My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 93



Setelah menghabiskan waktu berdua di tepi pantai. Riko dan Ara memutuskan untuk segera malam mengingat pesan Alex yang melarang Ara pulang lebih dari jam 8 malam.


Kebahagian terpancar dari raut wajah Ara menatap cincin yang bertengger manis di jariny. Sesekali Riko mengusap rambut Ara dengan penuh kasih sayang.


“Udah jangan diliatin aja cincinnya. Enggak bakal berpindah kog kan udah ketemu tuannya yang cantik” canda Riko sambil fokus menyetir.


Perjalan sore ini terlihat sedikit macet karna kebetulan bersamaan dengan jam pulang kerja.


“Apaan sih kak Riko gombal terus tauk” ucap Ara menatap pria tampan di sampingnya.


“Nah gitu dong liatin aku aja dari pada yang lain. Toh aku lebih tampan, keren juga iya” ucap Riko melirik Ara yang kini terlihat sedang mencibir dirinya.


Riko melirik Ara yang terlihat mulai menguap beberapa kali. Riko tersenyum mengusap kepala Ara lembut.


“Kamu tidur aja perjalanan kita masih jauh Ra” ucap Riko.


“Tapi kasian kak Fano dong enggak ada yang nemenin kalo aku tidur” ucap Ara sambil menguap.


“Tidurlah sayang” ucap Riko mengusap tangan Ara dan menggunakan tangan kanannya untuk menyetir.


Ara yang memang sudah sangat mengantuk pun tak butuh waktu lama


untuk terlelap.


Saat lampu merah Riko menoleh ke samping kiri dimana Ara sudah tertidur pulas, pelan-pelan Riko menurunkan sandaran Ara agar lebih nyaman dalam tidurnya.


Riko mengecup kening Ara sesaat dan kembali fokus menyetir karna lampu hijau sudah menyala.


...****...


Jam dinding sudah menunjukkan pukul 19.45 tapi Ara belum juga pulang membuat Alex merasa cemas. Berulang kali ia menghubungi Ara tapi tidak satu pun panggilannya terangkat.


Alex bangkit dari sofa lalu berjalan menuju pintu utama bersamaan dengan suara mobil berhenti. Alex berlari membuka pintu kasar.


Alex mematap tajam pada Riko yang membuka pintu penumpang lalu menggendong Ara.


Alex mendekat lalu merebut Ara dari Riko kedalam gendongannya. Tatapan tajam masih dia layangkan pada Riko.


“Apa yang kamu lakukan pada Ara?!” desis Alex datar.


“Dia hanya ketiduran karna kecapekan tadi di pantai main air” jelas Riko tak kalah datar.


Tanpa menjawab ucapan Riko, Alex berbalik membawa Ara masuk dan menyuruh anak buahnya untuk mengusir Riko pergi.


Riko hanya bisa menghela nafas melihat Ara dalam gendongan Alex. Riko sadar Alex punya hak lebih pada Ara, apalagi Ara adik kandungnya yang sudah lama terpisah jelas saja sikap posesifnya muncul.


Riko pun memutuskan untuk pulang. Sedangkan di dalam kamar Alex merebahkan tubuh mungil Ara di atas kasur. Terlihat jelas dari wajah Ara yang kelelahan. Alex berbindah melepas sepatu dan kaos kaki Ara, setelah itu menyelimuti yang masih terlelap.


“Apa harimu menyenangkan sayang? Sampai-sampai tertidur pulas seperti ini” gumam Alex mengusap rambut Ara.


“Good night sayang” gumam Alex sambil mengecup kening Alex lalu beranjak pergi menuju kamarnya.


...****...


Sedangkan di sebuah apartement mewah seorang wanita berteriak marah setelah mendengar kabar dari anak buahnya yang ia suruh mengikuti seseorang.


“Sial kau jalang! Jangan harap kau bisa merebut Riko dari ku! Aaaaaaa” teriak wanita yang tak lain adalah Clara sambil membanting semua pajangan indah di apartementnya.


Baru saja Clara mendapat kabar tentang Riko yang mengajak Ara ke pantai dan melamar Ara di sana. Bahkan anak buahnya mengirimkan beberapa foto romantis kebersamaan Riko dan Ara yang semakin membuat Clara murka dan langsung melempar ponselnya begitu saja.


“Lihat saja aku akan buat perhitungan pada bocah kecil itu” gumam Clara dengan wajah murkanya.


