
Paginya Ara sudah bersiap dengan jeans hitam dan hoodie abu-abu kesukaannya, rambut sebahunya yang terurai. Cantik.
Itulah kesan pertama bagi mereka yang melihat Ara. Ara segera meraih slingbag dan ponselnya melangkah keluar kamar.
Di samping pintu apartement Ara, Riko sudah menunggunya sedari tadi. Pastinya tanpa sepengetahuan Ara. Karna sebelumnya mereka janji bertemu di taman kota.
Ckleck
“Oh astaga”
Ara dibuat terkejut melihat Riko dengan setelan santainya berdiri disamping pintu apartementnya tidak lupa dengan senyum menawannya.
‘Ya Tuhan kenapa di saat seperti ini dia begitu tampan’ batin Ara terpesona.
“Sudah siap?” tanya Riko pada Ara yang masih diam menatapnya.
“Ah i iya a ayo” gugup Ara.
Selama perjalanan hanya keheningan yang melingkupi mereka berdua. Hingga akhirnya Riko mulai bicara duluan.
“Ra kamu mau beli kado apa buat kak Lisha?” tanya Riko tanpa mengalihkan pandangannya.
“Mungkin baju bayi” jawab Ara santai.
Ara memang sudah tau kalau kakak iparnya itu kini sedang mengandung, itu pun dari Riko.
“Kita bahkan belum tau jenis kelaminnya Ra” sahut Riko gemas sendiri.
‘Bagaimana bisa dia berpikir seperti itu. Sungguh menggemaskan’ batin Riko tersenyum tipis.
“Terus harus kasih kado apa?” Bingung Ara.
“Kita lihat nanti saja, yang penting kita cari baju dulu buat kamu nanti malam” ucap Riko.
“Nanti malam? Memang aku mau kemana?” tanya Ara.
“Ke pesta ulang tahun yang diadakan kak Lisha di rumahnya” ucap Riko.
“Aku enggak bisa” sahut Ara lirih.
“Kenapa gak bisa?”
Sedangkan Riko sedari tadi hanya mengikuti kemana pun Ara melangkah, masih dengan keheningan diantara mereka berdua.
Hampir 2 jam mereka berkeliling mall dan kini mereka sudah mendapatkan kado yang cocok untung Lisha. Riko memilih membelikan jam tangan keluaran terbaru dan Ara memilih membelikan beberapa daster kekinian untuk ibu hamil dengan warna kesukaan Lisha atas saran Riko.
“Ra ikut aku” ucap Riko menarik tangan Ara kesalah satu butik langganan Lisha.
“Buat apa sih?” tanya Ara.
“Saya mau kamu hadir ke acara ulang tahun kak Lisha. Jangan pikirkan si tua bangka itu. Kamu tetap harus berangkat” ketus Riko.
“Yang kau bilang si tua bangka itu papaku” ucap Ara terdengar tidak terima.
“Saya tau” jawab Riko.
Ara menghela nafas mengikuti langkah dan perintah Riko. Mulai dari memilih dress dan mencobanya Ara lakukan, karna ia cukup malas berdebat dengan Riko.
‘Bukankah dia akan melindungiku nantinya’
Sesaat Ara berpikir seperti itu. Ia merasa Riko lah yang akan menjaganya nanti jika terjadi sesuatu yang tidak ia inginkan. Sebenarnya Ara tidak ingin datang nanti malam, bukan tidak mau andil dalam hari bahagia kakak iparnya. Ara hanya tidak mau menjadi pusat masalah nantinya. Apa lagi papanya pasti akan datang nanti.
Setelah menemukan dress Yang cocok untuk Ara. Mereka memutuskan untuk makan siang disalah satu restauran yang berada di mall itu sebelum pulang.
Ditempat lain, Fino sedang menemani sang istri dibalkon kamar menghadap taman belakang yang kini sedang di dekor untuk acara nanti malam.
“Apa Ara akan datang mas?” tanya Lisha pada suaminya.
“Percayakan itu pada Riko, Ara pasti akan datang” jawab Fino sambil tersenyum memeluk Lisha.
“Aku harap Ara selalu ada di tengah kebahagiaan kita mas”
“Aku pun berharap begitu”
Fino terdiam dalam pikirannya sambil terus memeluk sang istri penuh kasih.
Selamat menyambut dan menunaikan bulan suci Ramadhan 1442 H. Semoga diberi kesehatan, kekuatan dan kelancaran selama menunaikan ibadah puasa ya teman teman.
Aminnn🤲🤲