My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 76



Beberapa hari kemuadian.


Setelah menjalani perawatan dirumah sakit, Ara sudah diperbolehkan pulang ke apartementnya dan menjalani aktivitasnya kembali.


Seperti pagi ini Ara sudah siap dengan seragam sekolahnya. Ia berjalan menuju meja makan dimana seorang pria tampan sedang sibuk menyajikan berbagai hidangan yang ia bawa tadi di atas meja.


Pria itu tersenyum melihat kedatangan Ara. Ia berjalan mendekati Ara membawanya untuk duduk.


“Selamat pagi Ara” sapa pria itu duduk di samping Ara.


“Selamat pagi kak Alex” ucap Ara tersenyum bahagia.


“Bagaimana tidurmu semalam?” tanya Alex sambil menyiapkan nasi dan lauk untuk sarapan Ara.


“Sangat nyenyak kak” kata Ara semangat.


“Kalo begitu sekarang kamu makan dulu” ucap Alex menyodorkan sepiring nasi dan lauk.


“Waahh makasih banyak ya kak, beberapa hari ini Ara jadi ngrepotin kakak terus” ucap Ara.


“Mana ada ngrepotin. Kamu itu adek kakak jadi gak akan pernah ngrepotin kakak” ucap Alex mengacak rambut Ara.


Ara terdiam menatap lekat mata Alex setelah mendengar ucapan Alex. Ia merasa ada yang disembunyikam oleh Alex dan Fino darinya.


‘Kenapa aku merasa kak Alex dan kak Fino seperti menyembunyikan sesuatu sih dari aku? Kan aku jadi penasaran, kira-kira apa yang mereka sembunyikan dari aku?’ batin Ara bertanya-tanya.


“Ara... Ara... Hei...” panggil Alex menepuk bahu Ara pelan.


Ara pun tersadar dari lamunannya dan menatap Alex dengan cengiran khasnya.


“Kenapa nglamun? kesambet setan loh” ucap Alex.


“Hehehe gak akan ada setan yang berani sama aku kak” canda Ara.


“Sudah-sudah jangan bercanda terus, sekarang kita sarapan dulu. Nanti kamu keburu telat loh. Apa lagi ini hari pertama ujian” ucap Alex.


“Habisin makanannya biar semangat nanti” sambung Alex mengusap kepala Ara lembut.


“Siap kak” jawab Ara menyantap makananannya begitu juga dengan Alex.


Hari ini Ara akan mengikuti ujian tingkat akhir. Setelah pulang dari rumah sakit kemarin, Riko slalu membimbingnya dalam belajar dan menjelaskan setiap materi yang tidak di pahami Ara. Mengingat Ara sempat jatuh sakit dan dirawat beberapa hari di rumah sakit membuatnya tertinggal pelajaran.


Sedangkan Alex tidak pernah absen membawakan sarapan untuk nya sebelum ia berangkat ke kantor seperti pagi ini.


Fino dan Lisha slalu datang saat sore hari bersamaan dengan Riko yang mengajar Ara sampai malam.


Mereka membagi waktu untuk bisa bersama Ara, sesuai perjanjian di rumah sakit waktu itu. Dimana Fino, Riko dan Alex berebut dalam merawat Ara.


Hingga akhirnya Lisha menyarankan, selama Ara mempersiapkan ujian sampai selesai nanti Alex akan datang di pagi hari sambil membawakan sarapan dan mengantar Ara berangkat sekolah. Lalu Fini dan Riko datang di sore hari sampai malam untuk membantu Ara dalam belajar. Dan pada akhirnya mereka menyetujui saran Lisha.


Kembali ke Ara dan Alex.


Setelah selesai dengan sarapan mereka segera bergegas menuju sekolah Ara. Sesampainya di depan gerbang sekolah Ara berpamitan pada Alex.


“Tunggu dulu Ra” ucap Alex menahan Ara yang hendak keuar.


“Ada apa kak?” tanya Ara menatap Alex.


“Semangat ya ngerjain soalnya. Jangan keburu pelan-pelan aja. Semoga di lancarkan nanti saat ngerjain soalnya ya” ucap Alex menyemangati Ara sambil mengusap rambutnya.


“Sama ini buat kamu” sambung Alex memberikan kotak dengan pita sebagai talinya.


“Apa ini kak?” tanya Ara membuka tali pita itu.


“Coklat” pekik Ara kesenengan.


Ara menatap Alex lalu memeluknya sesaat. Tak sedikit pun senyum Ara luntur, ia merasa bahagia.


“Makasih ya kak” ucap Ara tersenyum.


