My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Extra Part 7



4 bulan kemudian...


“Bundaaa sayangg, Ayah pulang” teriak seorang pria berjalan menaiki anak tangga menuju lantai atas sambil menenteng beberapa paper bag ditangannya.


Cklek


Pria itu tersenyum menatap sang istri yang sedang duduk bersandar disofa kamar mereka.


“Ayah sudah pulang?” tanya wanita cantik itu sambil menyalami sang suami.


“Iya, hari ini Ayah pulang cepat. Kangen bunda sama si baby, ih gemes banget lihat perut bunda” gemas pria itu sambil mengusap perut buncit sang istri.


“Besok jadwal bunda cek kandungan kan?”


“Iya, besok pagi jam 8. Besok ayah libur kan? Sekalian nengok Baby L ya, dari kemarin kita belum nengok lo yah. Bunda mau nengok sendiri gak dibolehin, ayah sibuk terus” dengus sang istri dengan bibir panjang 10 cm hehehe canda deh.


“Iya maaf bun, ayah gak mau kalo bunda keluar sendiri tanpa ayah. Apa lagi bunda lagi hamil, bikin ayah khawatir tau. Janji deh besok kita mampir nengok baby L” bujuk sang pria sambil memeluk sang istri dari samping.


“Tapi Bunda belom beli kado buat baby L, gimana dong yah?” sedih si bumil saat mengingat dirinya belom mempersiapkan kado untuk keponakannya.


“Kata siapa belum beli?” ucap sang suami membuat si bumil menautkan kedua alisnya. Bingung.


Pria itu lalu berbalik memperlihatkan beberapa paper bag pada sang istri. “Tadi aku udah mampir cari kadonya dan sesuai dengan yang kamu mau, serba pink dan berkelas”


“Ih lucu bangeet, gemesin. Pasti cocok sama baby L”


“Siapa dulu dong, ayah Riko gitu loh” ujar pria yang tak lain adalah Riko sendiri.


Lalu siapa wanita yang sedang hamil itu? Yups, kalian benar. Dia adalah Ara istri kecil nan manja Riko. Memang siapa lagi kalo bukan Ara, istri Riko kan hanya Ara.


Singkat ceritanya,


Sejak kedatangan Letha dan Alex 4 bulan lalu, Alex yang kala itu langsung menghubungi dokter specialis kandungan dan memintanya untuk memeriksa sang adek yang keras kepala itu. Setelah mendengar keluhan yang diderita sang adek sama saat sang istri hamil dulu.


Disaat itulah dokter memberikan kabar bahagia dimana Ara ternyata sedang hamil dengan usia kandungannya yang memasuki minggu ketiga.


Segala rasa syukur Ara dan Riko ucapnkan, betapa bahagianya mereka kala mendengar kabar kehamilan yang sudah mereka damba dalam pernikahan ini. Riko tak hentinya mengucapkan kata syukur dan terimakasih pada sang pencipta saat kepercayaan itu sudah hadir.


Seluruh keluarga ikut berbahagia mendengar kabar kehamilan Ara, banyak doa pula untuk sang calon ibu dan baby. Dan sekarang kandungan Ara sudah memasuki usia 4 bulan. Baru beberapa hari kemarin mereka mengadakan syukuran 4 bulanan di salah satu panti asuhan, Riko dan Ara juga ingin berbagi kebahagian pada mereka semua.


Tidak hanya itu saja, Riko, Fino dan Alex juga memberikan bonus pada seluruh karyawan pusat mau pun cabang atas nama Ara. Mereka berharap doa terbaik selalu menyelimuti Ara.


“Iya iya yang mau jadi Ayah” canda Ara mengusap perutnya sendiri.


Keseharian Ara adalah menikmati waktu dimana sang buah hati tumbuh dan berkembang didalam perutnya. Riko juga melarangnya untuk melakukan hal berat, sungguh suaminya menjadi overprotectif. Segala perhatian Riko tumpahkan untuk kenyamanan sang istri tercinta.


Riko sendiri juga menyuruhnya untuk membiasakan diri mengubah panggilan mereka menjadi Ayah, Bunda.


“Sayang, apa cuma Ayah aja ya yang ngerasa kalo perut Bunda beda” tanya Riko menatap Ara.


“Beda gimana sih?”


“Iya beda, inget gak dulu waktu Lisha sama Letha hamil usia 4 bulan?”


“Inget, emang kenapa sih. Bunda bingungkan jadinya” kesal Ara, mood ibu hamil memang mudah berubah untuk aja Ara enggak ngereog kayak si Letha waktu hamil. Canda Letha, pis😁


“Nah, dulu perut mereka enggak segede Bunda deh. Ini Bunda hamil empat bulan tapi kayak hamil tujuh bulan lo bun” jelas Riko.


