My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 12



Bel istirahat baru saja berbunyi Ara dan Letha memutuskan untuk segera ke kantin. Sesampainya di kantin mereka bingung melihat sudah tidak ada lagi meja kosong.


“Kenapa gak ada yang kosong sih” kesal Ara.


“Ra lihat deh disana masih ada dua kursi kosong” tunjuk Letha.


“Jangan mulai deh Letha di sana tuh ad-“


Belum selesai Ara bicara Letha sudah menarik tangannya menuju meja disudut kantin.


“Permisi pak bu, boleh gabung? Soalnya cuma disini yang masih kosong” ucap Letha tersenyum.


Fino, Riko dan Lisha mendongak menatap Letha dan Ara dibelakangnya lalu tersenyum.


“Letha, Ara ayo duduk” kata Lisha.


Letha segera duduk disebelah Lisha yang berarti hanya tersisa satu kursi disampingnya. Letha menoleh menarik tangan Ara agar segera duduk.


Dengan meja yang berbentuk melingkar Ara duduk diantara Letha dan Riko, bersebrangan dengan Fino dan Lisha.


“Kalian sudah pesan?” Tanya Lisha.


“Belum bu” jawab Lisha karna Ara memilih untuk diam.


“Baiklah mari kita pesan. Mbak mbak” kata Fino memanggil mbak kantin yang kebetulan baru pengantarkan pesanan.


“Iya pak, mau pesan apa?” tanya mbak Atik.


“Saya mie ayam sama es teh, kamu mau makan apa yang?” Tanya Fino.


“Aku pengen soto sama teh anget aja mas” jawab Lisha.


“Letha?” Tanya Fino.


“Soto sama es teh” jawab Letha.


Belum juga Fino bertanya pada Ara dan Riko, mereka sudah menjawab bersamaan.


“Baso sama jus jeruk” kata Ara dan Riko.


Ara melirik tajam pada Riko yang duduk di sampingnya. Berbeda dengan Riko yang tersenyum.


Fino terkekeh mendengar perkataan mereka yang bersamaan. Sedangkan Lisha dan Letha hanya tersenyum kecil.


“Jadi mie ayam satu, soto dua, basonya dua. Trus teh hangatnya satu, es tehnya dua, jus jeruknya dua” ucap Fino.


“Ditunggu dulu ya pak, bu, dek. Saya permisi dulu” kata mbak Atik berlalu pergi setelah mencatat semua pesanan.


Sambil menunggu pesanan datang, sesekali mereka berbincang hal lucu. Tapi tidak dengan Ara yang sedari tadi lebih memilih diam dan bermain ponselnya.


Riko sedikit kesal saat Ara lebih memilih sibuk dengan ponselnya. Hal itu slalu membuat rasa ingin taunya meningkat berkali kali lipat.


Ting...


Ting...


Ting...


Ting...


Suara pesan masuk terus terdengar dari ponsel Ara.


^^^*Pria misterius**🧐*^^^


^^^Siang malaikat kecilku🥰^^^


^^^Bagaimana sekolahmu hari ini?^^^


^^^Apa kau sudah makan? Ini waktunya istirahat bukan? ^^^


^^^Jangan lupa makan dan tetaplah jaga kesehatanmu.^^^


^^^Malaikat kecilku🥰^^^


Me


Kau slalu memanggilku dengan sebutan ‘malaikat kecilku’


Kau ini siapa?


Ara menatap layar ponselnya berharap ia akan mendapat balasan. Beberapa hari ini ia mencoba membalas setiap pesan dari kontak yang ia namai ‘Pria Misterius’ itu. Tapi ia tidak pernah mendapat balasan apapun.


Ara yang terlalu fokus denga ponselnya tidak menyadari kalau pesanan sudah datang.


“Letakkan ponselmy dan makan” ucap Riko menarik ponsel Ara dan meletakkannya di meja.


Ara mendengus dan langsung melahap baso yang sudah membuat perutnya terus berbunyi.


“Pelan-pelan Ara makannya” kata Lisha memperingatkan.


Ara mengangguk mendengar penuturan kakak iparnya itu. Mereka makan dengan lahap tidak ada yang mengeluarkan suara apapun.


Lisha dan Ara terlihat paling lahap dan hal itu membuat Fino dan Riko diam diam tertawa kecil. Sedangkan Letha tampak tenang memakan soto yang ia pesan.


...****...


Ok gais kira kira siapa ya pria misterius yang sudah beberapa kali muncul?


ayo tebak😊