My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 86



“Aku mau minta tolong sama kalian berdua buat bantu aku bilang ke Letha kalau aku ingin melamar Arumi” jelas Tony menunduk.


“Melamar” “Arumi?” ucap Alex dan Ara bersamaan.


“Baguslah, akhirnya aku bisa percaya kalo kamu normal Ton” sambung Alex santai yang langsung di tatap tajam oleh Tony.


“Arumi? Arumi siapa?” tanya Ara.


“Dia pelayan baru di AA Cafe” jawab Tony tersenyum membayangkan wajah lugu Arumi.


“Enggak usah senyum-senyum kayak orang gila juga kalik” sungut Alex membuat Tony dan Ara terkekeh.


“Makanya kak Alex cari pacar sana biar kayak kak Tony yang lagi kasmaran” ucap Ara tertawa kecil.


“Yups anda sangat benar nona muda. Bilang pada kakakmu itu agar tau bagaimana rasanya sedang dilanda kasmaran” ledek Tony pada Alex yang sudah memasang wajah datar.


Sedangkan Tony dan Ara masih saja menertawakan Alex.


“Kau masih mau tertawa atau tidak” ketus Alex.


Tony berdehem bermaksud meredakan tawanya. Tapi Ara masih saja terkekeh ria melihat wajah ketus kakaknya itu.


“Hentikan tawa mu Ra atau aku akan melakban bibir mungilmu itu” ucap Alex datar melirik Ara yang langsung menutup bibirnya rapat.


Sejenak Alex menghela nafas lalu menatap Tony yang kini juga menatapnya.


“Kapan kau akan melamar Arumi?” tanya Alex pada Tony.


“Secepatnya” jawab Tony dengan mantap.


“Besok ajak Letha dan Arumi menginap disini” ucap Alex enteng.


“Apa yang akan kakak lakukan?” tanya Ara penasaran.


“Ton kamu ingat waktu itu Letha bilang apa sama kamu?” tanya Alex membuat Tony mengingat kejadian dimana Letha menangis dipelukannya karna kejailan Alex saat itu.


“Letha enggak akan nglarang kak Tony buat deket sama cewek lagi. Letha juga sadar kalau selama ini selalu egois. Ta... tapi Letha belum bisa lihat kak Tony menikah hiks... hiks... na...nanti Letha sama siapa kalo kakak udah nikah. Sejak papa sama mama cerai cuma kak Tony yang Letha punya hiks... hiks...”


“Aku takut kak Tony bakal ninggalin Letha sendiri nanti saat kakak sudah nikah. Kakak hiks... hiks... ka kakak boleh kog pacaran tapi jangan nikah dulu kak hiks hiks huaaa kakak”


“Aku ingat Lex” jawab Tony sedikit menceritakan kejadian waktu itu.


Sedangkan Ara hanya diam mendengarkan pembicaraan seriuas dua pria menyebalkan baginya, bagaimana tidak menyebalkan saat Ara bertanya tadi Alex bahkan tidak menjawab.


‘Kalau bukan tentang Letha sudah dari tadi aku ke kamar saja. Dasar menyebalkan’ gumam Ara sedikit kesal.


“Dari situ sudah bisa dipastikan kalau Letha akan merestuimu untuk melamar Arumi. Jadi perlahan besok kita kenalkan Arumi sebagai pacarmu dulu” jelas Alex.


“Biarkan Letha mengenal Arumi secara perlahan, setelah itu kak Tony berbicaralah meminta pendapat dari Letha tentang Arumi dan rencana kak Tony yang ingin menikahi Arumi. Jadi tidak akan ada kesalah pahaman yang terjadi nantinya” sambung Ara dengan wajah lugunya.


Prok prok prok


Suara tepuk tangan terdengar nyaring diruangan itu, siapa lagi kalo bukan Alex.


“Wah adikku ini sangat cerdas ya” ledek Alex mengacak rambut Ara.


“Ck dasar menyebalkan” sungut Ara menepis tangan Alex.


“Bagaimana Ton?” tanya Alex menatap Tony.


“Ya aku setuju, benar juga yang di katakan Ara” ucap Tony tersenyum lega walau hanya sedikit.


“Baik kalau begitu Ara pamit ke kamar dulu” pamit Ara meninggalkan dua pria tampan itu dan melangkah menuju kamarnya.


...****...


Di tempat lain Riko baru saja pulang dari rumah Fino. Tadinya dia ingin menginap di sana dan menemui Ara. Tapi ia malah mendapat kabar kalau Ara kini tinggal bersama Alex, kakak kandungnya.


Riko berjalan menuju balkon kamar dengan ponsel di tangannya. Riko menatap wallpaper ponselnya dimana gadis cantik dengan seragam sekolahnya tertawa lepas di sudut kantin.


“Ra, apa kau juga akan mengingatku nantinya? Sekali pun kau tidak mengingatku, aku akan mendekatimu sebagai sosok yang baru untukmu” gumam Riko.


