
“Ck mbak Ayu udah deh gak usah resek ih” kesal Letha.
“Siapa juga yang resek mbak kan cuma ngingetin Letha kecil ini” ucap Ayu tertawa kecil.
“Letha udah besar ya mbak” sungut Letha.
“Ada apa sih asik banget. Letha kerjaan kamu udah selesai emang” tanya Leo menghampiri mereka.
“Ck gak yang cewek gak yang cowok sama aja” ketus Letha berlalu pergi.
Leo menatap Ayu dengan raut bingung, sedangkan Ayu sendiri hanya mengangkat bahu sambil tersenyum.
“Letha kumat lagi? Ck dasar bocah” kata Leo.
“Sama kayak kamu. Dah tungguin kasir dulu, aku mau ke kamar mandi bentar” ucap Ayu berlari kecil.
Leo yang melihat tingkah tunangannya hanya menggelengkan kepala.
“Sepertinya kehadiran Letha menularkan virus berbahaya. Ck ck ck” gumam Leo.
Di tempat lain Riko baru saja memarkirkan mobil sport keluaran terbaru miliknya di basement apartement yang ditinggali Ara.
Keluar dari mobil Riko segera berjalan menuju lift yang sudah tersedia di basement. Ia menekan tombol 7 dimana Ara tinggal di lantai tersebut.
Ting
Pintu lift terbuka Riko pun segera menuju pintu kamar apartement Ara. Beberapa kali ia menekan bel tapi Ara tidak kunjung membuka.
10 menit berlalu dan Riko masih menunggu Ara membuka pintu. Bayangan waktu itu membuatnya merasa cemas, takut akan terjadi sesuatu yang menimpa Ara.
Riko pun mengeluarkan ponsel untuk menghubungi Fino barang kali ia tau sekarang dimana Ara atay mungkin ia akan meminta no sandi apartement Ara.
“Halo Fin”
“Halo ada apa Rik? Mas Fino lagi pergi keluar lupa gak bawa ponsel” ucap wanita disebrang sana.
“Loh emang mas Fino gak bilang? Ara kan lagi keluar sama Letha tadi sepulang sekolah. Tadinya kakak mau ajak Ara makan malam bareng eh udah ada janji dulu sama Letha ternyata” ucap Lisha.
“Fino gak bilang tuh kak. Yaudah kalo gitu makasih kak” ucap Riko memutus sambungan telepon.
Riko pun memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Padahal ia sudah berencana ingin mengajak Ara keluar menemaninya mencari kado untuk ulang tahun Lisha 3 hari lagi.
“Baiklah mungkin besok kita bisa pergi bareng” gumam Riko pergi.
Kembali ke cafe.
Ara baru saja terbangun dari tidurnya. Sambil mengumpulkan nyawa ia menatap sekitar yang terlihat asing sampai ia ingin kejadian sore tadi dan ternyata ia tertidur.
Ara langsung melompat berlari ke cafe tanpa membenahi tampilannya yang acak-acakan itu.
Jam dinding menunjuk pada angka 6 itu berarti ia sudah tertidur selama sejam. Karna saat ia istirahat tadi masih jam 5.
Dari jauh Ara melihat seorang pria asing berpakaian serba hitam berdiri di balik kasir. Ara merasa curiga, ia menoleh kesana kemari mencari mbak Ayu yang entah dimana. Yang ia dapat hanya Leo, Letha dan beberapa karyawan yang masih sibuk melayani pelanggan cafe di dalam maupun di luar.
Jadi AA Cafe menyediakan tempat outdoor maupun indoor. Dimana letak outdoor terletak di samping cafe. Sedangkan indoor dilantai satu dan dilantai dua terdapat rooftop yang juga dapat dinikmati pengunjung. AA Cafe merupakan cafe yang ramai dikunjungi karna desainnya yang instagramable banget.
Ara berlari ke kasir dan memukul pria itu dengan sapu yang dia ambil tadi.
Bug bug bug
Pukul Ara kencang membuat pria itu merasa kesakitan saat dipukuli oleh salah satu karyawannya yang kesetanan itu.
“Dasar kau bisa-bisa nya mencuri disaat cafe banyak pengunjung hah. Dasar kau. Apa kau tidak bisa bekerja yang lebih baik daripada mencuri seperti ini hah” omel Ara masih memukul pria itu.
“Hei hei hentikan kamu salah paham hei” teriak pria itu kesakitan.
Kira kira siapa ya yang dipukul Ara? Sadis banget deh Ara tuh😆
Tetap ikuti kelanjutan ceritanya ya gais🔥