My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 101



Di dalam kamar Ara baru saja selesai dengan ritual mandinya dan berganti dengan baju rumahan yang sangat nyaman. Selesai menguncir rambut, Ara beranjak keluar dan menemukan Riko yang berdiri bersandar pada tembok samping pintu kamarnya.


“Kak Fano dari tadi di sini? Kenapa enggak turun dulu aja?” tanya Ara.


“Aku gak mau bidadari ku di culik makanya aku stand by di sini jagain pintu” gombal Riko sambil mengedip kan matanya.


Ara yang mendengar gombalan pria di depannya saat ini hanya tertawa kecil lalu mengajak Riko turun bersama.


Diruang tamu semua sudah berkumpul sambil berbincang. Letha yang pertama kali menyadari Ara menuruni tangga pun berteriak sampai berlari memeluk Ara yang baru saja menuruni tangga terakhir.


“Araa” peluk Letha manja.


Ara sendiri hanya terkekeh dengan tingkah sabahatnya itu.


“Kamu gak apa-apa kan? Kamu jangan takut Ra, tenang aja di sini masih ada kak Alex, kak Tony, pak Fino, pak Riko, kak Arumi, kak Lisha dan Aku yang bakal jagain kamu. Belum lagi bi Asih, pelayan dan satpam segudang milik kak Alex, trus bodyguard yang jago banget. Trus siapa lagi ya? Pokoknya banyak deh. Kalo perlu minta sama kak Alex buat ngasih polisi sama tentara Ra yang angkatan darat, laut sama udara sekalian. Eh tapi kita jauh dari laut jadi yang angkatan darat sama udara aja Ra buat jagain kamu. Jadi kamu tenang aja kalo ada yang jahat sama kamu bakal habis mereka ya walaupun bukan di tangan ku. Tapi di tangan kedua kakak dan kekasihmu itu” heboh Letha membuat semua orang tercengang mendengarnya berbeda dengan Alex yang menahan tawa sedari Letha bicara.


“haduh capek haus lagi. Bentar ya Ra aku minum dulu” tambah Letha berjalan duduk ke tempatnya tadi dan minum jus jeruk yang sudah tersedia.


Ara yang tersadar dari tingkah bar-bar sahabatnya itu hanya menggeleng kepala dan duduk diapit oleh Alex dan Riko.


“Apa istriku tertular virus bar-bar darinya?” ucap Fino polos.


“Bisa jadi” jawab Riko.


Tawa Alex pun tidak bisa di tahan lagi saat mendengar pertanyaan polos Fino. Semua mata menatap Alex yang masih tertawa.


Sampai Alex menyadari lalu berdehem sambil menyisir rambutnya ke atas.


“Ehem bagaimana keadaanmu saat ini? Apa terasa pusing?” ucap Alex pada Ara mengalihkan keadaan dan benar saja semua menatap ke arah Ara.


“Aku baik-baik saja. Maaf membuat kalian cemas” ucap Ara menunduk.


“Tidak usah meminta maaf sayang. Wajar bila semua kakakmu cemas dan khawatir, yang terpenting sekarang kamu baik-baik saja dan lupakan yang terjadi tadi ya” ucap Lisha.


“Benar biar ini jadi urusan kakak. Kamu enggak usah takut dan mikiran yang tadi ya” sambung Alex memeluk dan mengecup kening Ara.


“Kondisikan wajahmu Rik” ledek Fino saat melihat wajah sahabatnya yang tengah cemburu.


“Kenapa? Wajahku biasa saja” elak Riko memalingkan wajahnya membuat semua tertawa.


“Adikku yang cantik kenapa sih kamu milih yang kayak gitu? Gimana kalo kamu besok ikut kakak. Biar kakak kenalin sama cowok yang lebih dari pria di sampingmu” ucap Alex mengerlingkan mata pada Ara seakan memberi kode.


“Bolehkah begitu? Kalau boleh kenapa tidak. Kakak bantu carikan untukku ya” jawab Ara dengan wajah polos yang dibuat-buat.


Riko langsung menatap Ara tidak percaya dengan ucapan gadis kecilnya itu.


“Siap malaikat kecilku” ucap Alex mengacak rambut Ara.


Riko yang tidak suka mendengar ucapan Ara langsung memeluk erat dari belakang.


“Ara milikku” ketus Riko layaknya anak kecil.


Sedangkan yang lain hanya menahan tawa melihat Riko yang sedang di kerjai. Dasar Riko bucin sampai nggak sadar.


“Aku setuju nanti aku bantu cari cowok keren, kece, mapan, tampan pokoknya sempurna deh” sahut Lisha semangat di balas anggukkan yang lain.


