My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 108



Sesampainya di rumah sakit Ara segera di tangani oleh dokter Heru. Alex dan Riko duduk di ruang tunggu dengan rasa lega dan cemas. Lega karna mereka berhasil menjebak lawan dan cemas dengan kondisi Ara.


Tidak lama kemudia dokter Heru keluar dan menyampaikan luka di kening Ara tidak terlalu parah, Ara hanya butuh istirahat yang cukup karna terlalu syok dengan apa yang terjadi dan nanti malam sudah bisa pulang.


Alex dan Riko bisa bernafas lega mendengar penjelasan dokter Heru. Alex menepuk bahu Riko pelan sambil berkata.


“Thanks atas bantuanmu” kata Alex.


“Kau tau ini semua berkat usaha kita dalam semalam” ucap Riko tersenyum tipis.


\~ Flashback \~


Saat semua sudah tidur Alex, Tony, Fino dan Riko kembali berkumpul di ruang kerja Alex. Lebih tepatnya di dalam ruang rahasia yang berada di ruang kerja Alex. Tadinya hanya Tony yang tau tempat ini tapi sekarang bertambah Fino dan Riko.


Diruangan ini banyak tersimpan dokumen penting perusahaan, beberapa senjata pribadi Alex, dan tempat dimana Alex bisa mengakses rekaman cctv setiap harinya yang tidak bisa terhapus. Sekali pun di ruang cctv di lantai satu sudah di hapus.


“Sekarang kita bahas semuanya dan susun rencana sematang mungkin” ucap Alex.


“Anak buahku dan Fino sudah bisa menyusup di antara anak buah wanita ular itu dan tuan Felix” jelas Riko.


“Yang di bilang Riko benar. Saat ini mereka sudah berhasil menyusup dan kita sudah tau dimana papa ku berada” tambah Fino.


“Dan saat ini anda terus di awasi oleh beberapa anak buah tuan Felix dan Clara tuan” sambung Tony.


“Apa diantara mereka ada anak buah Fino dan Riko?” tanya Alex memastikan.


“Sudah tuan” jawab Tony.


“Baik besok aku akan mengajak Ara ke makam kedua orang tua kami lalu jalan-jalan sebentar di mall. Tony pastikan kau menyiapkan dua mobil dengan plat nomor yang sama persis saat aku memarkirkan nya di basement lantai tiga. Kau paham mau ku bukan” ucap Alex.


“Baik tuan” jawab Tony.


“Memang untuk apa?” tanya Fino.


“Karena mobil pertama di pastikan rem nya putus” enteng Alex.


“Bagaimana bisa kau menebaknya?” tanya Fino.


“Karena aku sudah mengirimkan seseorang menjadi pelayan untuk wanita ular itu. Dan darinya aku mendapat informasi yang akurat” ucap Alex.


“Senjata makan tuan kah?” tanya Riko tertawa di ikuti Fino dan Tony.


Alex sendiri hanya tersenyum tipis.


“Mereka terlalu bodoh sampai tidak menyadari ada nya penyusup di belakang mereka. Oh iya bagaimana dengan pelayan itu Ton?” tanya Alex.


“Seperti biasa hanya demi uang ia berani berbuat jahat dan saat ini ia sedang di sekap di tempat biasa tuan” jawab Tony.


“Memang ada apa?” tanya Riko.


“Pria tua itu menyuruh salah satu pelayannya untuk menyusup ke dalam rumahku. Mungkin untuk beberapa hari ku biarkan tapi tidak setelah kejadian sore tadi” jelas Alex menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.


“Baiklah lupakan pelayan itu, kalau begitu kita bagi tugas sekarang” ucap Riko.


“Besok kau dan Tony ambil alih salah satu mobil yang di pakai anak buah wanita itu. Dan Fino tetaplah di rumah menjaga istrimu. Arumi dan Letha. Aku sudah siapkan bodyguard terbaik untuk menjaga rumah ini” ucap Alex.


“Dan sampai kan pada Dion untuk memberikan semua bukti-bukti kejahatan pria tua itu dan kerjasamanya dengan wanita itu besok pagi ke kantor polisi. Suruh dia menghubungi pak Rudi orang kepercayaanku” pesan Alex pada Tony.


