
Beberapa bulan kemudian...
Disebuah ruang rawat terlihat ramai dengan beberapa orang di dalamnya. Di atas ranjang pasien wanita cantik yang kini resmi menjadi seorang ibu tak hentinya tersenyum, ia adalah Lisha.
Dua jam yang lalu Lisha berjuang melahirkan sang buah hati ditemani oleh suaminya, Fino. Sampai sekarang masih terbayang dalam pikiran Fino, bagaimana perjuangan sang istri tadi. Lisha memang memilih melahirkan baby boy secara normal.
“Makasih untuk semuanya sayang, terima kasih untuk semuanya. Untuk perjuangan kamu yang luar biasa hari ini. Aku sangat beruntung mendapatkan istri sebaik, sekuat dan setangguh dirimu sayang. Makasih sayang, i love you” ucap Fino menyatukan keningnya dengan kening sang istri.
Lisha terharu mengusap pipi Fino yang penuh derai air mata bahagia, “Sama-sama mas, ini semua juga tidak terlepas dari perhatian kamu pada ku. Makasih sudah memilihku dan selalu berjuang menjagaku”
Lisha dan Fino merasa bahagia dikaruniai anak pertama laki-laki, terlebih Fino yang memang menginginkan anak pertamanya berjenis laki-laki agar bisa menjaga adik-adiknya kelak.
Reyhan Xelo Alardo putra pertama Lisha dan Fino. Bayi mungil nan tampan itu menjadi rebutan para auntynya, siapa lagi kalau bukan Ara, Letha dan Arumi. Untung saja baby Rey tidur pulas merasa tidak terganggu dengan suara auntynya.
“Ara pengen gendong tapi takut” gumam Ara menatap jari telunjuknya yang digenggam erat oleh baby Rey yang berada dalam gendongan Arumi.
“Tampan, imutt, lucu, gak sabar jadinya” ucap Letha mengusap perutnya.
“Sabar delapan bulan lagi lahir kan” sahut Arumi dibalas anggukan oleh Letha.
Apa Letha hamil? Yap, benar sekali saat ini Letha sedang mengandung buah cintanya bersama sang suami, Alex.
Sedikit cerita pernikahan Alex dan Letha diadakan seminggu setelah pesta ulang tahun perusahaan Alex empat bulan lalu. Bersamaan dengan pernikahan Riko dan Ara, bukan untuk menghemat biaya atau apa. Alex dan Riko memang sama-sama berencana memberikan kejutan untuk pasangan mereka. Jadi mereka memutuskan untuk menikah bersamaan waktu itu.
Sebenarnya bukan hal mudah bagi Alex dan Riko untuk menggabungkan tema pernikahan yang di inginkan Letha dan Ara. Sampai Arumi dan Tony ikut turun tangan membantu rencana pernikahan itu dalam waktu seminggu. Dan jadilah acara pernikahan yang luar biasa bagi Letha dan Ara.
Sedangkan pernikahan Tony dan Arumi akan diadakan dua minggul lagi. Mereka menjadi pasangan terakhir yang menikah.
Dan ini sudah empat bulan pernikahan mereka berjalan, kalau Letha sedang hamil satu bulan berbeda dengan Ara yang belum ada tanda kehamilan membuatnya menjadi lebih sensitif dengan topik kehamilan.
Riko yang berada tidak jauh dari Ara menyadari wajah murung istrinya itu. Riko bangkit mendekati Ara yang masih terdiam di samping Letha dan Arumi. Riko menyadari tatapan kosong istrinya pada jemari mungil yang menggenggam jari telunjuknya.
“Sayang” Riko mengusap bahu istrinya lembut.
“Emmm” gumam Ara terjingkat kaget.
“Kita pulang yuk, ini udah malem juga. Besok kita ke sini lagi lihat baby Rey” ajak Riko di angguki istrinya.
Sama halnya dengan Riko, Alex juga mengajak istrinya untuk pamit pulang. Karena hari juga sudah malam, Alex merasa khawatir dengan istrinya yang sedang hamil muda. Alex semakin posesif sejak Letha di mengandung anak pertama mereka.
Tersisa lah Arumi dan Tony yang masih ingin berada di sana, menemani Lisha dan Fino.
.
.
.
.
Setelah menikah Riko membawa istrinya tinggal berdua dirumah yang sudah ia siapkan special untuk Ara, istrinya. Sepanjang perjalanan sampai rumah Ara terus saja terdiam dan akan menjawab seadanya ketika Riko bertanya. Bahkan sampai di kamar pun Ara masih terdiam di bibir ranjang tempat tidur.
Riko merengkuh tubuh Ara dan dalam pelukan suaminya inilah Ara akan menangis sekancangnya sambil terus mengucapkan kata maaf.
“Maafin Rara hiks” isak Ara memeluk erat suaminya.
Sejak sebelum menikah Ara memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah, dan setelah menikah pun Ara semakin menikmati perannya. Tapi semakin kesini Ara merasa takut akan dirinya sendiri dan Riko pasti menyadarinya. Seperti saat ini.
“Sssttt tenang lah sayang, jangan seperti ini. Kamu ingatkan kita sudah bahas hal ini, diantara kita tidak ada yang bermasalah. Mungkin Tuhan masih memberi kita waktu berdua, jadi jangan sedih hmm” ucap Riko lembut sambil mengusap surai istrinya.
“Maaf” gumam Ara sesenggukan sampai tertidur dalam pelukan Riko.
Saat dirasa sang istri sudah tertidur Riko merebahkan tubuh Ara di atas ranjang dengan perlahan. Riko mengusap pipi istrinya.
“Janganlah bersedih lagi sayang” ucap Riko.
.
.
.
.
Dikediaman Mahesa
Alex duduk melamun di balkon kamarnya. Bahkan ia tidak menyadari kedatangan Letha yang terlihat lebih segar karena baru saja mandi.
“Hubby” panggil Letha menyadarkan Alex dari lamunannya.
“Loh sayang udah selesai mandinya, di sini dingin kita masuk yuk. Angin malam enggak baik buat ibu hamil” ucap Alex bangkit menuntuk Letha duduk di sofa, tak lupa menutup pintu balkon kamar mereka.
“Nglamunin apa sih?” tanya Letha.
Alex yang sibuk mengusap perut istrinya pun terhenti dan mendongak menatap Letha. Alex menatap bola mata indah milik Letha.
“Sayang, ada yang ingin ku bicarakan” Letha menganggk dalam diamnya.
“Setelah anak kita lahir nanti, kamu gak papa kan kalau kita pindah sementara ke Australia? Di sana aku mau buka cabang dan harus aku sendiri yang hendel, aku juga enggak mingkin ninggalin kamu disini” jelas Alex membuat Letha terdiam.
“Berapa lama?” lirih Letha.
“Kurang lebih 3 tahun sayang” jawab Alex.
Tak lama Letha mengangguk kepala, “Kemana pun suami tampan aku ini pergi, aku akan ikut terus enggak mau ketinggalan”
Alex terkekeh mendengar gombalan istrinya.
“Yaudah kita tidur yuk, baby nya pasti udah capek banget ya” ajak Alex.
...****...
Selamat malam semua🌹
Hore akhirnya udah sampai di extra part 1, lanjut gak nih?
Jangan lupa like, komen dan vote ya🔥🔥🔥
Makasih❣️