My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 66



Seorang pria menggeliat saat merasakan hangatnya sinar mentari yang menembus celah gorden kamar itu. Pria itu sedikit meringis saat merasakan tubuhnya yang sedikit kaku karna tidur sambil duduk semalaman.


Pria itu Alex, memang semalaman ia merawat Letha yang demam. Beberapa kali ia mengganti kompres Letha, sampai ia tertidur di kursi single samping ranjang Letha tidur.


Alex menatap Letha yang tak terganggu oleh hangatnya sinar matahari yang mengenai sebagian wajahnya. Ia terlihat nyenyak dalam tidurnya. Tangan Alex terulur pada dahi Letha memastikan pagi ini demamnya sudah turun. Dan seperti pemikirannya suhu tubuh Letha tak sepanas semalam.


Alex beranjak menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya. Sebelum itu ia menarik selimut Letha sampai pundak, mengusap surai lembut Letha lalu pergi.


Seperginya Alex, Letha membuka mata perlahan tersenyum sambil memegang rambut yang diusap Alex tadi. Tidak bisa dipungkiri bahwa ia sangat bahagia. Bisa dikatakan dia baperlah ya.


Letha bangkit duduk bersandar pada sandaran kasur dengan senyum bahagia. Sebenarnya Letha sudah terbangun sedari tadi, ia memanfaatkan waktu yang ia miliki untuk menatap wajah tampan Alex.


“Hah kak Alex ganteng banget sih. Letha seneng banget bisa deket sama kak Alex, ya walau pun kak Alex cuma anggap aku adik” gumam Letha.


“Lebih baik aku cepetan mandi trus siapin sarapan buat kak Alex” ucap Letha semangat.


Letha yang merasa dirinya sudah sehat segera mandi dan ganti baju. Selesai dengan ritualnya Letha bergegas menuju dapur dimana para maid sedang sibuk menata sarapan di atas meja.


Bi Surti yang menyadari kedatangan Letha pun segera mendekatinya.


“Selamat pagi non Letha” sapanya.


“Selamat pagi bi” jawab Letha tersenyum.


“Bagaimana keadaan non pagi ini? Apa masih pusing? Oh apa non lapar?” tanya bi Surti.


“Aku udah enakan kog bi, tinggal pusing dikit kog. Tapi enggak apa-apa bibi tenang aja” ucap Letha.


“Aku tadinya mau nyiapin sarapan buat kak Alex eh ternyata udah siap semua” sambung Letha.


“Semua memang sudah siap non, sekarang non Letha tunggu di meja makan ya biar bibi panggilkan tuan dulu” ucap bi Surti lalu pergi.


Letha pun memilih duduk di meja makan dengan tenang sambil menunggu Alex datang. Tak lama terdengar derap langkah mendekat Letha menoleh ke belakang dimana ada Alex dan bi Surti dibelakangnya.


Alex tersenyum mendekati Letha dengan baju santainya karna hari ini weekend. Ia mengusap rambut Letha sebelum duduk. Entah kenapa akhir-akhir ini ia merasa nyaman mengusap rambut Letha.


“Kakak kira kamu kemana Tha, tadi kakak ke kamar kamu enggak ada untung bi Surti datang. Trus bilang kamu udah nunggu di meja makan. Kamu laper banget ya?” ucap Alex sekali lagi mengusap rambut Letha membuatnya tak bergeming.


“Kenapa malah nglamun? Efek dari laper ya Tha” tawa Alex kecil menyadarkan Letha dari lamunannya.


“Hehehe laper banget kak. Oh ya kak Alex makasih ya udah rawat Letha semalam” ucap Letha tersenyum.


“Iya sama-sama Tha. Sehat terus ya adek kecilku” ucap Alex mencubit pipi cubby Letha gemas.


“Kak Alex sakit” rengek Letha.


Tawa Alex terdengar memenuhi ruang makan membuat beberapa maid terkesima. Sedangkan Letha berdecak kesal dengan kejailan Alex.


“Okay jangan ketawa terus” ucap Alex.


“Kak Alex yang ketawa terus bukan Letha” sungut Letha sambil melipat kedua tangannya kesal.


“Baiklah. Kita damai. Sekarang kita sarapan dulu bercandanya nanti lagi” ucap Alex tersenyum.


