My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 45



“Sekarang aku tanya sama kakak. Siapa yang selalu diagungkan karna prestasinya? Siapa yang selalu dikenalkan oleh papa sebagai anak kebanggaannya? Siapa yang selalu buat papa bangga? Bahagia? Siapa kak? SIAPA???!!! ORANG ITU HANYA KAKAK!!! HANYA KAKAK!!!” teriak Ara.


Fino termenung mendengar ucapan Ara. Memang benar selama ini yang dunia tau hanya dirinya sebagai anak dari keluarga besar Alardo. Berbeda dengan Ara.


“Ara udah capek kak. Selama ini Ara juga tertekan. Ara gak bisa jadi kayak kakak. Ara cuma jadi beban buat kalian” lirih Ara disela tangisnya.


Fino terdiam lidahnya terasa kelu untuk mengucapkan sepatah kata saja tak sanggup ia suarakan. Ara yang tak kuasa lagi menahan amarahnya memilih pergi meninggalkan Fino yang masih terdiam.


Saat membuka pintu Ara bertemu dengan Lisha dan Riko yang sedari tadi memang berdiri di sana.


“Ara kakak harap ka-“


“Ara ijin pulang ya kak masih ada tugas yang harus Ara kerjakan” ucap Ara memotong ucapan Lisha lalu pergi begitu saja.


“Biar aku yang nyusul Ara, kak Lisha masuk aja temui suami bodoh kakak itu” kesal Riko berlalu pergi.


Lisha menghela nafas mendengar ucapan adik sepupunya itu. Ia memutuskan masuk keruang kerja suaminya seperti saran sepupunya.


Ara berlari menghentikan taksi lalu masuk begitu saja tanpa mendengar teriakan Riko yang memanggil namanya sedari tadi.


Air matanya terus mengalir bak sungai yang deras.


Riko bergegas ke parkiran mencari mobilnya untuk mengejar Ara. Riko merasa kecewa dengan apa yang diucapkan Fino tadi.


Sesampainya di apartement Ara berlari memasuki kamarnya. Di sinilah dia bisa meluapkan segala rasa yang saat ini menyerangnya secara bersamaan.


Ara merasa kecewa pada dirinya sendiri yang bodoh, tidak berguna, dan hanya membawa masalah.


“Dasar kamu tidak berguna Araa!!” teriak Ara melempar semua barang dikamarnya.


“Mau jadi apa kamu nantinya hah!!!” teriak Ara sambil menangis mengacak kamarnya.


Ara merasa sangat frustasi akan dirinya sendiri. Ia terus melempar semua isi kamarnya. Kini kamar itu tak serapi tadi. Pecahan beling dimana mana, selimut, bantal sudah tidak pada tempatnya lagi.


Ara berjalan gontai ke arah meja rias. Terlihat setengah kaca meja riasnya hancur dan hanya menyisakan setengahnya saja.


Ara lalu melihat pecahan kaca yang terletak di atas meja. Dengan tang bergetar ia mengambil serpihan kaca. Ia amati kaca itu entah apa yang ia pikirkan saat ini hanya ia dan tuhan yang tau.


“Mama hiks hiks hiks mamaaa” tangis Ara.


“Mamaaa Ara mau ikut mama” gumam Ara terisak.


“Maaa disini Ara cuma buat papa dan kak Fino malu maaa hiks hiks”


“Mamaaa maafin Ara” ucap Ara mengarahkan kaca pada pergelangan tangan kirinya.


Ia bermaksud untuk menyayat nadinya sendiri.


BRAAAKK


Riko berlari menahan kedua tangan Ara. Ia terlihat marah dengan apa yang akan dilakukannya. Kalau saja Riko terlambat sedikit saja ia tidak bisa membayangkan seperti apa keadaan Ara saat ini.


“Apa kamu bodoh hah!?” bentak Riko membuang kaca ditangan Ara.


“YA AKU MEMANG BODOH, AKU TIDAK BERGUNA, LALU KENAPA MENGHENTIKANKU HAH!!! SEHARUSNYA BIARKAN SAJA AKU MATI” teriak Ara frustasi.


“Hiks biar kan aku mati saja hiks hiks” tangis Ara memilukan.


Riko menarik Ara dalam pelukannya memberikan ketenangan untuk Ara.


“Jangan ucapkan lagi Ra. Jangan bicara seperti itu” ucap Riko mengusap rambut Ara lembut.


“Aku janji Ra, aku akan ada buat kamu, jaga kamu” tambah Riko.


Next gais 👉🏻


Jangan lupa like, komen dan vote gais 🔥🔥🔥🔥