
“Keadaan nona Ara saat ini sudah membaik, ia sudah melewati masa kritisnya. Untung saja tidak ada luka serius selain luka tembak, hanya luka cambuk di beberapa tubuhnya itu pun sudah diobati. Kita hanya tinggal menunggu nona Ara sadar saja, kalian bisa sedikit tenang sekarang” jelas dokter Heru setelah keluar dari ruang rawat Ara.
Alex dan Riko mengangguk merasa sedikit lega mendengarnya, saat ini Ara sudah di pindahkan di ruang rawat vvip yang di siapkan oleh Riko.
“Kapan Ara akan sadar dok?” tanya Riko.
“Kemungkinan besok pagi nona Ara akan sadar” jawab dokter Heru tersenyum dan menepuk bahu pria di depannya bergantian.
“Kalian jangan cemas, Ara akan baik-baik saja. Kalau begitu saya pamit dulu besok pagi saya akan ke sini untuk mengganti perban Ara” pamit dokter Heru.
“Terima kasih dok” ucap Alex dan Riko bersamaan.
Tak lama sepeninggalan dokter Heru. Fino, Lisha, Letha dan Arumi datang dengan sedikit tergesa. Tadi Riko memang sudah menghubungi Fino dan yang lain tentang keadaan Ara saat ini.
“Bagaimana dengan Ara? Ara baik-baik saja kan? Tidak ada luka serius kan? Bagaimana tentang keadaannya saat ini? Kenapa kau diam saja Riko?! Tidak bisakah mulutmu itu bicara, hah? Jawab aku hey! Kau ti-“
“Sayang tenang lah ingat kamu sedang hamil, dengar kan dulu penjelasan Riko atau Alex jangan menyerang mereka dengan pertanyaan mu yang banyak itu. Tenang okay” ucap Fino lembut menenangkan sang istri.
“Bagaimana aku bisa tenang hiks” tangis Lisha yang sudah ia tahan sedari tadi.
“Tenanglah Lis, Ara baik-baik saja. Ara sudah melewati masa kritisnya. Kita hanya menunggu Ara sadar saja” jelas Alex.
“Syukurlah” ucap mereka berempat.
Letha berjalan mendekati Alex lalu menangis dalam pelukan kekasihnya itu. Letha sangat khawatir dengan keselamatan Ara, Alex, Riko dan yang lain. Jantungnya berasa hampir copot saat mendapat kabar kalau Ara di larikan kerumah sakit karena luka tembak.
“Tenanglah semua sudah benar baik-baik saja. Tidak akan ada yang mengganggu kita lagi. Semua sudah berakhir” bisik Alex memeluk erat Letha.
Alex bisa merasakan bagaimana khawatirnya Letha saat ini. Alex mengusap lembut surai panjang kekasihnya itu.
“Ya semua akan baik-baik saja” isak Letha.
“Sebaiknya kita masuk dan istirahat di dalam, kasian Arumi dia jauh dari Tony” ledek Riko lalu masuk lebih dulu.
“Ck dasar menyebalkan” dengus Arumi sambil mengusap air matanya karena rasa cemasnya terhadap Ara.
Mereka pun masuk dan memilih untuk istirahat di sofa membiarkan Riko duduk di samping Ara. Diruangan vvip ini ada dua ranjang tidur, satu untuk pasien dan satu lagi untuk keluarga pasien. Terdapat pula satu set sofa empuk, kamar mandi dalam dan layanan vvip lainnya.
Riko duduk di samping Ara yang berbaring lemah di atas ranjang. Diraih tangan Ara yang terbebas dari infus.
“Sayang cepat sadar ya, maaf membuatmu menunggu” ucap Riko sambil mengusap punggung tangan kanan Ara.
Sampai Riko mendapati luka cambuk memanjang di lengan kanan Ara. Matanya memanas melihatnya, tidak terbayang bagaimana sakitnya Ara saat di cambuk membuat hatinya seakan di remas kuat.
“Maaf, maaf karena lalai menjagamu sayang. Pasti sakit rasanya” gumam Riko mengusap lembut luka di lengan Ara.
“Lekas sembuh sayang” gumam Riko mengecup kening Ara tak lupa mengusap pipi Ara.
Riko bangkit dari duduknya dan bergabung dengan yang lain, membiarkan Ara istirahat.
.
.
.
Kruuukkk
Semua menatap ke arah Lisha yang sedang mengusap perut buncitnya dengan wajah memerah menahan malu, bagaimana tidak malu perutnya berbunyi minta di isi di waktu yang tidak tepat.
“Aku lapar” ucap Lisha menunduk malu.
“Sayang tadi kamu baru saja makan lo” ucap Fino dengan wajah polosnya.
“Kamu gak denger suara perut aku bunyi apa? Aku tuh lapar. Kalo gak mau beliin makan ya udah. Aku bisa kog minta uang sama Alex atau Riko, pasti mereka mau beliin aku makan” sungut Lisha menyilangkan kedua tangannya di dada.
‘Sabar Fin, sabar. Istrimu sedang hamil tua. Sabar’ batin Fino.
“Bukan gitu maksud aku sayang. Kamu laparkan? Kita beli makan yuk. Sekalian kita beli makan buat yang lain gimana? Kamu pengen apa bilang aja sama aku. Aku bakal beliin apa yang kamu pengen. Suami mu ini banyak uang kog jadi kamu gak perlu minta sama Riko atau pun orang lain” bujuk Fino di akhiri dengan kesombongannya, canda sombong ;)
“Beneran mau beliin apa yang aku mau?” tanya Lisha dengan mata berbinar.