“Sama-sama” ucap Alex tersenyum.


“Kalo gitu Ara pamit dulu ya kak” kata Ara menyalami tangan Alex.


“Semangat” ucap Alex saat Ara beranjak pergi menjauhi mobilnya.


Alex tersenyum menatap Ara yang semakin jauh sampai tak terlihat lagi. Ia pun segera menancapkan gas menuju kantor.


Sesampainya di kelas Ara disambut dengan kehebohan Letha seperti biasanya. Ara hanya bisa menghela nafas melihat tingkah bar-bar Letha yang entah kapan sembuhnya.


Ting


Sebuah pesan masuk membuat Ara mengernyit menatap ponselnya. Tak lama kemudian senyum manis terlihat di wajah cantik Ara.


^^^*Pria Misterius **🧐*^^^


^^^Semangat ujiannya ya🥰^^^


Pesan singkat yang mampu membuat Ara semakin semangat. Sampai detik ini Ara bahkan belum juga tau siapa pria misterius yang slalu mengirimi dirinya pesan.


‘Sebenernya kamu siapa sih? Bikin aku penasaran. Tapi ya sudahlah selagi enggak ganggu santai aja lah’ batin Ara lalu memasukkan ponselnya ke dalam tas ranselnya.


Sampai akhirnya bel berbunyi dan pengawas pun masuk, ujian pun berlangsung dengan tenang. Ara terlihat santai menjawab soal ujian walau sesekali terlihat menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


...****...


Di tempat lain Fino tampan terlihat cemas. Beberapa hari ini ada yang ia cemaskan, lebih tepatnya rasa takut. Rasa takut kehilangan yang besar. Apa yang harus aku lakukan? pikirnya.


Fino masih terdiam dalam duduknya. Sampai ia teringat sesuatu, Fino membuka laci meja kerjanya. Terlihat kotak perhiasan berwarna merah di dalamnya.


Perlahan Fino mengambil dan membuka kotak perhiasan itu yang ternyata berisi sebuah liontin cantik.


‘Ma apa yang harus ku lakukan sekarang? Akan kah secepat ini ma mereka menemukan Ara? Apa yang akan terjadi nantinya ma saat Ara tau semuanya? Aku harus bagaimana ma?’ batin Fino menatap sedih liontin itu.


Sesekali ia mengusap liontin itu pelan. Ada banyak hal yang akan ia hadapi nantinya setelah Ara melihat liontin ini.


Tok tok tok


Suara pintu di ketuk pelan membuat Fino segera memasukkan lagi kotak perhiasan itu ke dalam laci dan menguncinya.


“Masuk” ucap Fino.


“Permisi tuan. Rapat akan segera di mulai 10 menit lagi” ucap sekertaris Fino.


“Baiklah. Kita pergi sekarang” jawab Fino lalu bangkit meninggalkan ruang kerjanya.


...****...


Beberpa jam berlalu sampai suara bel kembali berbunyi menandakan ujian hari pertama telah usai. Ara maupun Letha menghela nafas lega telah menyelesaikan soal-soal tadi yang menurut mereka sedikit rumit.


Letha menarik tangan Ara menuju kantin sekolah setelah selesai berkemas tadi.


“Kamu mau pesan apa Ra?” tanya Letha.


Saat ini kantin terlihat senggang, karena sebagian anak kelas 12 memilih pulang lebih cepat. Sedangkan anak kelas 10 dan 11 diliburkan.


“Aku pengen makan mie ayam deh Tha. Udah lama banget gak makan mie. Setiap mau makan mie di rumah pasti bakal ketahuan dan gak jadi makan deh” curhat Ara pada Letha.


“Yaudah deh kita pesen mie ayam aja. Kamu cari tempat duduk sana. Biar aku yang pesen makanannya” ucap Letha berlalu pergi.


Tak butuh waktu lama Letha datang membawa nampan dengan dua porsi mie ayam dan dua gelas jus jeruk.


“Mie ayam pesanan tuan putri datang. Silakan di nikmati” canda Letha.


“Terima kasih pembantuku” canda Ara di balas jitakan keras di kepala Ara.


“Aduh sakit lo Tha” ucap Ara mengaduh.


“Bodo amat. Salah sendiri ngomong gak disaring” kesal Letha.


“Utututu Letha tu tayang jangan malah malah ya” ucap Ara layaknya anak kecil.


Mereka pun menikmati mie ayam dan berbincang kecil.


Selamat malam man teman.


Alhamdulillah akhirnya My Teacher My Love bisa up lagi. Maaf membuat kalian nunggu terlalu lama ya🙏🏼🙏🏼🙏🏼