
Dulunya rumah makan mang ujang tidak sebesar sekarang ini, karena kebaikan Alex lah rumah makan mang ujang diperbesar dan makin ramai. Tidak hanya itu Alex juga akan memesan cathering pada mang ujang saat ada acara di perusahaannya. Belom lagi karyawannya pesan secara pribadi saat jam makan istirahat jika mager kemana-mana.
Berkat bantuan Alex sebagai perantara Tuhan mang ujang dan istrinya bisa menyekolahkan anak mereka tanpa kekurangan apapun.
Kini Alex dan Ara baru saja sampai di rumah makan mang ujang. Sedangkan yang lain sedang sibuk membantu mang ujang serta istrinya menata meja dan makanan diatas meja. Seperti biasa mereka akan menata meja memanjang agar bisa makan bersama sang bos.
Alex tersenyum kecil menatap bagaimana antusias karyawannya. Dia merasa senang bisa berbagi seperti saat ini. Mungkin sikapnya boleh cuek dan dingin tapi tidak dengan hatinya yang hangat.
Tony yang menyadari kedatangan bosnya segera menghampirinya. Tony mengernyit kedua alis melihat baju Alex yang basah dan kotor.
Alex yang paham tatapan Tony segera menyuruhnya membelikan pakaian ganti untuknya ditoko baju depan rumah makan mang ujang.
“Bergabunglah dengan yang lain sana, bocah” ejek Alex di akhir kalimat.
“Ya ya ya baik lah om aku akan kesana bergabung dengan teman seumuranku” ucap Ara sambil memicing mata.
Alex menantap tajam Ara saat telinganya mendengar kalimat yang paling dia benci yaitu dipanggil om diusianya yang masih muda.
“Ck kau tau aku masih muda” gerutu Alex mengacak rambut Ara.
“Ya om om muda kan maksudnya” kata Ara terkekeh berlari pergi bergabung dengan yang lainnya.
Tidak lama setelah Ara pergi, Tony datang membawa paper bag berisi baju ganti milik Alex.
“Apa terjadi sesuatu tuan?” tanya Tony.
“Ya seperti yang kau lihat. Dan seharusnya kau bisa menebak siapa orangnya” ketus Alex.
“Pria itu?” tebak Tony asal.
“Hmmm” gumam Alex berlalu pergi untuk mengganti pakaiannya.
“Ck emang pria yang mana coba?” gumam Tony yang sebenarnya tidak paham siapa pria yang dimaksud bosnya itu.
Ara berjalan duduk diantara mbak Ayu dan Letha yang sudah bergabung dengan yang lain.
Mereka tampak mengobrol santai, bercanda tawa, mereka sangat menikmati waktu luang yang diberikan bos mereka. Memang bukan sekali dua kali Alex mengajak mereka makan bersama. Tapi bagi mereka inilah hal yang mereka nantikan. Ya itung itung makan gratis hemat uang juga.
Alex yang baru saja ganti pakaian kini ikut bergabung dengan mereka, dimana ia duduk dikursi paling ujung dengan Tony dan Leo yang diduduk disamping kanan dan kiri.
Diatas meja sudah tertata rapi berbagai jenis makanan. Mulai dari olahan ayam, ikan, cumi dan sayuran. Alex sengaja tidak memesan olahan udang karena ia tau Ara memiliki alergi yang sama dengannya.
Terlihat sangat menggiurkan dimata Ara. Alex menahan tawa melihat mata Ara yang sesekali melirik menu makanan yang terdapat di atas meja. Alex tau jika Ara ingin segera menyantap makanan dihadapannya itu, tapi di tahan.
“Baiklah mari kita berdoa sebelum makan. Kali ini Leo yang memimpin doa” ucap Alex.
Memang dari dulu Alex sudah memberi aturan jika saat makan bersama seperti ini yang memimpin doa akan bergantian.
Leo mengangguk kecil menatap bosnya sebentar.
“Sebelum kita makan mari kita berdoa menurut kenyakinan masing-masing. Berdoa mulai” ucap Leo sambil menundukan sedikit kepala.
“Berdoa selesai... Selamat menikmati” kata Leo beberapa saat kemudian.
Mereka mulai menikmati hidangan yang tersedia di atas meja dengan nikmat. Sesekali mereka saling melontarkan candaan lucu.
Sedangkan Ara jangan ditanya lagi, ia lebih memilih menikmati sayur kangkung dan ayam bakar bagian paha. Ara terlihat serius melahap makanannya tanpa peduli dengan candaan dari Letha atau pun karyawan lainnya.
Alex tertawa kecil melihatnya. Ara semakin lucu saat pipinya menggembung penuh dengan makanan didalamnya.
Alex mengambil ponselnya di dalam saku celana lalu mengetik sesuatu pada layar ponselnya. Setelah pesan terkirim ia segera menaruh ponselnya di atas meja dan melanjutkan makannya.
Ting...
Beberapa saat kemudian ponsel Ara berbunyi menandakan pesan masuk. Ara melirik layar ponselnya sesaat sambil menautkan kedua alisnya.
^^^*Pria misterius**🧐*^^^
^^^Selamat makan malam malaikat kecilku. Makan yang banyak ya. Jaga slalu kesehatanmu❣️^^^
Ara mendongak menatap sekeliling dengan mulutnya yang terus mengunyah tanpa henti. Dan lagi-lagi Ara tidak menemukan hal mencurigakan disekitarnya.
‘Slali saja seperti ini. Orang ini seakan tau saja aku sedang makan’ batin Ara.
Ara tidak mau ambil pusing dan nelanjutkan acara makannya. Alex sendiri sesekali melirik dan memperhatikan raut wajah Ara setelah menerima pesan barusan sambil menghela nafas.
Entahlah apa saja yang dia pikirkan tidak ada orang lain yang tau. Malam itu mereka habiskan bersama bercanda dengan bos mereka. Sungguh malam yang menyenangkan bagi mereka.
Selamat malam gais monmaap banget ya beberapa hari ini gak teratur banget up nya. Soalnya tetangga juga saudara aku baru aja meninggal gais. Jadi up nya bener2 gak bisa setiap hari 🙏🏼🙏🏼
Tpi setelah ini author bakal up terus 2 hari sekali jadi terus ikuti kelanjutan critanya ya gais.
Thanks you🥰❣️
Jangan lupa like, komen dan votr ya gais💪🏼