
Keesokan pagi Ara sudah duduk di meja makan dengan Letha dan Arumi, sedangkan para pria berkutat dengan alat dapur. Karena pagi ini para pria lah yang akan menyiapkan sarapan. Ara sendiri sudah tau tentang hubungan Letha dengan kakaknya. Ara ikut bahagia mendengar kabar kalau Alex menyatakan perasaannya.
Jika di meja makan terdengar canda tawa berbeda dengan di dapur. Kegaduhan dan perdebatan antara Alex dan Tony mengisi ruang dapur itu. Riko memutar bola matanya malas sedari tadi harus mendengarkan perdebatan Alex dan Tony sejak mereka mulai masak. Mulai mau masak apa, milih bahan, dan entah apa sekarang.
“Ini kurang asin, lidahmu itu udah gak berfungsi ya Ton” sarkas Alex sambil menambahkan garam halus ke dalam sop.
“Ck tadi katanya jangan keasinan sekarang kurang asin” gumam Tony masih terdengar di telinga Alex.
“Kamu itu bisa bedain ucapan saya tidak. Jangan keasinan bukan berarti gak asin. Ck dasar, darimana sih saya kog bisa kenal kamu” gemas Alex.
“Tempemu gosong Ton” ucap Riko sambil memotong sayuran untuk bahan membuat bakwan.
Tony langsung kelabakan saat mendengar ucapan Riko yang terdengar santai itu.
“Shit!” desis Tony sambil mengangkat tempe yang sudah berubah warna kehitaman itu dari dalam wajan.
“Astaga Tony!! Kamu ini gimana sih!! Cuma disuruh goreng tempe, kenapa bisa jadi gosong sih!! Kamu itu ya emang gak bisa di andalin tau nggak. Udah sana iris tempe dan goreng sisanya itu. Jangan sampai gosong lagi” teriak Alex heboh sambil mengomel layaknya emak-emak saja.
Tony hanya bisa menghela nafas sambil mengusap dadanya, bersabar dengan teriakan bos satunya itu.
Suara teriakan Alex yang memarahi Tony saja sampai terdengar dari ruang makan membuat Ara, Letha dan Arumi cekikikan sendiri. Pagi yang penuh drama bukan.
“Aku jadi khawatir deh” ucap Ara dengan raut wajah cemas.
“Khawatir kenapa Ra?” tanya Letha.
“Iya khawatir, itu dapur gak akan rusak kan” ucapan Ara yang polos malah mengundang tawa Letha dan Arumi.
“Kita doa in aja semoga dapurnya gak hancur kasian nanti bi Surti sama yang lain” ucap Arumi sambil tertawa kecil.
Setelah menunggu kurang lebih 45 menit akhirnya semua menu sarapan sudah siap tersaji di atas meja. Senyum bangga terpampang di wajah tampan Riko, Alex dan Tony.
“Waahhh masakannya harum banget” ucap Letha menghirup wangi masakan yang sudah tersaji.
“Ara jadi laper” ucap Ara sambil mengigit sendoknya dengan wajah polos menggemaskan.
“Ayam krispinya melambai-lambai” ucap Arumi.
Di atas meja memang sudah tersaji sayur sop, tempe tahu, ayam krispi, jamur krispi, bakwan, sambel terasi, sambel teri dan kerupuk. Jangan lupa dengan bakso dan sosis goreng pesanan Ara dan Letha.
“Sebelum makan di foto dulu” ucap Letha bangkit dengan ponsel di tangannya.
“Ya ampun Letha kapan makannya kalo masih kamu foto, ih udah laper” rengek Ara sambil mencomot jamur krispi.
“Ara! Tahan dulu bentar ih” gemas Letha lalu memfoto sarapan pagi ini.
Riko mengusap puncak kepala kekasihnya menahan tawa saat melihat wajah cemberut Ara.
Selesai Letha dengan dokumentasinya, mereka pun mulai menyantap sarapan pagi. Semua tersenyum menatap Ara yang kembali lahap dengan sarapannya, mulutnya terus fokus mengunyah tanpa menghiraukan sekitar. Sampai Alex dan Riko mengingatkan untuk makan dengan perlahan. Dan hanya di balas cengiran oleh Ara.
...****...
Di balik pohon seorang pria berpakaian hitam berdiri mengintai keadaan sekitar atau lebih tepatnya pada rumah mewah di seberang sana.
Pria itu tampak menyeringai melihat banyaknya penjaga di sekitar rumah itu.
“Seberapa banyak kau mengerahkan mereka, nyatanya kau dan adikmu akan mati di tanganku” gumam pria itu yang tak lain Tn. Felix.
Pria itu lalu berbalik berjalan pergi menjauh dengan langkah santainya. Entah apa yang akan terjadi setelah ini, esok atau nanti.
