My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Extra Part 9 Baby Triplets



...****...


Riko melangkah masuk mendekati sang istri yang berbaring lemah di atas ranjang. Digenggam lembut tangan Ara yang terbebas dari jarum infus.


“Terima kasih sayang, terima kasih sudah mau berjuang sejauh ini. Lekaslah sehat sayang, demi aku dan baby triplets” lirih Riko dengan derai air mata yang lagi-lagi tidak bisa ditahan.


Bayangan dimana detak jantung sang istri sempat berhenti menjadi momok bagi Riko. Ia tidak bisa membayang apa yang akan terjadi jika Ara tidak ada di sampingnya saat ini. Bagaimana ia dan anak-anak mereka.


Tapi Riko bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan yang masih memberi waktu lebih lama bersama istri tercintanya.


“Terima kasih mau bertahan sayang, terima kasih. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu” gumam Riko bangkit mengecup kening Ara yang masih tertidur pulas karena obat tidur yang diberikan dokter agar istrinya bisa istirahat.


Waktu sudah menunjukkan pukull 03.00 dini hari. Dan Riko masih betah duduk di samping ranjang sang istri tanpa melepaskan genggaman tangannya. Riko benar-benar menikmati setiap waktu yang ia miliki untuk menjaga dan melindungi wanita yang paling ia cintai setelah ibunya, Ara.


Ckleck


Pintu terbuka menampakkan Alex yang berdiri dengan sekantong kresek berisi botol mineral dan beberapa roti yang cukup untuk mengganjal perutnya dan Riko pagi ini.


“Minum dan makan rotimu Rik, kau juga harus tetap sehat agar bisa menjaga istri dan baby triplets” ucap Alex sambil menaruh kantong kresek di atas nakas samping ranjang Ara.


Berbicara soal baby triplets, Riko sudah menengoknya tadi saat masih diruang bayi sebelum akhirnya ia kesini.


“Thanks Lex” jawab Riko di balas anggukan.


“Dimana Fino dan Lisha?” tanya Riko saat menyadari tidak ada keberadaan mereka di sini.


“Oh aku hampir lupa, mereka baru saja pamit pulang dan akan kembali besok bersama baby Rey. Lebih tepatnya aku yang menyuruh mereka untuk pulang. Tadi nya Lisha ingin menginap di sini, tapi melihat wajah lelahnya aku meminta Fino untuk membawa istrinya pulang saja. Lagi pula masih ada aku disini yang bisa menjaga kalian” jelas Alex pada Riko.


Riko mengangguk mendengarnya, sepertinya besok ia baru bisa mengucapkan terima kasih pada Lisha dan Fino yang sudah menemaninya terutama Lisha. Wanita itu pasti lelah terlebih ia yang menemani Ara.


Alex menepuk bahu adek iparnya itu. “Seperti yang ku bilang, adekku bukan wanita lemah. Dia kuat dan hebat”


Riko mengangguk setuju mendengar ucapan Alex. Istrinya bukan wanita lemah, tapi ia adalah wanita kuat dan hebat.


Tak lama pintu terbuka kembali, kali ini suster yang datang dengan mendorong tiga box bayi. Riko memang meminta agar baby triplets satu ruangan dengan bundanya.


Suster pamit setelah selesai mengantarkan baby triplets. Riko menatap takjub baby triplets yang tertidur pulas seperti sang bunda.


“Menggemaskan” satu kata dari Alex menatap baby triplets.


“Anak anakku memeang paling menggemaskan diantara anak yang lain” ucap Riko tanpa mengalihkan pandangannya dari baby triplets.


Alex mendengus mendengarnya. “Oke karena baby triplets masih tertidur nyenyak dan semoga tidak rewel sampai besok pagi. Sekarang giliran kita yang istirahat sejenak” Alex melangkah menuju sofa yang tersedia diruang inap itu dan mulai merebahkan tubuhnya disana.


Riko memilih untuk duduk disamping sang istri setelah mengecup baby triplets. Menggenggam tangan Ara sepanjang malam, membaringkan kepalanya disamping lengan Ara.


“Terima kasih sayang, lekas sembuh. Aku mencintaimu” gumam Riko memejamkan mata sejenak.


.


.


.


.


Keesokkan paginya Ara mengerjap matanya perlahan saat telinganya sayup sayup mendengar suara bising disekitarnya.


“Ara sudah siuman” pekik Letha sat menangkap pergerakan sahabatnya itu.


Riko yang baru saja keluar dari kamar mandi berlari lebih du mendekati sang istri. Rasa lega saat melihat wanita yang ia cintai telah siuman pagi ini.


Riko menggenggam tangan Ara lembut takut menyakiti sang istri.


“Sayang, hey. Apa ada yang masih sakit? Bilang sama aku mana yang sakit. Biar aku panggilkan dokter Ana kesini ya. Atau kamu haus? Kamu lapar? Kamu pengen apa? Aku bakal be-“


“Ssstt kamu bawel” ucap Ara lemah membuat Riko mengerucut kesal.


Ara terkekeh melihatnya.


“Haus” satu kata dari Ara mampu membuat Riko kelabakan mengambil sebotol mineral dan sedotan.


Ara minum dengan tatapan tak lepas dari sang suami yang tersenyum tiada henti. Terlihat akan kelegaan di kedua bola mata Riko yang dapat Ara rasakan.


“Sudah?” tanya Riko dibalas anggukan.