“Tenang saja Letha dan kak Arumi juga bantu cariin Ara cowok terbaik. Iya kan kak?” ucap Letha ikut mengerjai Rikoz


“Tentu” jawab Arumi.


Hati Riko semakin meradang mendengar ucapan mereka yang ingin mencarikan pria untuk Ara.


“Aku sudah bilang ARA MILIKKU” teriak Riko kesal membuat semua orang tertawa lepas termasuk Ara.


“Dasar bucin makanya bodoh” cibir Alex.


“Sudah-sudah jangan lanjutkan. Aku sudah lapar” rengek bumil ditengah tawa yang menggelegar.


“Ya ampun kakak lapar? Yaudah ayo kita makan. Kasian kak Lisha dan babynya kelaparan” ucap Ara masih dalam pelukan Riko.


“Hei lepaskan pelukkanmu adikku mau makan” ketus Alex menolong Ara agar terlepas dari pelukkan Riko.


“Lepaskan lah kak kasian kak Lisha. Lagian yang tadi hanya bercanda” ucap Ara lembut.


Akhirnya Riko pun luluh dan melepas pelukkannya berganti menggenggam tangan Ara. Mereka pun berjalan ke ruang makan dengan pasangan masing-masing. Tapi tidak dengan Alex dan Letha yang berjalan di belakang ketiga pasangan itu.


“Kak Alex jomblo ya gak ada pasangannya” ledek Letha.


“Sama kamu saja, gak usah cari yang jauh kalo yang deket aja ada” ucap Alex merangkul bahu Letha.


Letha tertegun dengan ucapan Alex yang membuat jantungnya berdebar dan jangan lupakan wajahnya yang merah merona.


“Kak Alex apaan sih” ketus Letha padahal dalam hati ia sedang berbunga-bunga.


Alex tersenyum tipis melihat pipi Letha yang merona. Tanpa Letha tau detak jantung Alex pun merasakan hal yang sama.


‘Apakah benar aku sudah jatuh cinta padamu Tha? Tapi tidak bisa ku pungkiri rasa nyaman di sampingmu dan hanya denganmu aku merasakan debaran jantung ini. Aku harap kamu juga merasakan hal yang sama Tha, agar ketakutanku hilang. Ketakutan saat kamu hanya menganggapku sebagai seorang kakak bukan pria yang memcintaimu. Aku harus bagaimana Tha’ batin Alex mengacak rambut Letha dalam rangkulannya.


“Ish kak Alex berantakan” sungut Letha.


“Udah jangan manyun yuk makan” ucap Alex.


Meja makan kali ini terisi penuh dengan berbagai hidangan di atasnya membuat si bumil tidak sabar segera menikmatinya. Ara yang melihat Lisha yang sudah tidak sabar pun meminta Alex segera memimpin doa sebelum makan.


“Ara sayang boleh tidak kakak minta sesuatu?” tanya Lisha setelah berdoa bersama.


“Boleh dong kak” jawab Ara yang baru saja menuangkan nasi di piringnya.


“Kakak mau kamu yang ambilin nasi sama lauk buat kakak. Kakak pengen banget di layani sama kamu dek. Cuma ambilin nasi sama lauk kog” ucap Lisha memelas membuat Ara tersenyum lalu bangkit mendekati Lisha.


“Kalau gitu kakak sama baby mau makan sama apa?” tanya Ara sambil mengusap perut buncit Lisha.


“Makasih aunty” ucap Lisha menirukan suara anak kecil.


Ara tersenyum menuangkan nasi diatas piring Lisha lalu mengambil beberapa lauk yang diinginkan Lisha. Piring Lisha kini penuh dengan nasi dan lauk. Semua menatap piring Lisha yang sudah menjulang tinggi.


“Orang hamil tuh ngeri ya kak” bisik Letha pada Arumi.


“Ssssttt gak boleh bilang gitu dek” jawab Arumi membuat Letha seakan mengunci mulutnya.


“Sayang kamu habis sebanyak itu?” tanya Fino yang tak yakin.


“Tentu. Makasih ya dek. Selamat makan semua”ucap Lisha enteng.


Semua kembali menikmati makan malam sambil sesekali melirik bumil yang asik dengan makanannya.


‘Astaga mengerikan si bumil ini’ batin mereka melirik Lisha.


Selamat malam kesayangan ku🥰


Si bumil mengerikan nih katanya😁


Next yuk👉🏻


Jangan lupa like, komen dan vote🔥🔥🔥🔥👍🏻