My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 52



Tak berselang lama nampak sang suami yang baru pulang dari olahraga pagi. Lisha segera bangkit berlari memeluk sang suami.


Lisha memang tidak mau jauh-jauh dari Fino semenjak kehamilannya. Dan jangan lupakan sifat manjanya yang semakin menjadi-jadi. Makhlum lah ya namanya juga bumil.


“Jangan lari-lari dong sayang”


Sudah berulang kali Fino mengingatkan istrinya untuk tidak lari-lari tapi tetap saja. Lisha hanya menyengir mendengar ucapan suaminya.


“Maaf aku lupa”


“Ada apa hemm? Biasanya gak mau peluk kalau aku lagi keringetan kayak gini. Kamu mau apa hmm?”


Lisha teringat akan ucapan Riko tadi. Ia ingin menjenguk adik iparnya itu, tapi mengingat adanya jarak antara suami dan adik iparnya itu membuat ia bingung.


”Aku mau jenguk Ara mas di apartementnya”


“Loh memang Ara kenapa? Ara sakit? Ya udah mas mandi dulu trus kita kesana”


Terlihat gurat khawatir di wajah Fino. Biarpun mereka belum berbaikan, mana ada kakak yang tidak khawatir saat adiknya sakit.


“Mas tunggu dulu” tahan Lisha saat Fini akan berlari ke arah kamar mereka.


“Ada apa sayang?” tanya Fino.


“Mas bener mau ikut nanti kalo Ara nyuekin mas gimana? Aku kasian lihat mas yang diacuhkan seperti itu. Tapi itu semua juga salah mas. Aku jadi bingung” ucap Lisha menunduk memainkan kaos suaminya.


Fino tersenyum getir mendengar ucapan istrinya. Memang benar jika ia berada dalam satu ruang dengan adiknya itu, Ara seakan tak melihat kehadirannya disana.


“Aku enggak apa-apa sayang. Ara masih butuh waktu untuk maafin aku. Jadi kamu jangan khawatirin aku ya, yang penting sekarang kita jenguk Ara. Aku mau mastiin dia baik-baik aja itu udah cukup buat aku. Aku juga yakin cepat atau lambat Ara pasti maafin aku sayang. Ara masih labil sayang” ucap Fino meyakinkan istrinya kalau ia baik-baik saja atas sikap Ara padanya.


Jauh dilubuk hati Fino merasa sedih dijauhi oleh adiknya sendiri. Ia juga merasa menyesal melontarkan kata kasar yang tak seharusnya ia ucapkan.


“Yang sabar ya mas. Ara pasti maafin kamu. Mulailah pelan-pelan mendekatinya seperti dulu” ucap Lisha.


“Iya sayang” jawab Fini mengusap punggung istrinya.


Tiba-tiba Lisha melepas pelukannya dengan sedikit kasar lalu menutup hidungnya.


“Kamu bau asem mas sana-sana pergi mandi jangan lama. Trus jangan lupa pakai parfum yang aku pilihin kemarin biar gak makin bau kamu mas”


‘Dia mulai lagi’ gumam Fino dalam hati.


Ia memang harus bersabar menghadapi bumil satu ini. Ada aja yang salah.


‘Tadi yang meluk duluan juga siapa yang di omelin siapa. Untung sayang’ batinnya.


“Enggak usah ngedumel cepet mandi” ucap Lisha seperti memarahi anaknya sendiri.


“Sayang kamu kan tadi yang meluk aku berarti kamu juga bau dong kan kena keringet aku” ucap Fino polos.


“OH ASTAGAA... PADAHAL AKU UDAH MANDI TADIII.... KALAU GITU AKU YANG MANDI DULUU” heboh Lisha berjalan kearah kamar yang sudah pindah di lantai bawah.


“Kan seperti dugaanku. Untung rumahnya kuat kalau enggak bisa roboh ni rumah tiap hari denger kehebohan si bumil” gumam Fino sambil menatap sekeliling rumah memastikan tidak ada keretakan pada dinding.


”Ck gak kebayang si rumah ini roboh karna suara Lisha hahaha” tawa kecil Fino membayangkannya.


Fino memutuskan untuk mandi di kamar tamu setelah ia mengambil baju yang sudah disiapkan Lisha di kamar mereka tadi.


Next 👉🏻


Jangan lupa like, komen dan vote🔥🔥🔥🔥