My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 71



“Siapa suruh nungguin aku. Lagian kenapa kamu enggak nyalin materi aja dari pada diem kayak tadi?” Kata Ara menatap Letha yang berjalan di sampingnya.


“Mager tau gak sih Ra. Lagian kan sekarang ada kamu nanti aku pinjam buku kamu ya? Buat aku bawa pulang besok aku kembaliin deh” ucap Letha merangkul bahu Ara.


“Dih itu namanya kamu manfaatin aku dong Tha” ketus Ara pada Letha.


“Enggak dong Ara sayang, itu namanya kamu membantu aku” ucap Letha tersenyum manis.


“Ck dasar pemalas” ketus Ara.


Sampai di kantin Ara mencari meja yang kosong dan Letha memesan makanan. Ara memilih meja di sudut kantin. Sambil menunggu Letha datang, Ara mengeluarkan ponsel dari sakunya bertelatan sebuah pesan masuk.


Ting


^^^Kak Riko ❣️^^^


^^^Dimana? ^^^


Me


Lagi dikantin.


^^^Kak Riko ❣️^^^


^^^Jangan makan yang pedes, ingat ujian bentar lagi jangan sampe kamu sakit lagi.^^^


Me


Iya. Kak Riko gak ke kantin?


^^^Kak Riko ❣️^^^


^^^Aku lagi di kantor mungkin pulang malam. Nanti kamu pulang bareng Letha aja gak papa kan? Siang ini aku ada rapat jadi gak bisa anter kamu pulang. Atau kamu bareng Fino aja diakan kakak kamu. ^^^


Me


Iya gak papa kak, nanti biar Ara bareng sama Letha aja. Kak Fino sekarangkan gak ngajar kak selama papa ke luar negri.


^^^Kak Riko❣️^^^


^^^Oh iya aku lupa. Yaudah nanti hati-hati pulangnya. Besok aku jemput lagi. Yaudah aku kerja dulu Ra🤗^^^


Me


Semangat kak Riko😉


^^^Kak Riko ❣️^^^


^^^Iya, kamu juga semangat. Belajar yang bener😎^^^


Ara tersenyum menatap layar ponselnya sampai tidak sadar kalau Letha sudah berdiri di belakangnya sedari tadi setelah menaruh pesanannya di meja.


“Serius amat sih Ra berbalas pesan sama kak Riko emoticon love” ledek Letha mengagetkan Ara.


“Letha... kamu ngapain di belakang aku? Kamu ngintip ya?” kesal Ara.


“Ya mau gimana lagi kamu senyum-senyum sendiri bikin aku kepo. Mumpung kamu lagi gak sadar ya udah aku ngintip aja hehehe” tawa Letha.


Ara mendengus kesal mendengar tawa Letha. Tanpa membalas ucapan Letha lagi, Ara mengambil semangkuk piring baso lalu menambahkan saos dan sambal seperti biasa.


“Ara kamu kan gak boleh makan pedes dulu” ucap Letha.


“Aku nggak denger” ketus Ara menikmati baso pedasnya.


“Nikmatnya” ucap Ara.


Hari ini Ara merasa senang karna sudah lama sekali ia tidak bisa makan pedas. Dan akhirnya ia bisa menikmati pedasnya baso.


‘Sakitnya pikir nanti saja asal bisa makan pedas. Mumpung kak Riko gak ada’ batin Ara kesenengan.


“Awas aja kalo kamu sampe sakit Ra” ucap Letha memakan mie ayamnya.


“Kamu doain aku ya Tha” tuding Ara lalu menyeruput jus jeruk karna kepedesan.


“Ya bukannya doain Ra, tapi kamu susah dibilangin. Kali ada pak Riko aja baru nurut. Dasar bucin” ucap Letha.


“Siapa yang bucin?” sewot Ara.


“Kucing tetanggaku yang bucin Ra. Udah habisin makannya Ra keburu masuk lagi” jawab Letha.


Mereka pun menyantap makanan masing-masing dalam hening. Setelah selesai Ara mengajak Letha ke perpustakaan untuk meminjam buku yang mau ia pelajari nanti malam.


“Oh iya Tha nanti aku bareng kamu ya. Kak Riko kan di kantor pulang malam. Lagian kalo bareng kak Lisha kasian jarak apartement sama rumah kan beda arah” ucap Ara.