“Iya sayang” ucap Fino lega karena istrinya tak jadi merajuk.
“Oke kalau gitu kita berangkat” ucap Lisha semangat sambil memarik tangan suaminya.
“Pelan-pelan sayang” ucap Fino mengingatkannya.
Jangan tanyakan Letha, gadis itu bahkan sudah tertidur dalam pelukan Alex saat ini. Mungkin ia terlalu lelah menangis tadi.
“Apa saja asal mengenyangkan” jawab Riko di setujui oleh Alex dan Arumi.
“Baik lah, kalian tunggu dulu okay. Jaga adikku kesayanganku Ara” ucap Lisha lalu menarik tangan Fino yang pasrah dari pada marah lagi istrinya itu.
“Sepertinya akan ada acara mukbang kali ini” ucap Arumi mengutarakan firasatnya.
“Kita lihat saja nanti” balas Riko sambil melirik pada Letha.
“Ck mulai kapan bocah itu tidur, cepat sekali” ucap Riko.
“Yang kau bilang bocah itu kekasihku asal kau tau” desis Alex melirik tajam Riko yang terkekeh pelan.
“Yayaya” jawab Riko seadanya.
“Apa pria itu benar-benar tertangkap kali ini?” tanya Arumi dengan nada sedikit cemas.
“Hmmm Tony sedang mengurusnya” jawab Alex sambil membaringkan Letha di atas sofa dengan berbantal pada pahanya.
“Mungkin kali ini pria itu akan di hukum mati atau penjara seumur hidup” sambung Riko.
Arumi mengangguk paham lalu bangkit menuju lemari yang berada di ruang rawat Ara untuk mengambil selimut. Setelah mendapatkan apa yang ia cari, Arumi segera menyelimuti Letha yang tertidur pulas.
“Thanks” ucap Alex diangguki oleh Arumi.
.
.
.
Setelah menunggu hampir satu jam Lisha dan Fino pun datang dengan dua kantong plastik besar di tangan Fino dan satu kantong plastik sedang di tangan Lisha.
“Akhirnya datang juga kalian” ucap Tony yang sudah tiba sejak setengah jam yang lalu.
“Dari mana saja sih kog tumben lama banget” ucap Alex masih dengan posisi yang sama dimana Letha tertidur berbantal pahanya.
“Ini udah malem lo gak baik buat ajak bumil jalan-jalan” ucap Arumi membantu Lisha duduk.
Memang sekarang sudah jam sembilan malam. Lisha hanya tersenyum sambil mengusap perutnya. Fino menaruh satu kantong yang ia bawa di atas meja lalu beralih menuju kulkas yang memang sudah tersedia dan menata beberapa kue kesukaan Ara.
“Kalau sedang sakit Ara sangat susah untuk makan, apa lagi makanan yang tersedia dari rumah sakit. Jadi tadi aku belikan beberapa kue dan camilan kesukaannya, yang pastinya bisa dia makana walau sedang sakit” jelas Lisha saat melihat suaminya yang sedang menata belanjaan tadi di kulkas.
“Kalian bisa makan kue dan camilan di rak nomor dua dan tiga. Jangan ambil di rak nomor satu, yang itu untuk Ara” sambung Fino yang sudah kembali duduk di samping istrinya.
“Baiklah kalau gitu sekarang kita makan” ucap Lisha semangat.
Kini di atas meja sudah tersaki beberapa jenis makanan yang tadi di pesan Lisha, mulai dari sate, bakso, mie ayam, martabak, roti maryam, roti bakar, dan terakhir dua botol air mineral.
“Selamat makan, ayo kita makan jangan di lihat saja” ucap Lisha semangat.
Fino hanya meringis menerima tatapan dari Riko, Alex, Tony dan Arumi. Bagaimana tidak, makanan sebanyak itu ternyata hanya untuk Lisha. Sekali lagi untuk Lisha, hanya Lisha! Dan untuk Riko, Alex, Tony, Arumi dan Letha hanya nasi kotak berisi satu paket nasi dan ayam geprek sambal ijo. Mereka di larang untuk meminta makanan Lisha, dasar bumil.
“Sungguh mengerikan” gumam Alex.
“Ya kau benar” sambung Tony.
“Aku bahkan tidak percaya perutnya akan muat, astaga punya kakak sepupu gini amat” tambah Riko.
Arumi hanya tersenyum mendengarnya, ia sangat menyadari tingkah si bumil satu ini.
“Lebih baik seperti ini dari pada susah makan dan mual saat melihat makanan. Bukankah itu sangat menyiksa si bumil” ucap Arumi di balas anggukan dari ketiga pria itu.
Alex pun membangunkan Letha yang masih nyaman dengan mimpi indahnya entah mimpi apa. Mereka pun makan bersama, kecuali Fino yang memilih duduk di samping ranjang Ara. Fino sudah makan tadi saat menunggu pesanan istrinya.
Hai hai semua. Selamat sore❣️
Hujan terus nih di malang, kalau di tempat kalian hujan gak sore ini? Jangan lupa tinggalkan jejak ya😉
Jangan lupa like, komen dan vote🔥🔥🔥🔥
Makasih❣️