My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 72



Siangnya Alex baru saja sampai di depan gerbang sekolah menunggu Ara. Selesai dengan kerjaannya tadi Alex memang langsung meluncur untuk menjemput Ara.


Alex berjalan keluar dan bersandar pada mobilnya. Sebelum pergi tadi Alex sempat berganti pakaian santai. Ia tidak ingin di kira mengencani anak di bawah umur jika memakai setelan jas nya.


Saat Alex bersandar pada mobilnya banyak siswi yang berkumpul di depan gerbang menatap kagum pada Alex. Kebetulan saat Alex tiba bel pulang sekolah berbunyi.


“Ih ganteng banget pangeran gue”


“Lihat deh ganteng banget tauu”


“Jodoh gue dah dateng tuh lihat”


“Lihat pangeran gue dah jemput tuh”


“Ganteng banget sihh”


“Kira-kira jemput siapa ya?”


Kurang lebih seperti itulah jeritan para kaum hawa saat melihat kedatangan Alex.


‘Ck apa di sini nggak ada siswa yang ganteng sampek mereka terpesona kayak gitu’ batin Alex cuek sambil membenarkan posisi kacamata hitamnya.


Di dalam kelas.


Ara dan Letha baru saja membereskan semua buku dan alat tulis mereka. Setelah selesai mereka melangkah keluar kelas bersamaan. Dari kejauhan mereka di buat penasaran atau lebih tepatnya Letha lah yang penasaran.


“Eh eh Ra lihat deh di sana pada ngerubunin apa coba dah kayak lihat artis aja” kepo Letha.


“Yaudah lah Tha biarin aja itu urusan mereka” kata Ara bodo amat.


“Ih tapi kan aku kepo sama apa yang mereka kerubungin tau” kata Letha.


“Mulai deh jiwa-jiwa keponya keluar” sindir Ara.


“Dah dari tadi kali Ra” sahut Letha.


Dddrrrttt Dddrrrtttt


Ara mengangkat telpon saat merasakan getaran ponselnya sambil mengisyaratkan Letha untuk diam.


“Halo kak” sapa Ara.


“Kamu ngapain berdiri berdua di sana sama Letha sih Ra. Gak tau aku di sini dah kayak mau ditelen aja sama mereka. Dah kayak lihat artis aja” keluh seorang pria di sebrang sana.


“Hah?”


Ara mengangkat kepalanya menatap lurus dan benar saja di sana berdiri seorang pria yang berjanji mengajaknya jalan-jalan. Siapa lagi kalau bukan Alex.


“Kau ikut terpesona kah?” tanya Alex di seberang sana sambil terkekeh.


“Ck dasar” kesal Ara mematikan sambungan telponnya.


“Siapa yang telpon Ra?” tanya Letha makin kepo.


“Tuh orang yang lagi di kerubungin sama mereka” tunjuk Ara dengan dagunya.


“Hah? Siapa emangnya? Jangan-jangan..” ucap Letha menggantung menatap Ara.


“Hmmm kak Alex” kata Ara santai melanjutkan langkahnya mendekati Alex.


Letha pun berjalan di samping Ara dengan santai. Letha akan mengantarkan Ara dulu baru kembali mengambil mobilnya.


“Tha kak Alex dah kayak artis aja ya” bisik Letha pada Ara.


“Iya aura fuckboy nya keluar kalo pakaiannya kayak gini hehehe” tawa canda Ara.


“Ck dasar kamu ini” ketus Letha mencubit lengan Ara.


Mereka pun kini sudah di depan Alex yang masih bersandar membuat seluruh siswi tadi bertanya-tanya kenapa Letha dan Ara mendekati pria itu dan siapa pria itu.


Alex tersenyum tipis pada Ara dan Letha membuat seluruh siswi histeris tapi tak dihiraukan sedikit pun oleh Alex.


“Ra,Tha” sapa Alex dibalas anggukan kepala oleh mereka berdua.


“Yaudah langsung jalan ya Ra. Letha kamu bawa mobil? Kalau enggak biar aku anterin kamu dulu” kata Alex.


“Aku bawa mobil kog kak jadi kakak duluan aja” jawab Letha tersenyum.


“Yaudah kalau gitu kita duluan ya Tha” ucap Alex membukakan pintu untuk Ara.


“Aku duluan ya Tha” kata Ara sebelum masuk ke dalam mobil.


