
Ara terbangun beberapa menit setelah Riko pergi. Ia menggeliat melihat jam dinding yang menunjuk pukul 07.30 pagi. Ara menguap menatap sekeliling kamar Alex.
“Perasaan tadi kayak ada kak Fano. Kemana orangnya? Mungkin cuma mimpi kalik ya” gumam Ara beranjak keluar kamar menuju kamarnya sendiri untuk bersiap.
Selesai dengan semua ritual pagi Ara beranjak turun ke meja makan. Sampai di meja makan hanya ada Letha yang sedanv menata menu sarapan pagi ini.
“Pagi Letha ku” sapa Ara.
“Hey pagi Ra, tadinya mau aku bangunin eh kamu nya udah bangun” ucap Letha.
“Yang lain pada kemana?” tanya Ara sambil membantu Letha.
“Kak Lisha sama kak Arumi pada manggil pasangannya tuh di gazebo taman belakang. Sana sekalian kamu nyusul biar aku yang jomblo ini sendiri” ucap Letha berdrama pagi.
“Ck apaan sih Tha. Lagian nanti kak Fano juga kesini. Yang ada tuh kamu kalo suka sama orang tuh ya bilang sana” ucap Ara spontan membuat Letha menatapnya.
“Ma-maksud kamu apa Ra?” tanya Letha gugup.
“Gak maksud” jawab Ara mengangkat bahu acuh.
“Ih Ara mulai deh, ngeselin” kesal Letha cemberut.
“Enggak usah pasang wajah jelek kek gitu. Udah jelek makin jelek yang ada cowok yang kamu suka takut liatnya” cibir Ara menahan tawa.
“Bodo amat” kesal Letha pergi.
“Lah ngambek” tawa Ara.
Ara sengaja duduk menunggu yang lain di meja makan tanpa menyusul Letha yang sedang ngambek.
“Palingan juga ke taman belakang. Tunggu sini saja lah” gumam Ara duduk manis.
Memang benar Letha berjalan menuju taman belakang untuk memanggil mereka sarapan. Tapi dari kejauhan Letha melihat Alex yang membuang kotak ke tanah dan wajah takut Arumi dan Lisha.
Perlahan Letha mendekat sambil mencuri pandang pada isi kotak itu yang ternyata berisi bangkai anak kucing. Tony yang menyadari kedatangan adiknya langsung membekap mulut Letha agar tidak teriak.
“Sssttt jangan sampai teriakanmu membangunkan Ara” bisik Tony.
Tadi saat Lisha dan Arumi datang tak lama bi Surti datang dengan tangan gemetar memegang paket dan memberikan pada Alex. Karena sejak kejadian kemarin Alex meminta untuk mengantarkan setiap barang yang ditujukan untuk Ara padanya terlebih dahulu. Alex ingin memastikan sendiri agar kejadian kemarin tidak terjadi lagi.
Dan benar saja pagi ini lagi-lagi Ara mendapatkan teror masih sama dengan kemarin.
“Ara sudah bangun dan ada di meja makan saat ini” ucap Letha gemetar.
Alex kaget mendengar ucapan Letha dan segera menyuruh salah satu bodyguard nya untuk membuang kotak itu.
“Cepat kalian bereskan dan rahasiakan kejadian ini pada Ara. Dan kau Fin bawa istrimu ke kamar biar nanti bi Surti yang antarkan sarapan kalian ke kamar. Arumi, Letha jika Ara menanyakan Lisha bilang padanya Lisha kecapekaan karna memasak pagi ini memgerti?” ucap Alex tegas tak terbantah.
Mereka mengangguk mendengar ucapan Alex.
“Redakan emosimu dulu Lex sebelum kau masuk. Aku dan Lisha ke kamar dulu” pamit Fino menggendong Lisha yang tampak pucat.
“Aku dan Arumi masuk dulu segeralah menyusul” ucap Tony membiarkan Alex menenangkan diri sebentar.
Kini tinggal Alex dan Letha di gazebo taman belakang. Sebenarnya Letha merasa canggung jika mengingat kejadian semalam tapi ia coba mengesampingkan perasaan canggung itu.
“Kak Alex” panggil Letha lembut.
Alex menatap Letha yang menunduk di sampingnya. Tanpa pikir panjang Alex menarik Letha dalam pelukannya.
“Biarkan aku memelukmu sebentar saja Tha” lirik Alex.
Letha membiarkan Alex memeluk dirinya. Awalnya Letha ragu membalas pelukannya tapi akhirnya ia memilih membalas pelukan Alex.
