My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 115



“Aletha Lutfiana Wijaya mau kah kau menjadi istri dan ibu dari anak-anak ku nantinya” sambung Alex dalam satu tarikan nafas.


Letha tidak pernah menyangka bahwa Alex akan menyatakan perasaannya saat ini, bahkan sampai melamarnya. Air mata haru mulai membasahi pipi Letha, bibirnya seakan kaku untuk menjawab ucapan Alex. Ternyata cintanya selama ini tidak bertepuk sebelah tangan.


Letha hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban bahwa dirinya menerima lamaran Alex yang tiba-tiba itu. Sejujurnya Alex merasa tegang saat ini, tapi Alex tersenyum lebar saat Letha menerimanya dan mulai memasangkan cincin itu di jari manis Letha. Biarkan sejenak ia melupakan masalah yang rumit ini.


“Makasih sayang” ucap Alex memeluk Letha yang masih menangis karna haru.


“Jangan nangis lagi dong” ucap Alex melepas pelukannya dan mengusap pipi Letha lembut.


“Letha tuh terharu tau kak, ternyata cinta Letha enggak bertepuk sebelah tangan. Letha juga takut kalo ini cuma mimpi” tangis Letha.


Alex tersenyum mendengarnya, Alex merasa dirinya pria yang bodoh dan tidak peka terhadapan perasaan Letha selama ini yang ternyata mencintai dirinya.


Cup.


“Kamu gak lagi mimpi sayang, maaf kakak gak peka dan udah buat kamu menunggu” ucap Alex mengecup kening Letha.


Letha mengangguk dan melepas pelukannya. Letha tersenyum menatap jari manisnya yang baru saja tersemat cincin cantik dari pria yang diam-diam ia cintai.


“Kamu suka?” tanya Alex mengusap rambut panjang Letha.


“Suka banget kak, eh tunggu dulu kog cincin ini bisa di kakak. Kan waktu Letha balik ke toko itu buat beli cincinnya udah dibeli orang. Kata pegawai tokonya cincin itu cuma ada satu. Letha sedih tau pas dengernya, coba aja pas pertama lihat Letha bawa dompet kan enggak akan keduluan orang lain. Tadi nya tuh mau pinjem uang Ara tapi gak jadi. Padahal Ara sendiri juga udah nawarin buat pakai uangnya dulu. Tapi gak apa-apa karena sekarang cincinnya udah ada di jari manis Letha dari orang yang diam-diam Letha cintai” ucap Letha dengan wajah polosnya.


Alex menahan tawa menatap wajah polos Letha yang terus saja bicara tanpa henti. Sampai akhirnya Letha terdiam dan menatap lekat wajah Alex.


“Kenapa liatin kakak kayak gitu” tanya Alex pura-pura tidak tau apa yang tengah di pikirkan kekasihnya itu.


“Tunggu dulu cincin ini kan cuma ada satu dan udah di beli orang. Jadi... Jadi orang itu kakak” pekik Letha di akhir.


Alex tertawa dan mencubit gemas kedua pipi Letha saat Letha baru saja menyadarinya.


“Gemes tau lihatnya” gemas Alex.


“Sakit tau kak” rengek Letha.


“Masak sih, aduh kasian sampai merah” ucap Alex berganti mengusap pipi Letha.


“Jadi kakak yang beli cincin ini? Kog bisa? Atau jangan-jangan kakak ngikutin Letha ya diam-diam” tuding Letha.


“Iya kakak yang beli cincin itu special buat kamu. Kebetulan waktu itu kakak baru aja ketemu klien trus liat kamu yang tertarik dan suka banget sama cincin ini, tapi gak jadi dibeli. Pas kakak mau samperin kamu sama Ara telpon kakak bunyi. Jadi kakak angkat telpon dulu, eh pas udah selesai telpon kalian udah gak ada gak tau kemana. Jadi kakak mutusin untuk masuk ke toko itu dan tanya sama pegawai tokonya. Di situlah kakak tau kalau kamu suka tapi karena gak bawa dompet dan gak mau minjam Ara. Jadi kakak beli buat nglamar kamu dan sekarang cincin cantik ini udah tersemat di jari manis kamu. Jadi jangan pernah untuk melepasnya” jelas Alex panjang lebar yang membuat Letha senyum-senyum sendiri mendengarnya.


