My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 106



Ditengah perjalanan Alex berhenti tepat di depan toko bunga langganannya. Alex meminta Ara untuk tetap menunggunya di dalam mobil.


“Kamu tunggu sebentar ya dek” ucap Alex.


Sedangkan Alex sendiri keluar dan masuk kedalam toko mengambil buket bunga pesanannya.


Tidak lama Alex sudah kembali dengan dua buket bunga lily cantik di tangannya. Alex menaruh kedua buket itu di jok belakang.


“Kita mau kemana si kak? Kog kakak beli buketnya dua?” tanya Ara saat Alex sudah duduk di sampingnya menyetir.


“Kan kakak udah bilang kita mau ketemu orang special” ucap Alex tersenyum mengusap rambut Ara.


‘Sebentar lagi kita akan berkumpul walau di alam yang berbeda’ batin Alex.


Kali ini tidak hanya kesedihan yang menemani perjalanannya. Ada rasa bahagia juga yang Alex rasakan. Bahagia karna Ara sudah bersamanya lagi.


“Jadi penasaran” gumam Ara yang masih terdengar oleh Alex.


Tidak lama kemudian Alex memarkirkan mobil tepat di parkiran pemakaman umum. Alex keluar lebih dulu lalu membukakan pintu untuk Ara.


“Kita sudah sampai” ucap Alex saat Ara sudah turun dari mobil.


Ara mengernyit menatap pemakaman umum yang sepi. Alex mengambil buket bunga lily dan satu buket ia berikan pada Ara.


“Ayo kita temui mereka” ucap Alex menggandeng tangan Ara berjalan menelusuri beberapa makam.


Perasaan Ara mulai tak karuan saat Alex berhenti tepat di depan pasangan suami istri. Ara sampai mengeratkan pegangan tangannya pada buket bunga, setelah membaca nama yang tertera di makam itu.


HAYDAR MAHESA & ELINA MAHESA


“Selamat pagi menjelang siang pa, ma. Seperti janji Alex, sekarang Alex berkunjung dengan malaikat kecil kalian” sapa Alex pada makam kedua orang tuanya sambil menaruh buket bunga di atas makam sang papa.


Air mata Ara tak dapat di bendung lagi mendengar ucapan Alex. Ini kali pertamanya bagi Ara berkunjung ketempat peristirahatan kedua orang tuanya.


“Papa, mama” tangis Ara terduduk di depan makam kedua orang tuanya.


Isak tangis Ara mulai menyayat hati Alex. Alex berjongkok dan menarik Ara dalam pelukannya.


“Jangan menangis sayang papa sama mama pasti sedih lihat kamu nangis. Tenanglah” ucap Alex menenangkan.


“Maafin Ara pa ma baru bisa datang sekarang” ucap Ara di sela isak tangisnya.


“Maafin Ara pa ma” tangis Ara.


Alex mengusap punggung Ara menenangkan Ara. Ara melepas pelukan Alex setelah merasa lebih tenang, tangannya pelahan menaruh buket bunga di atas makan mamanya.


“Apakah papa dan mama suka bunga lily kak?” tanya Ara mengusap nisan kedua orang tuanya secara bergantian.


“Iya papa dan mama suka banget sama bunga lily” jawab Alex tersenyum mengingat masa kecilnya.


Setiap ulang tahun mamanya Alex dan papa pasti memesan buket bunga lily. Diacara perusahaan pun akan ada bunga lily sebagai lambang cinta mereka berdua. Itulah yang Alex ingat.


“Kita berdoa dulu jangan nangis terus ya” ucap Alex mengusap pipi Ara.


Alex dan Ara mulai berdoa untuk kedua orang tua mereka. Selesai mendoakan kedua orang tuanya, Alex mengajak Ara pulang.


“Kita pulang ya dek, lain kali kita kesini lagi” ajak Alex membantu Ara berdiri.


‘Pa, ma Alex sudah menepati janji Alex membawa Ara kesini. Semoga kalian bahagia di sana. Amin’ batin Alex.


‘Pa, ma maafin Ara baru bisa datang sekarang. Maafin Ara yang slalu buat kalian khawatir. Ara sayang sama papa dan mama. Tapi kenapa saat aku tau semuanya, Ara belum bisa bahagiain papa dan mama. Bahkan belum sempat bertatap muka dengan kalian. Papa sama mama tenang di sana ya. Semoga kalian bahagia di atas sana. Amin’ doa Ara sekali lagi.


