sambutan Alex selaku pemimpin Mahesa Corp tadi, tidak lupa mengenalkan Ara sebagai adiknya dan Riko selaku tunangan adiknya. Alex juga mengumumkan bahwa dirinya akan segera menikah, hal itu membuat Letha tersipu malu bercamput bahagia. Karena sebelumnya Alex tidak berbicara dulu padanya. Alex sendiri juga memanggil Letha untuk berdiri di sampingnya sebagai calon istri.


Alex ingin dunia tau kalau Letha hanya akan menjadi miliknya. Bahkan di depan para tamu undangan Alex tidak sungkan untuk mencium kening Letha. Ara sendiri merasa bahagia dengan niat baik kakaknya itu. Inilah yang ia rasakan akan ada pelangi setelah hujan badai.


Berbeda dengan Alex dan Letha yang bahagia dengan ucapan Alex tadi, Tony merasa sedih karena akan melepas sang adik dalam waktu dekat dan mereka akan saling memiliki keluarga masing-masing. Tak terasa waktu berlalu sangat cepat ia merasa baru kemarin menggendong Letha ke taman dan bermain. Sekarang adik kecilnya akan segera menikah dalam waktu dekat.


“Kak Fano tau gak? Ara bahagia banget setelah apa yang Ara lewati” ucap Ara menatap pria tampan di sampingnya.


“Aku tau itu” ucap Riko mengecup kening Ara penuh kasih.


“Makasih ya kak untuk semuanya” gumam Ara memeluk Riko erat.


Riko tak kalah erat memeluk Ara mengabaikan keramaian pesta dimana mereka berdiri. Ara bahkan seakan lupa kalau mereka berdua bisa menjadi perhatian tamu undangan lainnya. Dan benar saja mereka berdua menjadi pusat perhatian, Letha yang tidak mau kehilangan moment segera mengambil ponsel milik Alex dan mengarahkan kamera ponsel pada Riko dan Ara yang sedang berpelukan.


“Kenapa difoto?” tanya Alex merangkul pinggang Letha.


“Moment langka” Alex terkekeh mendengar jawaban Letha.


Kembali pada sepasang kekasih yang saling berpelukan itu. Ara mendongak dan melirik sekitar, ia baru sadar bahwa mereka sedang berpelukan di tengah pesta dan menjadi pusat perhatian tak dikit jepretan kamera tertuju pada nya dan Riko.


“Kak Fano” cicit Ara dibalas gumaman oleh Riko.


Riko menahan tawa mendengar cicitan lirih kekasihnya yang sudah sadar dimana mereka sekarang berpelukan.


“Ara malu” lirih Ara membuat Riko terkekeh dan melepas pelukannya. Ara menunduk menyembunyikan wajah merah merona miliknya.


“Tuan putrinya maluuu” teriak Tony menggoda Ara membuat Ara berlari ke arah Alex dan Fino yang berdiri tidak jauh darinya.


Para tamu undangan tertawa melihat tingkah menggemaskan Ara yang kinj berpindah memeluk Alex. Riko tertawa sambil menghampiri kekasihnya itu.


Tidak lama seorang fotografer menghampiri mereka dan memberi tahu untuk naik kepanggung untuk foto bersama. Mereka pun mengikuti instruksi tersebut. Di atas panggung empat pasangan serasi berfoto bersama. Di tengah ada Riko, Ara, Alex dan Letha, lalu di sisi kiri Letha ada Lisha dan Fino. Tidak lupa dengan Arumi dan Tony di sisi kanan Riko. Senyum bahagia terpancar dari raut empat pasangan itu.


...-End-...


Akhirnya author bisa up juga hari ini setelah sekian lama enggak bisa menyapa kalian semua, karena kesibukan ini. Author juga merasa lega banget akhirnya bisa selesaiin cerita ini, dan semoga kalian suka. Makasih juga buat dukungan kalian semua❣️


Love you buat kalian semua🥰❣️


Kira-kira ada yang setuju gak kalo ada extra part nya? Kalau ada kalian mau pasangan yang mana?


-Laurensius Riko Zafano & Arabella Mahesa ✅


-Alexander Mahesa & Aletha Lutfiana wijaya ✅


-Alfino Xelo Alardo & Aalisha Darwin Alardo ✅


-Antonius Wijaya & Arumi ✅


Jangan lupa like, komen dan vote ya🔥🔥🔥


Sampai jumpa di novel aku selanjutnya😉


Jangan lupa mampir yuk di cerita aku yang lain,


-Tentang Cinta


-My December


Makasih😉🥰❣️