My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 25



Ara terjingkat kaget saat suara deheman itu tepat di telinganya. Ia spontan menoleh kesamping dan kini wajahnya sangat dekat dengan pria tampan yang tak lain pak Riko. Sesaat mata mereka saling terkunci menatap lurus.


Ara baru menyadari betapa tampan dan menawan orang yang slama ini membuatnya kesal.


Ara menatap bola mata hitam indah itu. Sungguh pahatan yang sempurna dan ia baru menyadarinya, rahang tegas, hidung mancung, garis bibir yang sexy.


“Kau terpesona?” tanya Riko tenang.


“Aaaaa” teriak Ara menggelengkan kepala sambil bangkit berdiri.


“Yak apa yang kau lakukan disini hah?!” Bentak Ara melipat tangannya.


“Hey disini tidak ada larangan untuk siapa yang keluar masuk rooftop dan kau tau itu bocah” sungut Riko duduk.


“Oooo lihat ini apa yang kau lakukan? Kau mengerjakan tugas disini? Waaahhhh menakjubkan” tambahnya sambil bertepuk tangan.


Prok prok prok


“Dan ternyata kau tidak bisa menjawabnya” ejek Riko melihat dua jawaban Ara dari 40 soal.


“Pergilah” usir Ara kesal.


“Bagaimana jika saya membantumu mengerjakan ini?” tawar Riko.


“Tidak. Pergilah” tolak Ara melanjutkan makannya.


Riko diam menatap Ara yang sibuk menghabiskan semangkuk baso. Tidak butuh waktu lama bagi Ara menghabiskan semangkuk baso.


“Kau tak mengerti bahasa manusia?” tanya Ara heran.


“Ck kapan kau sopan pada ku bocah?” sungut Riko.


“Pergilah pak Riko yang terhormat” tekan Ara.


“Hei seharusnya kau senang saat saya menawarkan bantuan” kekeh Riko.


“Ini soal biologi dan anda mengajar matematika jika anda lupa!” kesal Ara.


“Hei bocah kau tau otakku mengusai e hampir seluruh materi tingkat SMA” belanya menatap remeh Ara.


“Oh yaaaa” ledek Ara.


“Sudah sini biar saya bantu dan jelaskan biar otakmu itu paham” ucap Riko menarik Ara untuk duduk di sampingnya.


Karna tak ingin lagi berdebat Ara pun memperhatikan setiap penjelasan Riko yang sangat mudah ia pahami dan diingat.


Riko menjelaskan secara detail dari setiap ulasan materi yang Ara tidak paham. Dengan telaten ia mengajar Ara, sesekali ia juga memberi pertanyaan sendiri pada Ara setelah memberi penjelasannya.


Ara juga terlihat tampak senang dengan cara Riko mengajarinya. Ia bisa memahaminya sekarang.


“Nah kau sudah paham bukan? Sekarang kerjaan tugasmu, nanti akan saya cek sebelum kamu kumpulkan” perintah Riko.


“Oh ya bukannya sekarang ada rapat guru pak?” tanya Ara.


“Kak! Panggil saya kakak jika kita hanya berdua dan diluar jam sekolah” tenan Riko melirik Ara tajam.


“Saya tidak ikut rapat malas” tambah Riko cuek dan memainkan ponselnya.


Ara mencebik mendengar suara angkuh gurunya itu. Ara beralih mengerjakan tugas yang di berikan bu Vina. Butuh waktu lama bagi Ara menyelesaikan 40 soal tersebut.


Dengan cara seperti inilah ia bisa mendekati Aranya kembali. Memang butuh perjuangan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.


“Sudah sampai mana?” tanya Riko.


“Dari no. 25” jawab Ara fokus pada soalnya.


“Dari tadi masih no. 25 astaga seharusnya sudah no. 35 atau paling tidak sudah selesai. Dan kau masih di no. 25. Astagaaa” omel Riko.


‘Dasar tidak hanya menyebalkan ternyata juga bawel’ batin Ara.


“Ya aku memang bawel, kenapa? Kau tidak suka?” sungut Riko.


Spontan Ara menoleh menatap Riko dengan mata membulat.


“Anda bisa baca pikiran seseorang pak?” tanya Ara dengan wajah polosnya.


“Jadi kau sedang menggerutu dalam hati kalau saya ini bawel? Dasar bocah kau ini memang” kesal Riko menyentil kening Ara keras.


”Aaaa sakit” keluh Ara mengerucutkan bibirnya.


“Ck dasar” decak Riko tertawa kecil melihat ekspresi Ara saat ini.


“Cepat selesaikan” tambah Riko.


Bibir Ara berkomat kamit mengucapkan ribuan umpatan untuk gurunya yang satu itu. Ia benar-benar slalu dibuat kesal.


30 menit kemudian.


“Akhirnya” ucap Ara merenggangkan ototnya yang kaku.


“Sudah? Baiklah biar ku cek dulu” kata Riko mengambil buku tugas Ara dan mengeceknya.


“Hmmm baguslah” hanya itu yang diucapkan Riko.


“Apa semua benar?” tanya Ara berbinar.


“Hmmm lihat saja nanti saat jam biologi ke dua, bukannya setelah istirahat kedua dikelasmu materi biologi? Jadi lihatlah nanti hasilnya” kat Riko membuat Ara diliputi rasa penasaran.


“Apa kau tidak ingin memberi tahuku kak?” ucap Ara semanis mungkin.


“Hei hei ada apa dengan wajahmu aiisshh menjijikkan minggir” kata Riko bergidik ngeri melihat tingkah Ara yang sedang memohon padanya.


“Begini saja kau tebak jawabanmu dapat nilai berapa? Jika tebakanmu benar kamu boleh minta apapun dari saya, tapi jika tebakanmu salah kamu akan les privat pada saya sampai kamu kamu dinyatakan lulus. Bagaimana?” kata Riko.


“Mana bisa seperti itu” teriak Ara kesal.


“Jadi kau takut dengan taruhan ini?” ejek Riko memancingnya.


“Tidak! Siapa takut hah! Aku yakin mendapat nilai sempurna! Paling tidak di atas 80!!” ucap Ara berapi api.


“Di atas 80? Oke deal?” tanya Riko mengulurkan tangannya.


“Deal!” ucap Ara meraih tangan Riko.


Okay gais selamat sore nih. Coba tebak apa Ara benar dengan tebakannya? Tetap ikuti kelanjutannya ya gais.


Jangan lupa vote, like and comment🔥🔥🔥🔥🔥