My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 44



“Ah iya aku ingat kamu bukannya pelayan juga kasir di AA Cafe kan? Aku sering lihat kamu disana. Wah adik kamu mandiri banget ya Fin, Lis. Seneng deh punya adik yang mandiri. Gak kayak adik aku tuh sukanya kluyuran gak jelas terus bikin kesel tau nggk” tutur Mona.


“Pelayan? Kasir?” tanya Fino dengan wajah datarnya.


“Iya adik kamu kan kerja di AA Cafe. Iya kan dek?” ucap Mona pada Ara.


“Iya kak” jawab Ara tersenyum manis.


“Duhh manis banget sih senyumnya. Cantik, mandiri lagi ih mantu idaman mamaku nih hehe” canda Mona diiringi tawa yang lain.


Senyum Ara semakin merekah mendengar pujian dari Mona. Baru kali ini Ara mendapat pujian tulus dari orang lain. Ia merasa bahagia, setidaknya itu menandakan bahwa ia berguna.


Berbeda dengan wajah Fino yang kini memerah menahan amarahnya. Lisha mulai merasa khawatir Fino akan melakukan hal diluar kendalinya. Digenggam tangan suaminya erat.


Sesaat Fino tersenyum paksa memandang wajah istrinya, sebelum akhirnya melepas genggaman sang istri perlahan.


Fino beralih menarik paksa tangan Ara kedalam rumah tepatnya ruang kerja Fino. Ara terus meronta mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman kakaknya itu.


“Kak Finooo” teriak Ara.


”Aaaauuww sakit kak lepasin” teriak Ara lagi.


Hingga sampai lah mereka di ruang kerja Fino. Fino menghempaskan tangan Ara begitu saja dengan kasar.


“Kak Fino kenapa sih? Sakit tau?” keluh Ara memegang pergelangan tangannya yang memerah.


“Mulai kapan kamu kerja?” tanya Fino datar.


“Siapa yang suruh kamu buat kerja?” tambah Fino lagi.


“Lagian tadi teman kakak memuji Ara mandiri. Ja-“


“Jadi maksud kamu dengan mereka memuji kamu mandiri kamu bangga begitu? Dek kakak mohon berhentilah berulah dan mencari masalah seperti ini!!” ucap Fino menahan amarahnya.


“Kenapa sih dihidup kamu itu isinya hanya membuat masalah saja!! Bisa tidak sehari saja kamu tidak berulah?! Bagaimana jika papa tau?! Kamu tau bukan bagaimana berharganya harga diri papa sebagai pimpinan Alardo Corp?!! Gimana kalau rekan bisnis papa tau putri dari keluarga Alardo bekerja sebagai pelayan cafe?!!! Coba kamu pikirin gimana malunya papa Ara!!!” bentak Fino.


“Yang harus kamu pikirkan itu sekolah kamu Ara!!! Bukan malah bangga jadi pelayan cafe!!! Kakak gak mau tau mulai besok kamu jangan kerja lagi di cafe itu apapun alasan kamu!!! Kakak sudah cukup bersabar dengan segala tingkah kamu!!!” bentak Fino sekali lagi.


Ara terdiam menatap Fino tak percaya. Selama ini yang ia tau Fino adalah sosok kakak yang baik, tapi dibalik itu semua ia baru sadar bahwa Fino juga bisa merasa lelah.


Ara menunduk meremas kedua tangannya. Isakan tangis pun mulai terdengar menyadarkan Fino dari apa yang baru saja ia ucapkan.


“A Ara” lirih Fino mencoba mengusap wajah adiknya, namun Ara menghindar.


“Ara maafin kakak. Maksud kakak ta-“


“Maksud kakak apa? Sekarang aku udah paham kak. Intinya Ara hanya beban buat kakak kan? Hanya bisa buat keluarga kita malu kan? Kakak gak usah khawatir kalau semua orang tau Ara kerja jadi pelayan. Karna yang harus kakak ingat ENGGAK AKAN ADA YANG TAU KALO AKU DARI KELUARGA ALARDO” tekan Ara di akhir kalimat sambil menyeka air mata yang terus menetes tanpa henti.


“Sekarang aku tanya sama kakak. Siapa yang selalu diagungkan karna prestasinya? Siapa yang selalu dikenalkan oleh papa sebagai anak kebanggaannya? Siapa yang selalu buat papa bangga? Bahagia? Siapa kak? SIAPA???!!! ORANG ITU HANYA KAKAK!!! HANYA KAKAK!!!” teriak Ara.


Ara marah banget gaiisss🔥🔥🔥


Gimana kelanjutannya tunggu part selanjutnya ya. Bakal up hari ini kog❣️


Jangan lupa like, coment dan vote ya🔥🔥🔥