
Selesai sarapan Alex, Ara dan Letha kini berkumpul di ruang keluarga dengan didominasi oleh suara Letha dan tawa Ara yang menertawakan kekonyolan Letha.
Alex sendiri sedari tadi mengamati tingkah konyol Letha yang terkadang membuatnya tertawa kecil. Ada rasa bahagia melihat senyum dan tawa lepas Ara dan Letha, bagi Alex mereka berdua hal terindah yang tuhan berikan dalam hidupnya. Ara sebagai adiknya dan Letha yang mungkin akan menjadi pendamping hidupnya, pikir Alex tersenyum.
‘Apaan sih Lex pendamping hidup lagi Letha mana mau coba sama cowok kaku kek lu’ gumam Alex pada dirinya sendiri.
Tak lama kemudian Tony datang sambil menggandeng perempuan di belakangnya yang tertutup tubuh tinggi Tony membuat Letha memasang wajah badmood.
‘Cewek mana lagi sih yang dibawa sama kak Tony. Pakek di bawa ke sini ngapain coba’ kesal Letha dalam hati.
‘Belum juga kenalan dah pasang wajah singa betina aja si Letha, hah’ gumam Alex dalam hati.
‘Baru dateng gandengan sama cewek wajah dah badmood kek gitu busyet dah. Baru tau kalo Letha bisa kek gitu ya’ batin Ara menatap perubahan wajah Letha.
“Pagi semua” sapa Tony pada mereka.
“Pagi Ton” “Pagi kak” balas Alex dan Ara bersamaan.
Sedangkan Letha hanya bergumam tak jelas yang intinya ia malas mendengar ucapan kak Tony saat ini.
“Duduk Ton dan kenalkan perempuan dibelakangmu itu. Apa itu calon istrimu? Wah Letha seperti akan punya kakak ipar ya?” ucap Alex mulai mode jail.
Letha yang mendengar ucapan Alex spontan berdiri dan hendak oergi begitu saja. Namun baru selangkah tangannya sudah ditahan oleh Ara.
“Duduk dan diam” perintah Ara tegas pada Letha.
Letha menghentakkan kaki layaknya anak kecil yang dimarahi ibunya lalu kembali duduk dengan bibir manyun kedepan 10cm (heheheh canda :)) )
“Oh iya kenalkan ini Arumi Lex, Ra, Tha” ucap Tony memperkenalkan Arumi sambil menggeser tubuhnya kesamping.
Arumi yang diperkenalkan pun hanya bisa tersenyum malu dan sedikit gugup.
“Pa-pagi semua” gugup Arumi apa lagi saat bertemu lagi dengan Alex.
Arumi masih ingat kejadian waktu itu dan sampai detik ini ia merasa bersalah setiap kali bertemu dengan Alex dan lagi sekarang ia melihat Ara yang sudah sehat dengan senyum manisnya.
“Duduklah” ucap Alex mempersilakan Tony dan Arumi.
Ara menyenggol tangan Letha yang tidak ingin menatapa Tony dan perempuan yang bersamanya.
“Lihatlah calon kakak ipar mu cantik” ucap Ara terus menyenggol Letha.
“Aku gak mau punya kakak ipar ya Ra” teriak Letha keras membuat semuanya kaget dengan teriakan Letha.
Tak lupa tatapan tajam yang Letha layangkan pada semua orang di sana. Sampai ia tertegun menatap perempuan yang datang bersama kakaknya itu.
“Kakak penolong” teriak Letha sekali lagi sambil berdiri mendekati Arumi lalu memeluknya erat begitu juga Arumi yang membalas pelukan Letha sambil terkekeh.
“Ternyata kamu adiknya mas Tony ya” ucap Arumi lembut.
“Iya kak, kakak kemana saja sih kog Letha gak pernah lihat kakak di toko buku itu lagi” tanya Letha sambil memeluk manja Arumi.
Tony, Alex dan Ara dibuat terbengong dengan tingkah Letha yang memang sangat bar-bar.
“Hey bukan kah kau tadi menolaknya sebagai calon kakak iparmu, kenapa sekarang malah memeluknya manja? Ck dasar bocah” ledek Ara sambil menyilangkan kedua tangannya dan bersandar pada sofa.
“Diamlah Ra” sungut Letha pada Ara lalu menatap Tony penuh tanya.
“Kakak mau menikahi kakak penolong? Maksudku kak Arumi.” tanya Letha dibalas anggukan mantap dari Tony.
“Kalau begitu segeralah menikah. Agar aku punya kakak perempuan yang akan membela ku setiap hari” ucap Letha bahagia.
Alex dan Ara hanya geleng-geleng kepala, ternyata semua tidak seperti yang mereka bayangkan yaitu sebuah drama penolakan dari Letha.
Sedangkan Tony yang mendapat restu dari sang adik langsung bangkit memeluk erat Letha.