“Makasih ya kak” ucap Letha memeluk Alex.


“Sama-sama sayang” ucap Alex membalas pelukan Letha.


“Makasih udah mau menerima kakak” sambung Alex.


Mereka saling berpelukan tanpa menyadari sepasang mata yang sedari tadi menatap mereka, siapa lagi kalo bukan Tony. Tony baru saja pulang dan secara tidak sengaja menjadi saksi dimana Alex menyatakan cinta pada adiknya. Sudah cukup lama ia berdiri dan dua anak manusia itu belum juga menyadarinya.


“Akhirnya mereka saling mengungkapkan perasaan juga, dasar bucin” gumam Tony tersenyum.


Tony pun berjalan masuk melewati mereka. Dan seperti dugaan Tony mereka bahkan tidak menyadari ada orang yang lewat.


‘Apa aku berubah menjadi tak kasat mata? Ck bucin aja terus’ desis Tony terus berjalan masuk mencari Arumi.


Ara mengerjab membuka kedua matanya saat merasakan usapan lembut di kepalanya. Dan hal pertama yang ia lihat adalah wajah tampan kekasihnya.


“Maaf mengganggu tidurmu” ucap Riko sambil mengecup kening Ara yang terasa sedikit hangat.


“Kamu demam sayang” ucap Riko panik.


“Enggak kak, kepala Ara cuma pusing dikit” serak Ara khas oranf bangun tidur.


“Yaudah kamu istirahat aja ya, mau kakak ambilin makan?” tanya Riko lembut mengusap pipi Ara.


“Ara masih kenyang kak” tolak Ara membuat Riko menghela nafas.


“Makan dikit ya, kamu kan belom makan siang sayang ini juga udah mau jam 2 lo. Makan dikit ya trus minum obat biar gak pusing lagi” bujuk Riko.


“Yaudah Ara mau makan tapi di bawa ke kamar aja ya kak” ucap Ara.


“Iya di bawa kesini, kakak ambilin dulu ya makannya” ucap Riko bangkit.


Di ruang makan sudah ada Alex, Tony, Letha dan Arumi. Sedangkan Fino dan Lisha baru saja berangkat kerumah orang tua Lisha dan akan bermalam disana untuk dua hari kedepan. Lisha sedang ingin makan masakan sang mama, makhlumlah si bumil lagi nyidam.


“Ara mana kak?” tanya Letha yang mulai memanggil Riko dengan sebutan ‘kak’ bukan ‘pak’ lagi.


“Ara kurang enak badan tapi kalian tenang aja soal nya Ara cuma pusing” ucap Riko membuat Alex khawatir.


“Apa perlu di panggilkan dokter?” tanya Alex cemas.


“Tenanglah Lex, Ara menolak saat aku akan menghubungi dokter. Ara hanya butuh istirahat saja” jelas Riko sambil mengisi piring dengan nasi, sayur dan lauk.


“Apa perlu ku buatkan susu atau teh hangat?” tanya Arumi.


“Tidak usah Ara hanya minta air putih saja” ucap Riko.


“Baiklah kalian makan sianglah, aku akan makan bersama Ara di kamar” pamit Riko dengan nampan berisi piring dan dua gelas.


“Kau bilang makan bersama Ara di kamar tapi kau hanya mengisi satu piring jika kau lupa” cibir Alex.


“Sepiring berdua lebih nikmat” ucap Riko sambil berjalan menjauhi ruang makan.


”Ck dasar” desis Alex.


“Sayang sepertinya nanti malam akan ada pesta kecil-kecilan” ucap Tony saat Arumi mengambilkannya makan.


“Kenapa begitu?” tanya Arumi.


“Ya karna tadi saat aku pulang ada pasangan baru yang saling mengutarakan rasa. Bahkan sampai melamar tanpa meminta ijin dari kakak perempuannya” cibir Tony melirik Alex dan Letha.


Arumi yang paham maksud dari ucapan Tony hanya tersenyum menahan tawa. Sedangkan Alex dan Letha sama-sama cuek akan cibiran Tony. Sungguh pasangan yang serasi dan sehati.


Halo semua selamat sore menjelang malam. Sambil nunggu adzan magrib nih author up lagi special buat kalian karna author dah beberapa kali gak up🤗


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya like, komen dan vote🔥🔥🔥🔥