My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 120



Ara merasa silau saat sinar matahari masuk ke dalam celah cendela kamar. Ara mengernyit mengingat dimana ia tidur semalam, sampai ia ingat ini adalah kamar tamu. Ara bersandar pada kepala ranjang sambil memijam kepala nya yang sedikit pusing.


“Kenapa akhir-akhir ini sangat mudah sakit sih” gumam Ara.


Dapat Ara rasa keningnya yang sedikit demam. Perlahan Ara bangkit menuju kamar mandi. Tak bituh waktu lama untuk Ara di dalam kamar mandi.


Ting


Suara pesan masuk dari ponsel Ara, membuatnya mencari dimana dirinya menaruh ponsel semalam. Ara meraih ponselnya yang berada di atas kasur tertutup selimut.


^^^Nomor Tidak Dikenal^^^


^^^Jika kau ingin keluarga dan kekasihmu selamat. Temui aku besok jam 1 siang di tempat xxxx. Jangan bilang siapa pun atau orang terkasihmu akan mati di tanganku. Terutama kakakmu itu, Alex.^^^


^^^Felix^^^


Tangan Ara bergetar sampai menjatuhkan ponselnya begitu saja setelah membaca pesan masuk yang ternyata dari papa Felix. Saat ini Ara berpikir bagaimana caranya ia keluar dari rumah ini tanpa ketauan pengawal yang Alex taruh hampir di setiap sudut rumah.


Ara tidak mungkin mengatakan pada Alex atau pun Riko tentang pesan yang baru saja ia terima. Karena sudah dapat di pastikan mereka akan menentang tanpa pikir dua kali.


Tok tok tok


Lamunan Ara terbunyar saat suara pintu di ketuk dengan pelan.


“Ra, kamu udah bangun?” ucap pria di balik pintu kamar tamu yang ia tempati.


Ara segera mengambil ponsel untuk ia sembunyikan ke dalam saku celana tidurnya, sebelum membukakan pintu.


“Pagi kak” sapa Ara dengan senyum ceria dibalik wajahnya yang sedikit pucat.


“Pagi Sayang, ada apa sama wajahmu hmm? Apa kau demam lagi?” tanya Riko menangkup wajah Ara.


Bisa Riko rasanya tangannya yang terasa hangat karna suhu badan Ara. Dan hal itu cukup membuat Riko panik.


“Tenanglah kak ini hanya sedikit demam” ucap Ara menenangkan.


“Benarkah? Apa kamu merasa sangat pusing? Atau lemas? Kamu istirahat saja di kamar biar nanti sarapannya aku antar ke kamar ya” ucap Riko di balas gelengan oleh Ara.


Riko mengacak rambut kekasihnya gemas, lalu merangkul tubuh mungil Ara tak lupa mencubit kedua pipi Ara gemas.


“Ih sakit kak” rengek Ara.


“Ok kita sarapan bareng yang lain setelah itu kamu minum obat trus istirahat lagi ya Ra” ucap Riko membawa Ara ke ruang makan di mana sudah ada Alex, Tony, Letha dan juga Arumi.


“Pagi dek” sapa Alex bangkit mengecup kening Ara.


”Pagi kak” balas Ara tersenyum.


“Maafin kakak semalam ya, udah bentak kamu” ucap Alex sambil mengusap lembut pipi Ara.


“Ara paham kog kak, kakak gak ada maksud” jawab Ara tenang.


‘Kak Alex, Ara takut’ batin Ara mengingat pesan tadi.


“Kamu kog sedikit pucat Ra?” tanya Arumi mengalihkan fokus Alex pada wajah adiknya.


“Iya bener, badan kamu juga anget. Kamu sakit dek?” cemas Alex.


“Ih Ara gak apa-apa, Ara tuh laper tauuuu” rengek Ara langsung duduk di kursi yang biasa ia tempati dan membalikkan piring untuk mengambil nasi dan sayur serta lauk lainnya.


“Itu laper apa doyan bu” goda Letha.


“Apa aja. Selamat makan” ucap Ara membuat mereka terkekeh.


Ara menatap mereka satu-satu, semoga besok dengan bertemu papa Felix senyum ini masih bisa ku rasakan, pikir Ara.


Halo gais maap nih dikit dulu ya sambung besok lagi yah😊


Selamat malam dan mimpi indah buat kalian semua. Jangan lupa like, komen dan vot yang banyak🔥🔥🔥🔥


Salam hangat author❣️