My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 50



“Itu udah lampu hijau kak, lihat mobil di belakang juga klaksonnya bunyi terus. Kakak malah nglamun” geram Letha.


“Eh hijau ya” gumam Alex lalu menjalankan mobilnya.


“Kak Alex nglamunin apa sih?” tanya Letha.


“Enggak Tha” jawab Alex.


“Kamu sudah makan Tha?”


“Udah kak tadi siang” ucap Letha menatap Alex.


“Maksud saya makan malam Tha bukan makan siang” ucap Alex gemas sendiri mendengar jawaban Letha.


“Belom sih kak kenapa? Kakak mau ngajak Letha makan malam romantis ya? Iya kan? Tapi kak Alex malu bilangnya. Letha mau kog kak, tenang aja Letha nggak akan nolak ajakan kakak makan malam romantis” tebak Letha percaya diri.


Alek menggelengkan kepala saat sifat bar-bar Letha kambuh. Ia tidak habis pikir kenapa sekertarisnya itu punya adik yang sedikit bar-bar seperti Letha.


“Saya cuma tanya aja kok” kata Alex santai.


Letha berdecak kesal mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban Alex. Sedangkan Alex sendiri dibuat gemas dengan perubahan wajah Letha yang terlihat kesal.


Alex membelokkan mobilnya kearah restauran jepang cepat saji makanan kesukaan Letha yang ia ketahui dari sekertarisnya, kakak Letha.


“Ayo turun” ajak Alex keluar terlebih dahulu.


Letha menatap bingung sekitar hingga matanya menatap nama restauran jepang didepan sana. Ia langsung turun mendekati Alex dengan pandangan bingung.


“Udah ayo kita masuk” ucap Alex menarik tangan Letha.


Mereka pun memasuki restauran dengan Alex menggandeng tangan Letha. Bisa dibayangkan bagaimana senang nya hati Letha saat ini karna genggaman tangan Alex.


Setelah mencari bangku kosong mereka segera memesan menu makanan yang diinginkan. Tak berselang lama pesanan pun datang, mereka langsung saja menyantap makanan yang tadi di pesan dengan nikmat.


Riko masih setia menunggu Ara yang kini sudah terlelap dalam tidurnya. Suhu badannya juga sudah mulai turun membuatnya merasa sedikit lega.


Tadi sepulang dari cafe ia segera membawa Ara pulang ke apartement dan menghubungi dokter Hans agar datang memeriksa kondisi Ara.


Sepulangnya dokter Hans, Riko segera membuatkam bubur untuk Ara. Setelah bubur siap Riko membangunkan Ara untuk makan sedikit dan minum obat.


Dan sepertinya obat pemberian dokter Hans mulai bekerja terbukti dari suhu badan Ara yang mulai turun tidak sepanas tadi.


Riko masih setia duduk dipinggir kasur menggenggam tangan Ara. Ia merasa lalai dalam menjaga Ara. Ia slalu teringat ucapan dokter Hans tadi.


“Jangan terlalu cemas, dia hanya demam biasa setelah minum obat dan istirahat cukup dia pasti akan sembuh. Tapi aku sarankan kamu untuk mengingatkannya menjaga pola makan dan kesehatannya tubuhnya. Maagnya juga sedang kambuh saat ini. Hindari makan makanan yang pedas dan kafein. Kamu juga pasti sudah paham bukan?” Ucap dokter Hans pada Riko.


“Sepertinya mulai saat ini aku harus lebih memperhatikan pola makan dan kesehatanmu Ra, biar aku nggak kecolongan seperti ini. Huh kamu memang keras kepala di suruh makan susah, dilarang makan yang pedes ngambekan. Dan sekarang lihat kamu malah jatuh sakit” gumam Riko mengusap punggung tangan Ara lembut.


“Cepat sembuh ya Ra” ucap Riko sambil mengecup kening Ara.


Cup


Riko bangkit dari duduknya pindah duduk di kursi belajar milik Ara yang sudah ia pindahkan di sebelah kasur Ara.


Riko menyandarkan punggungnya tubuhnya memang merasa lelah. Masih dengan menggenggam tangan Ara, ia mulai memejamkan mata sebentar saja pikirnya.


‘Cepat sembuh Raraku’ gumamnya sebelum masuk ruang mimpi.


Next👉🏻


Jangan lupa like, komen dan vote 🔥🔥🔥🔥


Semoga Ara cepat sembuh ya gais🥺