
Tengah malam Alex terbangun karna merasa haus. Alex bangkit dari tidur dan keluar menuju dapur sambil membawa gelas yang sudah kosong.
“Tau gitu bawa botol aja dari tadi” gumam Alex menuruni tangga.
Alex berhenti sejenak di anak tangga terakhir menatap sekeliling yang sepi dan remang. Semua sudah tidur dan terlelap di kamar masing-masing.
“Sepertinya hanya aku saja yang tengah malam keluar kamar hanya untuk minum. Ck menyebalkan” desis Alex.
Sampai di meja makan Alex melihat sosok bayangan putih dengan rambut panjang menjuntai berdiri membelakanginya.
“Ck bahkan aku bisa melihat hantu tengah malam” ucap Alex santai lalu menuangkan air ke dalam gelasnya.
‘Tunggu dulu. Hantu? Aku bisa melihat hantu? Hantu!’ batin Alex baru menyadari sesuatu.
Wajah Alex menegang saat menyadari ucapannya. Kakinya pun ikut kaku, Alex bahkan sampai memegang erat kursi makan. Perlahan Alex menolehkan memastikan dengan apa yang ia lihat tadi. Dan sosok bayangan putih tadi ternyata sudah tidak ada di sana.
Alex menghela nafas lega lalu minum untuk menenangkan pikirannya. Baru tegukkan pertama bahu kanan Alex ditepuk membuat tubuhnya menegang.
‘Apa benar rumahku ini berpenghuni makhluk astral? Astagaa kenapa harus aku sebagai tuan rumah yang mereka takuti. Come on Lex gak ada hantu di dunia ini’ batin Alex bergejolak saat sekali lagi ada yang menepuknya dari belakang.
Alex perlahan membalikkan badannya dan
“Aaaaa” teriak Alex menatap sosok berbaju putih dengan rambut menutupi wajahnya.
“Sssttt” bibir Alex di dekap dengan tangan sosok di depannya itu.
“Ini aku kak Alex” ucap Letha yang Alex anggap hantu barusan sambil menarik rambutnya ke samping.
Alex menghela nafas lega dan terduduk di kursi dengan lemas. Letha melepas dekapan tangannya di bibir Alex sambil tertawa kecil melihat Alex yang biasa dingin, cuek dan angkuh bisa ketakutan seperti ini.
“Ck dasar rubah kecil” desis Alex melirik Letha dengan daster putih berlengan pendek dan rambut panjang yang ia biarkan terurai.
“Kau sepertinya sangat cocok sebagai hantu di tengah malam” cibir Alex.
Letha tertawa renyah membuat Alex terpukau dengan wajah cantik Letha saat tersenyum atau tertawa seperti ini.
“Harusnya tadi Letha video biar bisa di kasih liat ke Ara” tawa Letha mengingat wajah ketakutan Alex tadi.
”Dasar bocah menyebalkan” ketus Alex lalu beranjak pergi diikuti Letha di belakangnya.
“Kak Alex marah? Maafin Letha ya, Letha gak bermaksud nakutin kakak kayak tadi. Beneran gak bohong” ucap Letha mengikuti langkah Alex.
Letha yang merasa di diamkan pun langsung memeluk Alex dari belakang. Alex berhenti seketika saat Letha memeluknya. Dan lagi-lagi Alex merasakan debaran aneh di dadanya dan itu semua slalu karna Letha.
Letha memeluk Alex erat sambil menyandarkan kepalannya.
“Maafin Letha ya kak, kan tadi gak sengaja nakutin kakak. Tadi tuh Letha lagi buat susu coklat biar bisa tidur lagi. Eh liat kak Alex jadi ya gitu deh” lirih Letha di akhir ucapannya.
“Kak Alex kan ganteng, baik hati, tidak sombong dan suka menabung. Jadi maafin Letha ya?” sambung Letha memelas.
Alex berdehem seakan memberi kode pada Letha yang masih nyaman memeluknya dari belakang.
Letha pun tersadar langsung melepas pelukkannya. Letha menunduk menahan malu karna memeluk Alex dengan nyaman.
“Wajah kamu merah Tha” ucap Alex jail.
“Enggak kog. Udah ah pokoknya Letha minta maaf udah nakutin kak Alex. Letha janji kog gak akan kasih tau yang lain. Sekarangkan udah larut malam banget jadi Letha mo tidur lagi. Dah kak” cerocos Letha lalu beranjak kabur dari Alex.