“Iya nanti kamu ba-“


Belum selesai Letha berbicara ponsel Ara berbunyi menandakan telpon masuk.


...Kak Alex is calling......


“Halo kak Alex”


“........”


“Lagi mau ke perpustakaan kak”


“........”


“Ini sama si cerewet Letha”


“........”


“Nanti Ara pulang awal sih kan jam setengah 2 an. Emang ada apa kak?”


“........”


“Bisa kog kak. Ara mau Ara mau” ucap Ara sambil melompat kecil.


“........”


“Iya kak”


Setelah panggilan ditutup Ara semakin tak sabar menunggu jam pulang sekolah.


“Seneng banget sih” ucap Letha menyenggol lengan Ara.


“Oh ya Tha nanti aku gak jadi bareng kamu ya. Kak Alex mau jemput aku nanti” kata Ara diangguki oleh Letha.


‘Sekalian mau buat kejutan buat kamu Tha hehehe’ batin Ara menatap Letha tersenyum.


...****...


Alex tersenyum setelah menghubungi Ara. Ia lalu bangkit berjalan keluar ruangan di ikuti Tony yang sedari tadi berada di dalam ruang kerja Alex.


“Hari ini kamu sudah siapkan keperluan ku Ton?” tanya Alex saat mereka baru saja memasuki lift.


“Sudah saya siapkan seperti yang anda inginkan tuan” ucap Tony.


“Baik. Antarkan aku ke sana” ucap Alex.


“Baik tuan” jawab Tony.


Sesampainya di lobby Tony segera mengambil alih stir kemudi untuk mengantarkan Alex ketempat tujuannya.


Alex menatap dua buket bunga di sampingnya dengan tatapan sedihnya.


“Terima kasih Ton” ucap Alex masih fokus pada buket bunga itu.


“Sama-sama Lex” jawab Tony tersenyum.


“Aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Ara jika ia sudah tau kebenarannya nanti” ucap Alex.


“Kamu hanya perlu tetap menjaganya dan slalu berada di sisinya Lex. Dia gadis kecilmu yang kuat” kata Tony.


“Ya kau benar aku harus menjaganya dan slalu di sampingnya” sahut Alex.


“Sudah sampai, ingin ku temani?” tawar Tony pada Alex.


“Tidak perlu Ton, aku tidak akan lama. Kamu tunggu di sini saja” ucap Akex.


Ia berjalan melangkah memasuki pemakaman umum, dimana tempat peristirahatan kedua orang tua nya. Tak lupa dua buket bunga di tangannya.


Langkahnya terhenti tepat di depan dua makam sepasang suami istri yang tak lain orang tuanya.


“Selamat siang ma pa” ucap Alex sambil menaruh dua buket bunga pada makam orang tuanya.


“Alex datang bawa bunga lily kesukaan mama dan papa. Dan Alex janji bakal bawa malaikat kecil mama dan papa kesini” ucap Alex masih berdiri tepat di depan kedua makam orang tuanya.


“Pa, Alex juga sudah menemukan semua bukti itu pa. Alex bakal buat perhitungan pada mereka yang membunuh mama. Akan Alex buat mereka menyesal pa. Papa dan mama tenang saja di sana. Alex bakal slalu jaga malaikat kecil kalian. Alex janji ma pa” ucap Alex tersenyum seolah bertatapan langsung dengan orang tuanya.


“Alex pamit pulang dulu ma pa. Alex akan sering-sering datang kesini. Alex pamit ma pa” pamit Alex berbalik pergi.


Di kejauhan Tony menatap Alex yang berjalan mendekatinya. Bisa dilihat sedikit raut bahagia di wajah Alex.


‘Aku harap masalah ini segera selesai Lex. Dan kalian berdua bisa berkumpul kembali. Aku juga sangat berharap kedua orang tua ku datang menjengukku dan Letha’ doa Tony.


“Hey jangan melamun saja nanti kerasukan aku yang repot” ucap Alex mengagetkan Tony.


“Ck kau menghancurkan lamunan bahagiaku saja” ketus Tony.


“Sudahlah, ayo kita balik kantor masih banyak berkas yang belum aku selesaikan” ajak Alex masuk ke dalam mobil di ikuti Tony yang duduk di depan menyetir.


Next 👉🏻


Jangan lupa like, komen dan vote🔥🔥🔥🔥