“Maaf membuatmu khawatir kak” ucap Ara.


Riko menggeleng mengusap kepala Ara lembut. “Sangat pantas bagiku untuk mengkhawatirkan istri ku sendiri, terlebih dia wanita yang sangat aku cintai. Terima kasih sayang, terima kasih atas perjuanganmu sejauh ini sayang. Aku sangat mencintaimu”


Ara menghapus tangis haru sang suami “Sama-sama, Ara juga sangat mencintai kakak”


Sesat mereka berdua seakan lupa dimana mereka saat ini sampai Letha merusak moment romantis mereka.


“Hubby, kenapa mereka romantis sekali” rengek Letha pada Alex.


“Kak di-“


“Panggil Ayah, Bunda” tegur Riko.


“Iya iya, Ayah”


“Ayah dimana baby triplets?” tanya Ara mencari anak anaknya.


“Kami disini bunda” sahut Arumi menirukan suara anak kecil sambil memangku baby Azka.


Antonius Azka Wijaya itulah nama lengkap putra pertama dari Tony dan Arumi yang lahir satu bulan setelah baby L.


Riko, Tony dan Fino mendorong box bayi mendekati ranjang Ara. Ara mematap haru sekaligus takjub pada baby triplets.


“Anak-anak bunda” ucap Ara teharu.


Ara masih belum bisa duduk dan hanya sedikit bersandar saja karena bekas jahitan diperutnya. Jadi ia butuh bantuan Riko untuk bisa menyentuh baby triplets. Dengan telaten Riko menggendong satu per satu baby triplets untuk sekedar bersentuhan dengan sang bunda.


“Namanya siapa nih? Kakak udah penasaran tau dari tadi Ra. Riko juga gak mau kasih tau kalau kamu belum siuman dek” ucap Lisha sudah dibatas kesabarannya. Sudah sangat kepo sama halnya Letha dan Arumi.


“Aku kira bakal baby boy semua ternyata ada baby girl yang ikut nyangkut” gemas Fino menjawil hidung si bungsu.


“Enak aja anak Ara dikatain nyangkut” ketus Ara tidak terima. Dikira barang apa anaknya ini pakek acar nyangkut segala, si bunda sensi juga ternyata.


Selama kehamilan Riko dan Ara selalu menolak untuk melihat jenis kelamin baby triplets, siapa sangka mereka mendapat dua jagoan dan satu princess.


“Jadi? Siapa namanya?” tanya Tony merangkul sang istri.


Riko dan Ara saling menatap lalu tersenyum.


“Aldevan Valerian Zafano, dipanggil Devan untuk putra pertama kami” ucap Riko.


“Maximus Devian Zafano, dipanggil Vian untuk putra kedua kami” sambung Riko menatap sang istri.


Ara yang paham akan tatapan suaminya pun menyambung ucapan Riko.


“Quineera Laviona Sally Zafano, dipanggil Liona untuk princess kami”


Semua orang tampak terpukau mendengar nama baby triplets, tak hanya itu saja baby Vian tersenyum mendengar nama lengkapnya seakan tau bahwa dirinya baru saja disematkan nama beserta doa terbaik.



“Ih baby Vian senyum” ucap Letha.


“Kayaknya baby Vian bakal lebih asik dari pada baby Devan deh” sambung Letha diangguki oleh Lisha mau pun Arumi.


“Iya, masih kecil aja udah keliatan aura cuek bebeknya” canda Tony diselingi tawa.


“Kalo baby Liona pasti kayak bundanya waktu kecil, tidur mulu isinya” sahut Alex menatap lekat baby Liona seakan mengingat masa kecil Ara.


Baby Devan dan baby Vian memang duplikat dari Riko, Ara saja hanya kebagian alisnya. Sedangkan baby Liona duplikat dari Ara bahkan Riko tidak kebagian apapun. Sepertinya baby Liona ingin menjadi kembaran sang bunda.


“Kak Alex” gumam Ara dengan mata berkaca kaca membuat Alex terkekeh berjalan merengkuh tubuh mungil berisi Ara.


“Selamat sayang, kamu berhasil melahirkan baby triplets. Selamat ya” kecup Alex pada kening sang adek.


Kakak mana yang tidak terharu melihat perjuang sang adek. Ia merasa lega menyerahkan tanggung jawab penuh atas Ara pada Riko. Ia memilih orang yang tepat untuk adek perempuannya, seperti janjinya pada sang Papa dan Mama.


Riko dan Ara pun saling berpelukan menatap anak anaknya yang tertidur pulas. Semua rintangan dapat mereka lalui bersama, masalah yang terjadi dimasa lalu mengajarkam mereka untuk lebih dewasa dalam menyikapi masalah yang ada.


Ini bukan akhir namun awal dari kebahagian yang akan mereka raih bersama sang buah hati. Masih banyak cobaan yang akan menerpa, semoga Tuhan selalu melindungi mereka semua.


Pertemuan cinta memang banyak cara, tapi itu semua akan menjadi cerita indah bersama.


..._END_...


.


.


.


.


.


Alhamdulillah akhirnya My Teacher is My Love udah sampai ending.


Makasih buat kalian semua yang sudah mendukung karya ini dengan like, komen dan vote. Pokoknya makasih banyak banyak buat kalian semua. Love you🥰💞


Sampai ketemu di cerita selanjutnya ya.💞💞💞