My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 56



Berbeda dengan Letha yang menoleh menatapnya penuh tanya.


“Kapan Ara pinjam kog aku gak inget? Ke apartementnya aja aku enggak deh” batin Letha.


Ara yang paham akan tatapan teman sebangkunya itu segera menendang pelan kaki Letha. Letha pun paham apa yang harus ia katakan.


“A-aiya ke-kemarin saya yang ke ru-“


Tok tok tok


Belum selesai Letha bicara seseorang mengetuk pintu kelas, membuat Letha menghela nafas lega. Berbeda dengan Ara yang menahan tawa melihat ekspresi tegang Letha tadi.


“Kau hampir membuatku serangan jantung tau. Kau harus jelaskan pada ku nanti di kantin Ra” bisik Letha.


“Mana aku mau” ledek Ara sambil berbisik.


Letha yang mendengar itu berniat menginjak kaki Ara. Namun kalah cepat dengan Ara yang menarik kakinya menjauh.


Fino berjalan ke arah pintu melihat siapa yang mengganggu jam mengajarnya. Fino salah satu guru yang tidak suka diganggu saat berada dalam kelas, kecuali memang ada hal yang sangat penting.


Fino dibuat terkejut saat membuka pintu. Didepannya sudah berdiri sang istri dan papanya. Fino merilik Ara yang ternyata tak kalah terkejutnya melihat kedatangan Tn. Felix.


Karena selama ini Tn. Felix tidak pernah datang ke sekolah. Dan kehadirannya saat ini membuat Ara kembali merasa ketakutan.


Fino menatap papanya datar. Ia melirik sang istri yang dibalas gelengan kepala.


“Untuk apa papa ke sini?” tanya Fini setelah ia keluar menutup pintu kelas.


“Papa cuma mau bilang, hari ini papa akan berangkat ke Australia untuk mengurus pembukaan cabang disana. Papa serahkan perusahaan sama kamu untuk sementara ini” ucap Tn. Felix menatap wajah datar putranya.


“Berapa lama?” tanya Fino.


“6 bulan bahkan lebih” jawab Tn. Felix menepuk pundak putranya.


“Papa berangkat. Jaga istri dan calon anakmu. Dan juga jangan biarkan anak nakal itu berulah yang hanya bisa memalukanku. Ingat ucapanku waktu itu”


Tanpa menunggu jawaban putranya, Tn. Felix pun melenggang pergi bersama pria seusianya, yang tak lain asisten pribadinya.


Fino mendengus kesal mendengar ancaman papanya itu. Lisha mendekat mengusap punggung suaminya.


“Aku juga berpikir begitu. Memang maksud papa yang terakhir apa sih?” ucap Lisha penasaran.


“Sudahlah lupakan saja. Dia memang sedikit tidak jelas” kesal Fino.


“Hey yang kamu maksud tidak jelas itu papamu dan dia papa mertuaku mas” omel Lisha.


“Ya ya ya lupakan. Kembalilah istirahat diruanganku. Kamu ini seharusnya istirahat dirumah saja jika tidak mengajar sayang” sahut Fino.


“Ck kau mulai lagi” kesal Lisha berjalan pergi.


Fino hanya menggelengkan kepala menatap tingkah istrinya. Ia lalu masuk kembali ke dalam kelas.


.


.


.


.


Ara masih terdiam melihat pintu yang baru saja di tutup oleh Fino sambil meremas polpen sebagai pelampiasan atas ketakutannya saat ini.


“Untuk apa papa ke sini?” gumamnya.


“Kamu bilang apa Ra?” tanya Letha menatap Ara.


“Enggak kog aku cuma susah ngerjain yang ini” ucap Ara tersentak.


“Oh yaudah sini aku bantu. Kita kerjain bareng-bareng biar kamu paham. Sambil nunggu pak Fino masuk kelas”


“Eh tunggu dulu Ra, orang itu tadi kan papanya pak Fino berarti papa kamu dong?” bisik Letha yang hanya dibalas anggukan oleh Ara.


Ara terlihat fokus menatap buku didepannya. Tapi, siapa yang tau dengan pikirannya?


Next👉🏻


Jangn lupa like, komen dan votenya ya gais🔥🔥🔥🔥