Letha menepuk punggung Alex pelan. Dengan posisinya saat ini Alex bahkan bisa mencium wangi rambut Letha yang menenangkan.
“Makasih Tha” ucap Alex melepas pelukannya.
“Sama-sama kak” jawab Letha tersenyum.
“Manis banget sih kalo senyum” gombal Alex.
Letha membuang muka mendengar gombalan Alex yang membuat dirinya gugup. Jangan lupa dengan pipi merona Letha. Alex terkekeh melihatnya.
“Yuk kita sarapan dulu” ajak Alex merangkul bahu Letha.
“Ck mereka tuh pada ngapain sih di taman belakang lama banget” gerutu Ara.
Bagaimana tidak kesal Ara sudah menunggu hampir setengah jam dan mereka belum juga masuk ke ruang makan.
Sampai datanglah Tony dan Arumi membuat Ara mengernyit.
“Pagi Ra” sapa Tony.
“Pagi. Kog cuma berdua aja yang lain kemana?” tanya Ara.
“Di sini sayang” ucap Alex menyapa Ara.
Alex mengecup kening Ara, sudah pemandangan biasa bagi mereka yang melihat. Alex begitu menyayangi Ara. Letha tersenyum melihat kehangatan Alex pada adiknya.
‘Adiknya aja diperhatiin, disayang, dijaga layaknya berlian. Apa lagi istrinya nanti? Gak kebayang gitu kalo semisal jadi istrinya kak Alex, emm gemes’ batin Letha senyum-senyum sendiri membayangkan dirinya menjadi istri Alex.
“Duduk Tha jangan nglamun terus aku dah lapar” ucap Ara membuyarkan lamunan Letha.
“Ck nyebelin banget sih” ketus Letha duduk di kursinya.
“Udah siap semua kalau gitu Tony pimpin doa” ucap Alex.
“Loh kak Fino sama kak Lisha mana? Trus kak Fano?” tanya Ara heran.
“Kak Lisha kecapekan karna tadi bantu masak, jadi kak Fino jagain kak Lisha. Trus kalo pak Riko gak tau kemana?” ucap Letha.
“Riko ada rapat pagi jadi gak sempet sarapan bareng dek” sambung Alex diangguki Tony.
“Oh gitu. Kalau gitu selesai sarapan Ara nengok kak Lisha” ucap Ara.
“Jangan dek nanti kamu ganggu istirahatnya. Mendingan setelah sarapan kamu siap-siap trus ikut kakak. Sekarang kita sarapan dulu” ucap Alex mematap Ara.
“Iya deh kak” jawab Ara.
Tony pun memimpin doa sebelum makan. Di tengah sarapan Fino turun dan ikut bergabung untuk sarapan. Sedangkan Lisha di kamar sudah terlelap setelah sarapan.
Selesai sarapan Ara segera berganti pakaian yang sudah di siapkan Alex untuknya. Dress hitam panjang selutut dengan lengan pendek melekat pada tubuhnya. Ara merasa heran menatap penampilannya yang serba hitam. Mulai dari dress, heel dan slingbag yang Alex siapkan berwarna hitam.
“Dah siap dan cantik” puji Ara saat sedang bercermin menata rambutnya yang mulai panjang.
(Contoh dress, heel dan slingbag yang di siapkan Alex untuk Ara ya)
Saat Ara menuruni anak tangga, ia melihat Alex yang sudah siap dengan kemeja dan celana kain berwarna hitam. Alex tersenyum melihat adiknya yang cantik dress yang sengaja ia pilihkan sendiri untuk acara hari ini.
“Ututu cantik banget sih adik kakak satu ini” puji Alex sambil mencubit gemas kedua pipi Ara.
“Sakit kak” rengek Ara menghentakkan kakinya.
“Ututu tayang takit ya” ucap Alex layaknya berbicara dengan anak kecil.
“Ck nyebelin. Kita jadi pergi gak sih kak? Trus kita mau kemana?” tanya Ara ketus.
“Kita akan menemui orang yang special. Yuk berangkat” ucap Alex menggandeng tangan adiknya.
Kali ini mereka keluar dengan Alex yang menyetir, tadinya Tony ingin memgantarkan Alex tapi langsung di tolak. Dan menyarankan Tony untuk refreshing bersama Arumi dan Letha. Anggap saja libur. Sedangka Fino ikut istirahat bersama si bumil.
Selamat malam semua🥰
Kira-kira Ara mau di ajak kemana ya sama abang Alex? Ada yang tau gak nih? Langsung komen ya😉😁
Next ya👉🏻
Jangan lupa like, komen dan vote🔥🔥🔥🔥
Thanks❣️