“Have a nice day” ucap Letha pada Ara sambil melambaikan tangan.


“Hati-hati pulangnya Tha” ucap Alex tersenyum.


Sedangakan seluruh siswi SMA di buat bingung dengan apa yang mereka lihat. Mereka terlalu kepo siapa pria itu.


“Pasti kak dan Have a nice day” ucap Letha tersenyum.


“Yups, kalau gitu aku tinggal dulu ya Tha. Hati-hati” kata Alex mengitari mobil dan masuk pada jok kemudi.


Sepeninggalan Alex dan Ara, Letha pun melangkah menuju parkiran tanpa menghiraukan tatap mereka yang kepo. Ia segera memasuki mobil dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju rumahnya.


...****...


“Kita mau kemana kak?” tanya Ara pada Alex.


“Ke mall gimana? Apa kamu mau kemana?” tanya Alex.


Sesaat Ara terdiam memikirkan apa yang ingin ia kunjungi. Sampai akhirnya ia teringat akan suatu hal.


“Kita ke mall aja deh kak, Ara pengen ke Timezone kak. Trus nanti pulangnya baru kita cari kado buat Letha” ucap Ara ceria.


“Baiklah kita ke Timezone dulu baru cari kadonya” kata Alex mengusap surai hitam Ara.


‘Aku bahagia Ra lihat kamu bahagia kek gini senyum ceria kamu itu mirip banget kek mama’ batinAlex tersenyum.


Sesampainya di mall Alex dan Ara segera menaiki lift menuju lantai atas dimana letak Timezone tujuan awal mereka.


Sampai di Timezone Alex langsung membeli Powercard Gold untuknya dan untuk Ara, tidak lupa dengan saldonya.


Ara merasa bahagia hari ini beberapa kali ia menarik tangan Alex menikmati permainan di Timezone.


“Yah mesin capitnya rusak apa gimana sih amdari tadi enggak dapet terus” kesal Ara.


Alex yang melihatnya hanya terkekeh dan menggantikan Ara main hingga akhirnya ia mendapatkan boneka gajah berwarna abu-abu yang ia incar sedari tadi.


“Nih bonekanya” ucap Alex menyodorkan bonekanya.


“Aaaaa makasih kak Alex” peluk Ara bahagia.


“Iya sama-sama. Masih mau lanjutkan?” tanya Alex.


“Masih dong” semangat Ara.


“Lets go” kata mereka bersamaan.


Mereka pun terus melanjutkan mencoba permainan yang berada di Timezone.


‘Seperti inikah bahagianya melihat malaikat kecil mama dan papa tersenyum dan tertawa’ batin Alex bahagia.


...****...


Di tempat lain.


Riko sedang disibukkan dengan tumpukan berkas yang menjulang tinggi di atas mejanya. Karena tumpukan berkas inilah yang membuatnya tidak bisa menjemput Ara.


Hingga suara keributan di depan ruang kerjanya mengalihkan pikirannya.


‘Apasih yang mereka ributkan di depan ruanganku? Mengganggu saja. Bukan membantu malah membuat ribut saja ck’ kesal Riko bangkit berjalan membuka pintu ruang kerjanya.


Riko di buat terkejut melihat siapa yang membuat keributan di depan ruang kerjanya. Seorang wanita yang sudah lama ia hindari dan kini berdiri di depan pintu ruangannya.


Amel selaku sekertaris Riko pun sontak membungkuk meminta maaf pada Riko.


“Maaf tuan, saya hanya mencoba menghalangi nona ini dan-“


“Tidak apa Mel, kamu kembalilah kerja biarkan saja wanita ini” tegas Riko berjalan masuk.


“Baik tuan” jawab Amel kembali ke meja kerjanya.


Riko berjalan masuk dan duduk di kursi kebanggaannya sambil menatap jengah wanita yang kini berjalan mendekati meja kerjanya.


Wanita itu tampak tersenyum menggoda dengan pakaian ketat kekurangan bahan yang melekat pada tubuhnya.


“Apa yang kau mau hah?” ketus Riko menatap tajam wanita di depannya.


Next👉🏻


Kira-kira siapa wanita itu ya gais? Maaf man teman baru bisa up karna beberapa hari ini ada sedikit kendala🙏🏼


Jangan lupa like, komen dan vote🔥🔥🔥🔥