“Baik tuan” jawab Tony.


“Semoga besok berjalan lancar” ucap Fino.


“Amin” ucap mereka.


“Kalau begitu kita kembali ke kamar dan istirahat untuk persiapan besok” ucap Alex.


\~ Flashback Off \~


“Sebaiknya kita masuk sambil menunggu kabar dari Tony dan anak buahnya. Sekalian bilang pada Fino untuk tidak perlu menyusul karna nanti malam kita akan pulang” ucap Alex pada Riko.


“Ck kau ini suka menyuruh orang ga ternyata” dengus Riko.


“Ya sudah sana pergi” usir Alex lalu masuk keruang rawat Ara di ikuti Riko yang terus menggerutu.


...****...


Sedangkan di salah satu cafe yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Clara masih tidak percaya dengan rencananya yang gagal.


“Bagaimana bisa? Bukannya rem mobil itu sudah di putus? Sial dasar tidak becus” kesal Clara.


Clara bangkit pergi dari cafe dengan wajah kesal penuh amarah. Ia terus saja menggerutu menyalahkan anak buahnya yang tidak becus itu.


Baru saja memasuki mobil, ponsel Clara berdering dan siapa lagi kalau bukan tuan Felix yang menghubunginya. Clara segera menggeser tombol hijau.


“Dasar wanita tidak berguna bagaimana bisa rencanamu gagal hah!” bentak tuan Felix murka.


“Kau tau karna kegagalanmu itu kita menjadi buronan para polisi sialan itu” kesal tuan Felix.


“Maksud anda?” tanya Clara bingung.


“Pelayanmu itu adalah penghianat dan dia juga yang memberikan semua informasi pada Alex. Dasar kau memang wanita tidak berguna. Mendekamlah saja sana di penjara” ujar tuan Felix memutuskan sambungan.


“Halo halo ah sial” kesal Clara mbanging ponselnya ke samping.


“Sial! Aku gak mau masuk penjara. Apa yang harus ku lakukan? Berpikir Clara berpikirlah” panik Clara.


Tok tok tok


Bola mata Clara membulat seketika saat melihat dua polisi berdiri mengetuk pintu mobilnya. Wajahnya mulai panik.


Tok tok tok


Bukannya keluar Clara segera menyala kan mobilnya dan kabur dari dua polisi tadi. Melihat Clara yang berusaha kabur, akhirnya terjadi kejar-kejaran antara polisi dan Clara.


“Sialan kau Felix! Kau dengan mudah kabur dan membiarkan aku” kesal Clara.


Clara terus melaju dengan kecepatan tinggi agar tidak tertangkap oleh polisi. Clara melirik spion, di belakangnya sudah ada empat mobil polisi yang mencoba menangkapnya.


“Sial kenapa banyak banget sih? Berpikirlah Clara kau harus cepat sembunyi” panik Clara.


Clara tersenyum menatao ke depan sana dimana palangan kereta mulai turun menandakan sebentar lagi kereta api akan melintas. Tanpa pikir panjang Clara menancapkan gas berharap dengan ini ia bisa lolos dari kejaran para polisi.


Namun naasnya setelah menabrak palangan itu, mobil Clara terseret jauh oleh kereta yang melintas dengan cepat. Kecelakaan pun terjadi dan mobil Clara terseret jauh dan beberapa kali berguling. Dan karena kecelakaan itu Clara meninggal di lokasi kejadian.


...****...


Di dalam mobil lain terlihat seorang pria paruh baya juga sedang kabur sebelum polisi menemukannya. Dia adalah Felix Alardo.


“Sial kenapa jadi seperti ini” teriak Felix memukul stir kemudinya.


“Bahkan perusahaanku diambang kebangkrutan. Dan ini semua karna keturunan Mahesa itu” kesal Felix.


Felix melaju dengan cepat menuju luar kota untuk bersembunyi semantara. Sampai ia bisa kembali dan melenyapkan Alex dan Ara.


Okay sampai sini dulu ya gais. Lanjut yuk👉🏻


Jangan lupa like, komen dan vote🔥🔥🔥🔥