“Siapapun tidak ada yang bisa memiliki Riko selain aku, Clarissa Anderson” ucap Clara mengepalkan kedua tangannya.


Clara segera menghubungi anak buahnya dengan telpon rumah yang untung saja masih utuh di atas nakas ruang tamu.


“Aku mau kau segera menjalankan misimu. Aku mau secepat mungkin, semakin cepat maka aku akan membayar mu tiga kali lipat” perintah Clara pada orang di seberang sana.


“Siap bos. Kami sudah mulai mengintainya” jawab pria di seberang sana.


“Bagus” ucap Clara lalu memutuskan sambungan.


Entah apa yang akan Clara lakukan dan kepada siapa. Apakah pada Ara atau Riko hanya otak Clara dan Tuhan yang tau atas kejahatan apa yang akan dia lakukan nantinya.


...****...


Sesampainya di kamar Alex merebahkan tubuhnya bersandar pada sandaran sofa. Alex memejam kan mata sejenak sampai deringan ponsel mengganggu nya.


Alex tersenyum melihat siapa yanv menelpon malam ini.


“Halo kak” suara lembut menyapa pendengaran Alex setelah menggeser tombol hijau.


“Ha-halo” jawab Alex yang tiba-tina merasa gugup.


“Kak Alex kenapa? Kakak sakit?” tanya suara di seberang sana dengan nada khawatir.


“Kakak baik-baik aja kog Tha” jawab Alex pelan sambil tersenyum.


“Hah syukurlah kalo kakak baik-baik aja. Oiya terus gimana Ara udah pulang kan kak?” tanya gadis di seberang sana yang tidak lain adalah Letha.


Tadi sore Alex sempat menanyakan Ara pada Letha. Apakah Ara bersamanya setelah pulang bersama Riko. Ternyata sampai malam Ara masih bersama Riko dan membuatnya sangat cemas dan khawatir.


“Ara sudah pulang Tha, ternyata tadi Riko ngajak Ara ke pantai. Sekarang Ara lagi tidur pulas di kamarnya” jelas Alex pada Letha.


“Apa Ara baru aja dari pantai? Yahh padahal Letha juga pengen banget ke pantai. Ara juga kenapa gak bilang sama Letha kalo mau ke pantai. Ara kan tau kalo Letha pengen ke pantai. Ih jahat banget sih. Giliran dah deket sama pak Riko, Letha di lupain gitu aja dasar ya si Ara. Liat aja besok bakal aku tadi oleh-oleh dari pantainya. Dan kalau dia sampai gak bawa oleh-oleh setidaknya gelang kek apa kek. Awas aja ya Ara. Ih gemes tau aku sama tuh anak. Hih!” omel Letha panjang lebar melupakan bahwa sambungan telpon masih terhubung.


Alex mencoba menahan tawa mendengar rentetat ucapan Letha bak kereta api berjalan. Bahkan Alex memegang perutnya guna menahan tawa.


“Hahahahaha” tawa Alex kecil namun masih terdengar di telinga Letha dan membuatnya sadar kalau Alex mendengar semua omelan yang ia tujukan pada Ara.


“Kamu lucu banget si Tha, tingkah kamu yang bar-bar trus omongan kamu yang ceplas-ceplos bikin kamu lucu tau. Saya suka” ucap Alex tanpa sadar.


Sedangkam di seberang sana Letha sudah jungkir balik merasa senang mendengar akhir ucapan Alex ‘Saya suka’


‘Astaga Tha jangan ke PD an dulu deh ya nanti nyesel nangis patah hati’ gumam Letha tapi tidak menutup rasa bahagianya.


“Halo Tha kamu masih di sana kan?” sapa Alex saat tak mendengar suara Letha.


“Aku disini kog kak” jawabLetha cepat.


“Ya sudah kamu cepat tidur gih sana. Sudah malam Tha” ucap Alex


“Okay kak Alex, Letha tidur dulu ya kak” pamit Letha.


“Good night Tha” ucap Alex mengakhiri sambungan telpon itu.


Di waktu yang sama dan tempat berbeda Alex dan Letha mulai merebahkan badan mereka di atas ranjang tersenyum manis lalu terlelap.


Selamat datang bulan baru🤗


Selamat malam semua. Udah pada tidur belum nih. Dapet ucapan slamat malam nih dari bang Riko sama bang Alex😊😊😊


Next y👉🏻


Jangan lupa like, komen dan vote🔥🔥🔥🔥