...****...
Siang hari di ruang kerja Alex sudah ada Dion yang berdiri tepat di seberang meja kerja Alex. Alex sendiri diri menghadap cendela besar di ruang kerja rumahnya.
“Jadi pria tua itu sudah mulai menampakkan dirinya di sekitar sini?” tanya Alex dengan mengepalkan tangannya.
“Seperti yang sudah terekam cctv itu tuan. Sekitar pukul 08.45 pria itu datang dan baru pergi setelah 15 menit” jelas Dion.
“Maafkan atas kelalaian saya tuan” ucap Dion.
“Tidak apa, dengan begitu akan mudah untuk kita menangkap pria itu. Perketat penjagaan dan jangan sampai kecolongan. Ingat kalian juga harus hati-hati dengan pria tua licik itu” ucap Alex sambil berbalik menatap Dion.
“Siap tuan” ucap Dion.
“Baik tuan, saya permisi” pamit Dion beranjak keluar meninggalkan Alex yang termenung.
Di luar Letha sudah menunggu Dion keluar dari ruang kerja kekasihnya. Kekasihnya? Oh ayolah bahkan Letha masih tak menyangka kalau saat ini cintanya tak lagi bertepuk sebelah tangan.
Wajahnya saja terasa panas dan merona setiap kali mengingat Alex yang kini sudah menjadi kekasihnya.
Cklek
Pintu di hadapnya terbuka, menyadarkan Letha dari lamunannya. Dion yang keluar pun tersentak kaget melihat Letha yang sudah berdiri di depannya.
“Nona Letha” sapa Dion sambil tersenyum ramah.
“Apa kak Alex sudah selesai dengan urusan kalian?” tanya Letha.
“Sudah selesai nona, silakan anda masuk. Saya permisi dulu nona” ucap Dion berlalu meninggalkan Letha.
Letha pun memilih masuk dengan membuka pintu perlahan. Melongokkan kepalanya terlebih dahulu menatap sekitar mencari Alex.
“Kemana kak Alex? Kosong” gumam Letha.
“Hai sayang” sapa Alex dari balik pintu membuat Letha terkejut dan spontan memundurkan kepalanya.
Dug
“Aduhhh” ringis Letha saat kepala bagian belakang terbentur tembok di belakangnya dengan sedikit keras.
Alex yang melihatnya panik lalu menarik lembut tangan Letha masuk ke dalam ruang kerjanya dan duduk di sofa.
“Sakit ya sayang, maaf ya udah kagetin kamu” sesal Alex sambil mengusap kepala Letha yang terbentur tembok tadi.
“Sakit tau kak” ringis Letha dengan raut wajak kesakitan.
“Maaf ya, kita ke rumah sakit aja ya?” ajak Alex.
“Gak mau, kakak tenang aja gak sampek gagar otak kog. Cuma sakit aja nanti juga hilang” canda Letha sambil bersandar pada bahu Alex.
“Ck mulai deh kalo ngomng gak pernah di saring” kesal Alex masih mengusap kepala kekasihnya itu.
“Lagian ini juga salah kakak ngapain ngagetin kayak tadi” ketus Letha yang dibalas kekehan oleh Alex.
“Maaf ya” ucap Alex.
Cklek
Pintu terbuka begitu saja tanpa ketukan pintu terlebih dahulu dan siapa lagi yang berani masuk tanpa ketuk pintu selain Ara. Letha langsung duduk tegak sambil tersenyum canggung pada sahabatnya itu. Alex sendiri jangan di tanya, ia terlihat santai saja dengan senyum manisnya.
“Ada apa dek?” tanya Alex saat Ara masih terdiam di ambang pintu sambil melipat tangan di dadanya.
“Letha lama panggil kakak, kue nya udah siap. Trus aku suruh Letha aja yang manggil kakak eh enggak taunya malah lagi pacaran” cibir Ara.
“Oh iya, ya ampun aku sampek lupa mau ngapain tadi kesini” pekik Letha lalu cengengesan sendiri.
“Ck dasar” ketus Ara.
Tadi Ara, Letha dan Arumi memang mencoba membuat kue kering lebih tepatnya nastar, kesukaan para pria.
“Udah dong adek sama calon istri kakak jangan berantem oke, kita coba nastarnya aja yuk” ajak Alex merangkul Ara dan Letha.
Selamat siang semua🤗
Akhirnya kita jumpa lagi setelah 1 bulan author gak bisa up😭
Huhuhu sedih banget😭
Semoga aja setelah ini bener2 gak akan ada halangan lagi buat up untuk kalian🤗
Makasih. Salam hangat dari author❣️
Jangan lupa like, komen dan vote ya🥰