“Mungkin aja di dalam ada twins” ucap Ara dengan senyum merekah.


“Aaaaa jadi gak sabar banget” rengek Riko membuat Ara tertawa kecil.


Mereka pun menghabiskan sore hari dengan bercerita singkat.


.


.


.


.


“Selamat ya bu, baby triplets nya sehat. Dijaga pola makannya ya bu, banyak-banyak istirahat dan melakukan olahraga ringan dengan rutin. Untuk vitaminnya bisa ditebus di apotik. Ini resepnya ya pak, hati-hati dijalan pak, bu”


“Perhatikan langkahmu sayang” tegur Riko melihat istrinya yang melamun sambil terus tersenyum.


“Ih kakak mah gitu, ganggu tau. Ara tuh lagi bahagia didalam sini ada baby triplets”ucap Ara mengusap perut nya.


Tidak salah banyak orang yang heran dengan kehamilannya yang terlihat seperti 7 bulan, ternyata ada tiga nyawa didalam perutnya.


“Ayah, Bunda sayang” koreksi Riko.


“Ayah juga bahagia banget, Tuhan udah beri kita tiga anak sekaligus. Pokoknya Bunda harus denger saran dokter tadi, makan yang bergizi, olahraga rutin gak boleh males malesan kalo perlu tiap hari deh Ayah temenin, trus banyak istirahat juga jangan kecapekan, vitaminnya juga harus diminum biar bunda dan baby triplets sehat terus sampai persalinan nanti. Ayah juga akan mempersiapkan dokter kandungan terbaik untuk operasi caesar bunda nantinya. Ayah janji akan mengutamakan kenyaman Bunda dan baby triplets” ucap Riko panjang lebar membuat Ara menghela nafas malas.


Suaminya ini memang berubah sangat cerewet sejak dirinya hamil, tapi Ara tetap mensyukurinya. Karena apa yang dilakukan Riko semua hanya untuk dirinya. Sungguh ia sangat bersyukur dapat bersanding menjadi teman hidup suaminya ini.


Ara menjawil hidung mancung suaminya. “Iya, iya Bunda nurut deh sama Ayah. Udah ya jangan ngomel terus ini udah sampai kamar inapnya Letha lo”


Riko merengut kesal mendengar ucapan sang istri, mana ada dia ngomel. Istrinya ini memang.


Ckleck


Pintu terbuka dan ternyata semua sedang berkumpul di ruang rawat Letha.


Dua hari lalu Letha berhasil melahirkan sang putri semata wayangnya dengan keadaan sehat. Setelah melewati drama dimana dirinya terjatuh saat di kamar mandi. Kandungan Letha memang lemah, dan karena kejadian itu pula Letha harus melakukan operasi pengangkatan rahim, dimana itu artinya ia tidak dapat mengandung lagi. Bahagia dan sedih mencampur bagi Alex dan Letha.


Bahagia akan kelahiran putri pertamanya dan sedih dengan keadaan dirinya yang tidak bisa mengandung lagi. Namun, Alex terus berusaha memberi dukungan positif untung sang istri. Bagaimana pun mental sang istri pasti terguncang.


“Letha” pekik Ara berlari kecil kearah ranjang dimana sahabatnya berbaring lemah.


“Jangan lari sayang” ucap Riko yang tidak digubris sama sekali.


“Selamat atas kelahiran putrimu, lekaslah pulih” peluk Ara membuat Letha tersenyum hangat.


“Kau juga, jaga kandunganmu jang suka berlari seperti itu bikin suamimu khawatir saja” omel Letha di balas cengiran.


“Selamat untukmu kakak ipar, jadi daddy eh” canda Riko dibalas tepukan bahu.


“Hahaha, thanks” balas Alex.


Di ruangan ini ada Fino, Lisha dan baby Rey. Lalu Tony dan Arumi yang kandungannya sudah memasuki 8 bulan.


“Oh iya dimana baby L?” tanya Ara menatap setiap sudut ruangan.


“Kamu bahkan belum mengucapkan selamat padaku adek kecil” cemberut Alex.


Ara tertawa mendengarnya lalu berjalan kearah Alex memeluk sang kakak.


“Selamat kakakku sudah jadi daddy jangan ngambek ngambek ah, nanti diketawain baby L” ucap Ara membuat semuanya tertawa.


Termasuk baby Rey yang usianya hampir menginjak satu tahun.


.


.


.


.


Hellow gais😁


Selamat malam semuanya, wihh balik lagi nih sama aku, karena cerita ini belom bener2 ending jadi aku bakal buat cerita ini smpek Ara lahiran okay? Tungguin aja ya kelahiran baby triplets.


See you🥰