Sama hal nya yang di lakukan Riko, saat ini Ara sedang berdiam diri duduk di sofa balkon kamarnya. Ia mengingat seseorang yang terakhir kali ia temui sebelum kecelakaan itu terjadi.


“Apa dia masih di luar negri? Hah pasti menetap disana” ucap Ara pada dirinya sendiri.


“Kak Fano” gumam Ara menatap lurus kedepan.


Ting


Ara menoleh menatap layar ponselnya yang menyala. Sekilas senyum manis terbit di bibirnya. Sesekali ia tertawa kecil membaca pesan di grub kelasnya yang lucu.


Sampai salah satu pesan masuk membuatnya mengernyit setelah membacanya.


^^^Nomor tidak dikenal^^^


^^^Ku peringatkan padamu jauhi Riko.^^^


Ara mengangkat bahunya acuh, sudah hal biasa ia mendapatkan pesan singkat seperti itu. Ara berpikir mereka yang mengirimi pesan padanya adalah fans berat Riko. Jadi dia tak ambil pusing setiap mendapat pesan seperti itu.


Ara pun memutuskan untuk masuk kedalam kamar merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya sambil mendengarkan lagu kesukaannya dan mulai tertidur.


...****...


Keesokan harinya rumah Alex sudah ramai dipenuhi oleh ocehan Letha yang sudah datang sendiri sedari subuh tadi. Bahkan kedatangan Letha membuat tuan rumah terbangun karna kehebohannya.


Bagaimana tidak saat masuk rumah Alex tadi Letha berteriak kencang mengatakan kedatangannya dan memanggil Ara dengan heboh.


“Selamat pagi. Haloo semuanyaa. Aletha Lutfiana Wijaya yang cantik dan manis sudah datang yuhuuuu. Ara sayang yuhuuu”


Kurang lebih seperti itu tadi. Setelah membangunkan seisi rumah kini Letha mulai bertingkah bar-bar lagi, membuat geleng-geleng kepala bagi siapa saja yang melihat tingkahnya.


“Tha bisa diem gak mulutmu itu” ketus Ara pada Letha yang terus saja nyerocos tanpa henti.


“Sans dong Ra” jawab Letha dengan cengiran khasnya.


Mereka berdua sedang membantu bi Surti menyiapkan makanan di meja makan untuk sarapan pagi ini. Walau sudah ada pelayan tapi Ara tetap memaksa membantu diikuti Letha.


“Nah makanan sudah siap” ucap Ara tersenyum.


“Kak Alex mana ya Ra? Perasaan tadi udah turun deh. Padahal tumben banget jam segini udah bangun aja mana sekarang kan weekend” ucap Letha enteng tanpa merasa bersalah.


“Nyerocos aja terus. Trus lo pikir yang pagi-pagi datang treak treak bangunin orang serumah sapa hah? Kambing!” ucap Ara ngegas di balas kekehan tanpa dosa oleh Letha.


“Tenang dong Ra tenang nanti darah tinggi loo” canda Letha.


“Huh lagian ada aja acaranya” sungut Ara lalu berjalan ke arah taman belakang dimana Alex sedang bersantai sambil menunggu sarapan selesai di hidangkan.


“Jangan ngikutin” tuding Ara pada Letha yang mengangguk patuh.


Ara melihat Alex yang bersandar pada sandaran sofa sambil memejamkan matanya. Sepertinya Alex masih merasa ngantuk, tapi karna ulah Letha pagi ini membuatnya terbangun dari tidur nyenyaknya.


“Kak Alex” panggil Ara lirih sambil memegang bahu Alex.


Alex pun membuka matanya perlahan dan tersenyum menatap wajah Ara yang sangat mirip dengan mama.


“Sarapan sudah siap yuk ke dalem kak” ajak Ara.


Alex bangkit sambil merangkul pundak adiknya dengan senyum bahagia.


“Maafin sikap Letha yang bar-bar itu ya kak. Otaknya emang rada gersek gitu” ucap Ara menatap Alex.


“Udah biasa kakak ngadepin tingkahnya yang bar-bar itu” jawab Alex tertawa kecil.


Sampainya di meja makan terlihat Letha tersenyum manis ke arah adik kakak yang berjalan mendekatinya.


Alex tertegun menatap senyum Letha yang semakin hari membuatnya berdebar. Alex membalas senyum Letha dan berjalan duduk di kursinya. Mereka pun sarapan dengan tenang.


Selamat sore semua. Hallo gais. Maaf ya baru bisa up lagi, karna ada beberapa masalah yang harus diselesaikan terlebih dahulu kemarin. Jadi author baru bisa up hari ini. Terima kasih buat kesetiaan kalian semua yang tiap hari nungguin up nya. Hari ini MLMT bakal mulai up lagi. Terimakasih.


Salam hangat author😊