Alex memeluk Ara saat melihat sang adik mulai menangis lagi. Alex mengecup kening dan mengusap punggung Ara.


“Jangan nangis lagi ya dek kan masih ada kakak di sini yang terus jagain kamu. Kakak janji akan slalu ada buat kamu” ucap Alex.


“Makasih kak. Maaf Ara hanya sedih aja saat tau kebenarannya kak. Di saat Ara kembali papa sama mama udah gak ada. Ara sedih setiap ingat kak Alex yang berjuang sendiri” lirih Ara sedih.


“Semua ini sudah takdir kita sayang. Jadi jangan pernah berpikir yang macem-macem. Jangan sedih lagi ya dek” ucap Alex.


“Iya kak. Makasih buat semua ya kak” peluk Ara.


“Enggak kog” ucap Ara melepas pelukannya.


“Dih dasar bocah” ucap Alex mengacak rambut Ara gemas.


“Kakak tuh nyebelin pa ma” adu Ara pada makam kedua orang tuanya.


Alex merangkul bahu Ara sambil tertawa kecil.


“Kita pamit dulu ya pa ma” pamit Alex dan Ara.


Sampai di dalam mobil Alex langsung menjalankan mobilnya dengan Ara yang duduk manis di sampingnya.


“Kita langsung pulang? Kamu gak mau kemana dulu gitu?” tanya Alex pada adiknya sambil fokus menyetir.


“Ara gak ada rencana mau keluar sih kak jadi kita pulang aja” ucap Ara menatap Alex di sampingnya.


“Okay, kalau gitu kita mampir cari makan dulu trus pulang. Gimana kalau kita makan di mall aja dulu?” ajak Alex.


“Mau mau” jawab Ara semangat.


“Oh iya kak Ara ingat sesuatu” sambung Ara.


“Apa?” tanya Alex.


“Emm jadi kemarin tuh Letha baru aja beli sneakers putih bagus banget kak. Trus Letha juga bilang ada yang warna hitam bagus banget gitu kak” ucap Ara melirik Alex yang masih santai.


“Terus?” tanya Alex.


“Terus Letha bilang kalau yang hitam cocok banget buat Ara kak” ucap Ara.


‘Tinggal bilang “kak beliin sneakers hitam ya” gitu aja kog susah sih. Ck dasar bocah’ batin Alex menahan tawa melirik wajah kesal Ara.


Bagaimana Ara tidak kesal Alex seolah tidak peka dengan kode Ara yang ingin di belikan sneakers hitam. Dasar si Ara gak mau to the point aja.


Sampai di mall Alex terus saja merangkul bahu Ara. Mereka terlihat sangat serasi, tidak tau saja mereka itu adik kakak.


“Jadi beli sneakers gak?” tanya Alex spontan membuat Ara mendongak.


“Emang boleh? Ara kira kakak tadi gak peka” ucap Ara.


“Jadi gak nih? Mau gak?” tanya Alex sekali lagi.


“Mau mau mau banget” jawab Ara semangat.


Alex mengacak rambut Ara gemas dan Alex mengajak Ara masuk kesalah satu toko terkenal untuk mencari apa yang Ara inginkan.


Alex bahkan membelikan beberapa sneakers, flat shoes dan heel untuk Ara. Ara sendiri di buat kesal dengan sikap boros kakaknya itu. Tapi menolak pun tidak akan bisa.


“Kakak tuh boros tau gak” sungut Ara melihat Alex membawa beberapa paper bag ditangannya.


“Cuma dikit kog” jawab Alex enteng.


“Dikit apa nya. Kakak tuh beliin aku lima pasang dan harganya tuh hampir seratus juta kak” gemas Ara.


“Masih hampirkan? Jadi gak masalah” ucap Alex.


“Tau ah Ara mau makan aja laper” kesal Ara langsung masuk kedalam salah restoran.


Alex terkekeh melihat tingkah menggemaskan Ara yang terus saja menggerutu tidak jelas hanya karna ia boros.


Selamat siang😁


Siang-siang panas nih😌


Ditempat kalian panas apa hujan nih? Jangan lupa like, komen dan vote ya😉


Makasih❣️