
Di parkiran Letha masih menatap mobil pak Riko sampai menghilang dari pandangannya.
Baru saja ia melangkah sebuah mobil ferrari hitam berhenti tepat di depannya. Seorang pria tampan keluar dan berlari kecil ke arah Letha.
“Tha, dimana Ara? Gimana keadaannya? Apa demamnya sudah turun? Kamu kok diluar sendiri Ara mana? Dia udah pulang?” tanya pria tampan itu penuh kekhawatiran.
“Kak Alex tenang dulu. Ara udah sama pak Riko kog barusan aja di jemput. Pak Riko juga mau bawa Ara ke rumah sakit dulu buat periksa” kata Letha mengejutkan pria itu yang tidak lain Alex.
“Apa kamu bilang Riko?! Cowok yang antar jemput Ara tiap hari itu?!” teriak Alex tepat didepan wajah Letha.
“I-iya kak” ucap Letha terbata.
Alex menghela nafas menatap Letha yang menunduk ketakutan. Ia merasa bersalah pada adik dari sekertarisnya itu. Alex mengusap kepala Letha lembut sambil tersenyum manis.
“Maaf saya kelepasan tadi” ucap Alex pada Letha yang kini menatapnya.
Letha hanya bisa menganggukkan kepala, kali ini jantungan berlari maraton karna sikap Alex padanya yang begitu manis.
“Kamu mau pulangkan?” tanya Alex dibalas anggukan oleh Letha.
“Ayo saya antar” ucap Alex menarik tangan Letha.
Alex segera menjalankan mobilnya menuju rumah keluarga Wijaya. Letha sesekali melirik Alex yang masih fokus menyetir disampingnya.
“Emm ka-kak Alex bukannya di luar kota ya?”
Alex menoleh pada gadis di sampingnya sebelum fokus kembali menatap kedepan.
“Barusan sampai saat kamu tadi menelpon saya Tha”
“Oooo gitu” kata Letha sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
‘Menggemaskan’ batinnya.
“Oiya kak Alex enggak usah khawatir pak Riko orangnya baik kog. Dan menurut Letha, beberapa bulan terakhir ini Ara jadi lebih bersemangat dan ceria berkat pak Riko. Letha enggak tau ada masalah apa antara Ara dan kakaknya. Tapi sejak Ara mulai deket sama pak Riko hidup Ara terlihat lebih berwarna gitu kak” ucap Letha panjang lebar yang sebenarnya ia sendiri sedikit tidak paham dengan ucapannya, dasar Letha.
Alex terdiam mendengar ucapan Letha. Memang beberapa bulan ini ia disibukkan dengan pembukaan cabang baru diluar kota yang membuatnnya jarang ke cafe.
Ia sangat sibuk dengan tumpukan kertas sampai tidak tau kalau ada perubahan pada diri Ara.
“Ara jadi sering becanda, ketawa hahahihi gitu kak. Beberapa kali Ara juga dapat pujian dari guru pengajar karna nilainya yang semakin membaik lo kak. Itu semua juga berkat bantuan dan dorongan dari pak Riko. Ihh Letha iri deh sama Ara yang dapet perhatian dari pak Riko. Tapi Letha juga bahagia banget Ara udah berubah enggak kayak Ara yang dulu, udah cuek garang lagi heheheh” celoteh Letha sambil cengengesan.
“Kamu nggak capet Tha ngomong terus” canda Alex.
“Ihh kak Alex nyebelin” kesal Letha mengerucutkan bibirnya.
Alex terkekeh melihat tingkat Letha yang semakin menggemaskan. Sesaat ia memikirkan Ara.
‘Kalau memang pria itu bisa membawa perubahan bagi Ara ya sudahlah selagi itu positif. Tapi kalau dia sampai menyakiti Ara lihat saja apa yang akan aku lakukan padanya. Untuk saat ini aku akan mengawasi hubungan mereka dari jauh’ batin Alex.
“Kak Alex!!!” teriak Letha menyadarkan Alex dari lamunannya.
“Ada apa Tha?” tanya Alex menatapnya.
“Itu udah lampu hijau kak, lihat mobil di belakang juga klaksonnya bunyi terus. Kakak malah nglamun” geram Letha.
“Eh hijau ya” gumam Alex lalu menjalankan mobilnya.
Next👉🏻
Jangan lupa like, komen dan vote 🔥🔥🔥🔥