My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 29



“Permisi mbak. Apa karyawan saya melakukan kesalahan?” tanya Leo sopan.


“Oh jadi kamu atasannya disini? Lihat ini karyawanmu yang gak becus ini. Apa dia buta sampai menabrak saya hah! Baju saya ini mahal dan dia juga gak akan mampu untuk ganti baju saya. Hah dasar menyebalkan!” kata wanita memandang hina Ara.


“Mbak karyawan saya mungkin tidak sekaya anda. Tapi dia sudah meminta maaf. Dan mungkin dia tadi kurang berhati-hati jadi tolong di maafkan ya mbak. Apa mbak tidak malu saat ini menjadi pusat perhatian?” ucap Leo ramah sambil mengingatkannya.


Dalam hati ia sangat merutuki wanita dihadapannya ini. Leo paling tidak suka dengan orang yang suka memandang remeh dan hina pada orang yang lemah bagi mereka.


“Ck dasar tidak atasan tidak karyawan sama saja menyebalkan” ucap wanita itu berlalu pergi saat ia baru saja menyadari bahwa dirinya menjadi pusat perhatian dengan pandangan sinis yang tertuju padanya.


Ara menghela nafas setelah kepergian wanita tadi.


“Ma maafkan saya pak” ucap Ara membungkuk berulang kali.


“Sudahlah tidak apa apa, ini hanya kecelakaan kerja saja. Kalo begitu biarkan Letha yang membersihkan ini dulu. Sekarang kamu istirahatlah sebentar di dalam. Sekalian obati sudut bibirmu yang berdarah itu” ucap Leo menepuk bahu Ara pelan, lalu memanggil Letha.


“Letha tolong bersihkan ya, biar Ara istirahat sebentar” ucap Leo pada Letha.


“Iya Ra istirahat sana gih, biar aku yang bersihin ini” kata Letha mengusap pipi Ara yang memerah bekas tamparan tadi.


Ara pun akhirnya pasrah dan memilih untuk istirahat terlebih dahulu. Di ruang istirahat karyawan terdapat satu set sofa panjang. Ara merebahkan tubuh letihnya. Sudah yang keberapa kali Ara menghela nafas berat mengingat kejadian yang terjadi barusan.


‘Padahal masih hari pertama kerja. Huh... gak apa apa Ara buat itu semua jadi pengalaman kamu aja. Jadi sekarang semangat’ batin Ara sambil mengepalkan kedua tangannya.


Terlalu lama rebahan dan rasa nyaman Ara pun tanpa sadar memejamkan mata tertidur begitu saja. Rasa kantuk yang menyerangnya sudah tidak bisa di ajak kompromi. Hingga akhirnya ia terlelab disore hari yang indah ini.


Kembali ke cafe


Setelah membereskan pecahan cangkir tadi Letha pun berniat menengok Ara terlebih dahulu. Barangkali Ara membutuhkan bantuannya, pikirnya.


“Letha” panggil mbak ayu.


“Iya mbak ada apa? Apa ada pesanan yang harus diantar? Meja no. berapa mbak?” Ucap Letha semangat.


Ayu terkekeh mendengar rentetan kata tanpa henti.


“Kamu ini memang bawel ya, tapi kog beda sama kakakmu yang pendiam” kata Ayu terkekeh.


Memang Ayu sudah sangat mengenal Letha sejak ia bekerja di AA Cafe. Ayu juga mengenal Tony dan atasannya, itu pun juga dari Leo tunangannya.


Dulu awal bertemu Letha, ia tidak percaya bahwa gadis bawel ini adalah adik kandung Tony teman dekat Leo.


“Ck mbak ayu pasti bahasnya itu mulu deh” ucap Letha mengerucutkan bibirnya.


Ayu tertawa melihat wajah menggemaskan Letha.


“Oiya gimana Ara?” tanya Ayu saat ingat alasan ia memanggil Letha.


“Oh Ara kayak ketiduran deh mbak, tadi juga enggak aku bangunin kasian. Hih aku juga sebel banget sama wanita tadi nyebelin banget tau mbak. Sok sok an baju saya mahal kamu gak bisa ganti bla bla bla helleh dasar mak lampir” omel Letha.


Ayu tertawa kecil mendengar rentetan omelan Letha yang tiada henti. Pantas saja Leo tidak mau berlama lama didekat Letha. Leo sangat anti dengan orang orang bawel dan Ayu pun juga tidak banyak omong orangnya.


“Sudah ah jangan ngomel-ngomel terus gak baik nanti cantiknya ilang loh” ucap Ayu mengacak rambut Letha.


Okay gais segini dulu ya. Tetep bakal up lagi kog besok. Selamat malam gais🔥🔥🔥🔥