
Ara mengernyit melihat Alex yang bukannya menjawab malah tertawa. Ara semakin kesal karna Alex masih tertawa saja.
“Auk ah Ara mo pulang” kesal Ara membalikkan badan berjalan ke arah pintu.
“Yakin mau pulang? Ya udah sana” ucap Alex enteng.
“Ih kak Aleeexxx” rengek Ara sambil menghentakan kakinya berulang kali.
Tawa Alex pun terdengar melihat tingkah Ara yang merengek layaknya anak kecil.
“Baiklah gadis kecil, jelaskan kenapa kamu ijin” ucap Alex datar.
Seketika Ara menelan ludah melihat wajah datar Alex. Sejauh ini baru dengan Alex ia merasa takut, ya mungkin karna dia bosnya.
“Itu anu... apa itu... anu... a aku” gugup Ara.
Lagi-lagi Alex tidak bisa menahan tawanya yang membuat wajah Ara seketika datar.
“Kak Aleeeeexxxx” teriak Ara.
“Ehem... Baiklah, jadi?”
“Besok aku mau ijin karna ada janji dengan seseorang buat cari kado ulang tahun kakak iparku”
“Siapa?”
“Kak Lisha”
“Bukan itu, besok kamu pergi sama siapa?”
“Pak Riko guru aku, adik sepupunya kakak ipar”
Sesaat Alex diam menatap Ara datar, ada rasa kesal mendengar jika besok Ara akan pergi dengan pria yang sudah mengerjainnya waktu itu.
Sedangkan Ara sendiri menatap wajah Alex yang tiba tiba berubah datar. Ia berpikir apakah ada yang salah dengan ucapannya barusan.
“Kak Alex” panggil Ara membuyarkan lamunan Alex.
“Hmmm” gumam Alex berjalan ke arah sofa dan duduk disana.
“Apa boleh?” tanya Ara penuh harapan.
“Sepertinya kamu menantikan hari esok cepat datang” ucap Alex.
“Iya... Tidak... ma maksudku tidak” ucap Ara gugup.
‘Kenapa aku malah bilang iya siiihhh ihhh Ara kamu kenapa sih?!’ batin Ara kesal.
“Kamu menyukainya ka-“
“Karna dia guru idaman para siswi bukan? Aku dengar dia sangat menyenangkan dalam mengajar” ucap Alex melanjutkan ucapannya yang terpotong tadi.
“Hah” Ara melongo mendengar ucapan Alex barusan.
“Saya tidak tanya kalian pacaran atau tidak, kencan atau tidak. Tapi mendengar jawaban kamu tadii...” Alex sengaja menjeda kalimatnya.
“Ta tadi a apaaa?” sahut Ara gugup.
“Sepertinya kamu menyukai gurumu itu dalam artian lain” selidik Alex menambah kegugupan Ara saat ini.
“Ma mana ada haahahaha” tawa Ara terkesan dipaksa.
“Dia hanya guru yang menyebalkan ya menyebalkan” tambah Ara.
“Hmm baiklah terlepas dari kau menyukainya atau tidak, besok kamu bisa libur. Tapiiii...”
Ara yang sudah merasa lega karna diijinkan pun dibuat penasaran karna Alex suka menggantung ucapannya.
“Tapi apa sih kak Alex ih” kesal Ara.
“Tapi ada syaratnya” jawab Alex.
“Syarat? Kenapa harus ada syaratnya? Tau gitu gak usah bolehin Ara ijin aja ngapa” gerutu Ara.
“Syaratnya simple kog Ra, kamu cukup hati-hati” ucap Alex tersenyum manis sambil mengusap surai hitam Ara.
Ara tersenyum atas perlakuan Alex yang perhatian dan baik padanya.
“Pasti” jawab Ara.
“Sekarang kita pulang kakak yang antar”
“Sekarang? Ini bahkan masih jam setengah 8 malam kak”
“Enggak apa apa, lagian cafe gak rame banget jadi turun dan berkemaslah setelah ini kakak susul”
“Kak Alex serius?”
“Duarius malahan, ayo cepat Letha sudah pulang dari tadi bahkan dia meninggalkanmu”
“Apa! Dasar Letha sialan! Beraninya dia meninggalkan ku pulang lebih duluuuu” kesal Ara berbalik keluar meninggalkan Alex yang tertawa lepas.
“Memang bocah” ucap Alex di sela tawanya.
Hai hai gais selamat malam. Maaf banget nih author telat terus updatenya. Semoga kalian senantiasa menunggu update annya ya. Terimakasih.
Ok gais bentar lagi mo menuju ending nih, jangan lupa like, komen dan vote ya🔥🔥🔥🔥🔥