Mereka pun menikmati sarapan pagi dengan tenang. Sesekali obrolan terlontar menemani sarapan pagi itu. Selesai sarapan Alex mengajak Letha berkeliling rumah mewah dan megah miliknya.


“Gimana sama sekolah kalian?” tanya Alex pada Letha.


“Aku sama Ara?” tanya Letha.


“Iya siapa lagi Tha” gemas Alex.


“Membosankan kak. Makin hari makin banyak tugas dan ujian. Capek” keluh Letha.


Letha berbinar mendengar kata liburan, spontan ia mengangguk semangat bak anak kucing menggemaskan.


“Jadi kalian harus semangat belajarnya. Jang lupa sampaikan kabar ini sama Ara ya” ucap Alex diangguki oleh Letha.


“Siap kak” ucap Letha menghormat.


Mereka pun memutuskan untuk berbincang di taman sambil menunggu Tony dan Rio yang dalam perjalanan pulang.


...****...


Jam dinding menunjukkan pukul 09.15 dan Lisha baru saja keluar dari kamar dengan wajah ceria tanpa dosa menghampiri Fino, Riko dan Ara yang sedari tadi menunggunya.


“Akhirnya keluar juga. Ngapain apa sih di dalem lama banget” kesal Riko.


“Aku lama ya mas, Ra?” tanya Lisha sedih pada suami dan adik iparnya, Ara.


“Enggak kog sayang kamu enggak lama. Riko nya aja yang lagi sensi, biasahlah jomblo” ucap Fino menyelamatkan diri.


Bisa ngamuk Lisha jadinya kalo ia bilang istrinya itu lama, bukan lama lagi tapi sangat lama.


“Iya kak udah jangan dengerin kak Riko, orangnya emang gitu resek. Biarin aja kak. Gimana kalo kita langsung berangkat aja? Soalnya Ara udah enggak sabar lihat anak harimau kak” ucap Ara mengalihkan perhatian Lisha


“Oh ya ampun aku hampir lupa. Yaudah ayuk-ayuk. Cepetan” heboh Lisha pada ketiga orang di belakang sana.


Fino dan Ara menghela nafas lega lalu melirik Riko tajam sebelum beranjak pergi.


“Emang ada yang salah ya? Ck dasar bumil” gumam Riko menyusul yang lain.


Sesampainya di kebun binatang mereka langsung berkeliling, sesekali istirahat dan tak lupa berfoto ria. Seperti yang diinginkan Lisha, yaitu melihat anak harimau pun diperbolehkan.


Lisha dan Ara tampak berjalan kesana kemari tidak mau diam, membuat Fino dan Riko harus ekstra menjaga mereka berdua agar tidak tersesat. Belum lagi hari ini weekend kebun binatang terlihat lebih ramai dari hari biasanya.


“Sayang istirahat dulu nanti kamu kecapekan” ucap Fino menahan tangan sang istri.


“Ara berhenti” tahan Riko.


“Kita duduk istirahat dulu” ucap Fino dan Riko bersamaan.


Lisha dan Ara menghela nafas mengikuti ucapan Fino dan Riko yang mengajak istirahat.


Setelah merasa puas seharian jalan-jalan mereka memutuskan untuk mencari restoran terdekat untuk mengisi perut sore ini.


Dan mereka akhirnya memilih makan di restoran nusantara yang menyediakan berbagai makanan khas indonesia. Sore ini restoran terlihat ramai, untung saja Fino sudah memesan ruang vip untuk mereka. Kalau tidak sudah dipastikan mereka akan pulang dengan perut keroncongan.


Ara dan Lisha terlihat antusias memilih menu makanan mereka.


“Kak ini enak deh kayaknya” ucap Ara.


“Eh iya deh, ini juga enak deh Ra kayaknya” ucap Lisha.


Dan bergitu seterusnya sampai Riko dan Fino hanya bisa menghela nafas menahan lapar.


“Kapan kita makan?” tanya Riko kesal menghentikan kegiatan Ara dan Lisha.


Next 👉🏻


Jangan lupa like, komen dan vote nya🔥🔥🔥🔥


Yang nungguin dari semalam maaf ya gais. Semalam pas mau di up ada sedikit kendala dan baru bisa up malam ini🙏🏼


Selamat menikmati😁