Sayangnya Alex sudah lebih dulu menahan tangan Letha sebelum berlari kabur darinya. Sadar atau tidak Alex mengecup kening Letha lembut.
“Good night my future wife” ucap Alex tersenyum sambil mengusap pipi merona Letha.
Sedangkan Letha tertegun mendengar ucapan Alex barusan. Ia merasa seperti sedang bermimpi. Alex sendiri terkekeh melihat respon Letha.
“Kamu gemesin banget sih Tha” gemas Alex mencubit kedua pipi Letha.
“Sakit kak Alex ih” kesal Letha memukul tangan Alex sampai terlepas dari pipinya.
“Ututututu rubah kecilnya marah” ledek Alex.
“Apaan sih” desis Letha mengerucutkan bibirnya.
“Katanya mau tidur, sana” usir Alex.
Letha berdecak kesal pergi meninggal Alex. Tapi lagi-lagi Alex menahan tangan Letha dan memeluk tubuh mungil Letha dari belakang, seperti yang dilakukan Letha tadi padanya.
“Good night my future wife” ucap Alex tepat di samping telinga Letha tak lupa Alex mencium pipi Letha.
Dari posisi ini Letha bisa merasakan detak jantung Alex sama sepertinya yang berdetak lebih kencang dari biasanya.
“Letha pamit tidur dulu kak” gugup Letha sambil melepas pelukan Alex dan berlari menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar.
Alex terus menatap Letha sampai hilang di balik pintu kamar. Seketika Alex bersandar pada tembok di sampingnya.
‘Apa yang baru saja aku lakukan? Ah Alex kau bodoh! Bagaimana kalau Letha merasa ilfeel padamu dan malah menjauhimu? Dasar bodoh! Bodoh! Kemana otak cerdasmu itu? My future wife? Astagaaa. Ada apa dengan mulut ini? Kenapa kau lancang sekali mengucapkannya?’ gumam Alex frustasi sambil menepuk bibirnya tak lupa mengacak-acak rambutnya.
“Kenapa kebodohan ini menyerangku?” desis Alex frustasi.
Menyesalkah Alex? Tidak bukan menyesal! Tepatnya Alex takut jika apa yang ia lakukan tadi membuat Letha menjauh darinya.
Alex mengacak rambutnya frustasi sambil menghentak-hentakkan kedua kakinya layaknya seorang anak kecil yang tidak di berikan permen ibunya.
“Ck jadi sahabatku yang kakak suka” ucap Ara mengagetkan Alex.
“A-ara dari ka-kapan kamu di sini?” gugup Alex.
“Sejak kakak berteriak dan akhirnya mengucapkan kata good night my future wife” ucap Ara menirukan Alex.
“Ja-jadi kamu denger?” tanya Alex semakin gugup.
“Bahkan aku tau seberapa frustasi kakak setelah Letha masuk kamarnya” desis Ara menyilangkan kedua tangannya didepan dada.
Alex jadi salah tingkah sendiri saat ada orang lain yang memergokinya saat ini. Apa lagi orang itu Ara. Lagi-lagi Alex hanya bisa mengacak rambutnya.
“Kalo suka tuh bilang kak jangan gantungin anak orang kayak cucian aja di gantung” ucap Ara berlalu pergi mengambil minum dan kembali ke kamar melewati Alex yang juga menatapnya.
Di anak tangga pertama Ara menoleh menatap Alex dan berucap.
“Aku akan dukung kak dan cepatlah ungkapkan padanya sebelum direbut orang lain. Nanti Ara yang repot kalo kakak patah hati” ucap Ara lalu menaiki tangga masuk ke kamar.
‘Astagaa kakak ku ternyata polis juga’ tawa Ara saat sudah masuk ke kamarnya.
Kalau bukan karna haus dan mendengar teriakan Alex dari bawah Ara mungkin tak akan tau apa yang terjadi tadi. Ara merasa bahagia saat tau kalau Letha lah yang selama ini Alex cintai.
‘Tunggu dulu perasaan Letha pernah keceplosan gak sih kalau lagi suka sama seseorang? Iya nggak ya? Tauk ah lupa!’ gumam Ara melanjutkan tidurnya.
Beri semangat buat bang Alex dong gais kalau perlu bantuin buat ungkapin rasa ke Letha😂
Lanjut gak nih?
Next ya👉🏻
Jangan lupa like, komen dan vote ya🔥🔥🔥🔥
Thanks kesayangan author❣️