“Terima kasih dek, tapi kalau kakak boleh tau dari mana kalian bisa kenalan. Tau gini kakak tidak usah bingung mencari cara untuk meminta restumu. Ck dasar kau memang bocah” ucap Tony mengacak rambut Letha.
Arumi pun menceritakan awal pertemuannya dan Letha saat masih kerja di toko buku. Dimana siang itu Letha hampir saja tertabrak truk yang melaju dengan ugal-ugalan. Dan Arumi yang kala itu masih melayani pelanggan spontan berlari menarik tangan Letha dengan cepat dan syukurlah Letha baik-baik saja sampai saat inj.
Setelahnya ruang keluarga itu dipenuhi canda tawa dan sikap manja dari adik kecil mereka Ara dan Letha.
‘Syukurlah masalah satu sudah terselesaikan’ batin Alex dan Ara bersamaan tanpa mereka ketahui. Memang kakak adik dengan ikatan batin yang kuat ya mereka berdua.
...****...
Siang harinya Riko melajukan motor sport keluar terbaru miliknya menuju kawasan perumahan elite. Ia ingin menemui gadis pujaannya, siapa lagi kalo bukan Ara. Setelah mendapatkan alamat rumah Alex kakak kandung Ara, Riko langsung meluncur dengan motornya.
Sesampainya didepan gerbang yang menjulang tinggi Riko membunyikan klakson motornya. Seorang satpam berjalan mendekatinya.
“Cari siapa mas?” tanya satpam itu pada Riko.
“Ara pak, saya guru privat Ara. Katanya Ara pindah ke rumah ini” ucap Riko setelah membuka kaca helm yang di pakainya.
“Oh cari nona muda kebetulan ada di rumah pak guru sebentar ya saya bukakan gerbangnya” ucap satpam itu ramah lalu mempersilakan Riko masuk.
Riko melajukan motor sportnya memasuki halaman yang luas, terlihat bangunan mewah nan megah di depannya. Riko memarkirkan motor sportnya di belakang mobil sport hitam.
“Sepertinya ada tamu di dalam” ucap Riko pada dirinya sambil melepas helmnya.
Dari luar Riko bisa mendengar suara ramai dan tawa Ara dari dalam sana yang menandakan dia bahagia di rumah ini. Riko tersenyum mendengar tawa lepas Ara.
“Sepertinya aku salah memilih waktu. Di dalam pasti Ara masih melepas rindu dengan kakak kandungnya. Mungkin besok atau lusa saja aku kesini lagi” ucap memakai helmnya kembali.
Riko menyalakan mesin motor lalu melajukan motornya kembali pulang bersamaan dengan Ara yang berlari keluar menatap punggungnya dari jauh.
Ara tidak tau kalau pria dengan motor sport itu tadi adalah Riko.
“Perasaan kayak kenal deh siapa ya” gumam Ara.
Karena penasaran dan kebetulan grab food pesanannya sudah datang dan masih berbincang dengan satpam rumah. Ara berlari menuju post depan.
“Pak” panggil Ara.
“Eh nona muda nungguin pesanannya ya. Maaf ya non tadi masih bicara sebentar soalnya orangnya tanya alamat jadi gak langsung antar pesanannya kedalam” jelas satpam itu pada Ara.
“Enggak apa-apa kog pak. Lagian saya mau tanya juga yang pakek motor sport tadi siapa ya? Kenapa enggak masuk?” tanya Ara penasaran.
“Oh pak guru tadi ya non, katanya tadi enggak jadi masuk karena ada panggilan telpon mendadak gitu katanya non” jawab satpam itu.
“Pak guru?” tanya Ara balik.
“Iya non katanya pak guru itu guru privat nona muda” jelas satpam pada Ara.
‘Guru privatku? Apa mungkin kak Riko? Kalau kak Riko kenapa enggak masuk aja? Kenapa malah pergi lagi?’ batin Ara sedih.
“Dek sini” teriak Alex memanggil Ara dari depan pintu menyadarkan Ara dari lamunannya.
“Iya sebentar kak” teriak Ara lalu mengambil kresek pesanan tadi dari satpam.
“Biar saya bawa non” ucap satpam itu takut di marahi tuannya.
“Udah enggak apa bapak nunggu post saja dan ini buat bapak sama yang lain ya” ucap Ara sambil memberikan dua kresek pada satpam.
“Waduhh makasih ya non” ucap satpam itu.
“Sama-sama pak, kalo gitu Ara masuk dulu ya” pamit Ara berlari kecil ke arah Alex yang masih setia menunggunya dengan enam kantong kresek ditangannya.
“Sini kakak bawa” pinta Alex dan membawa ke empat kantong kresek lain. Mereka lalu masuk ke dalam masih bersama Letha, Tiny dan Arumi.
...****...
Next👉🏻
Selamat malam semua.
Jangan lupa like, komen dan vote sebanyak-banyaknya ya. Terima kasih🔥🔥🔥🔥