My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 9



Siang ini sepulang dari mengajar Riko berencana makan siang dirumah sahabatnya. Ia melajukan motor sportnya memasuki kawasan perumahan elite. Sesampainya dihalaman rumah yang luas, ia memarkirkan motor sport di dalam garasi.


Ia tersenyum melangkah menuju pintu utama. Ia menekan bel rumah, tak butuh waktu lama seorang wanita paruh baya membukakan pintu.


“Siang bi Asih” sapa Riko


“Siang den, silakan masuk” ucap bi Asih mempersilakan.


Riko yang sudah sering ke rumah Fino jadi ia sudah paham setiap sudut ruang dirumah megah ini. Ia menuju ruang makan karna ia sudah mencium wangi masakan Lisha, kakak sepupunya.


Disana ia melihat Lisha dan Ara sibuk menata makanan yang akan dihidangkan. Ia tersenyum menatap Ara yang sudah mulai membuka diri untuk membaur dengan orang lain.


Dari belakang ia merasakan tepukan di bahu dan ternyata itu Fino sahabatnya sekaligus kakak dari gadis yang ia cintai.


“Ngapain ngliatin Ara kayak gitu? Suka?” goda Fino.


“Apaan sih Fin serek banget” kesal Riko.


“Yaelah aku bakal restuin kok tenang aja” kata Fino sambil mengedipkan sebelah matanya.


“Brisik” kesal Riko.


Lisha menoleh saat menyadari kehadiran dua lelaki yang tak jauh dari meja makan, begitupun Ara.


“Kenapa dia kesini?” lirih Ara namun masih terdengar ditelinga Lisha.


“Dia merindukanmu makanya ia kemari” kata Lisha.


Ara pura pura tidak mendengar ucapan kakak iparnya itu. Ia masih sibuk menata piring dan gelas diatas meja.


“Mas makan siangnya sudah siap. Ayo buruan kita makan, sepertinya tamu kita sangat lapar lihat lah air liurnya kemana mana” ajak Lisha sambil terkekeh seolah yang ia ucapkan tadi sangatlah lucu.


Mereka berempat kini duduk menyantap makanan yang tersaji dengan tenang. Fino duduk disamping istrinya begitu juga Riko dan Ara yang duduk didepannya.


Terlihat Ara sibuk memilih buncis untuk ia sisihkan. Ara sangat telaten sambil terus mengunyah ayam krispi yang sudah ia colek dengan sambel tomat.


“Sampai kapan kamu gak mau makan buncis dan kacang panjang hmm” kata Riko mengambil buncis yang sudah terkumpul dan memakannya.


Ara tertegun mendengar ucapan pria disampingnya. Selama ini hanya keluarganya yang tau makanan yang ia suka maupun tidak suka. Ara menoleh menatap Riko lekat.


“Jadi orang jangan sok tau. Sudah makan minta pada kakakku. Dasar memang kau tidak punya uang sampai makan saja harus dirumah kakakku” ketus Ara.


“Asal kau tau kakak iparmu itu kakak sepupuku. Jadi tidak ada salahnya aku makan disini dirumah kakak sepupuku” balas Riko tersenyum miring.


Ara hanya mendengus tanpa membalas ucapan Riko. Sedangkan Fino dan Lisha menggelengkan kepala melihat tingkah mereka yang sangat kekanakan.


‘Dasar menyebalkan’ batin Ara.


Tiinngg


Sebuah pesan masuk dari ponsel Ara. Ia meraih ponsel di samping piringnya dan membaca pesan dari no yang sama seperti kemarin kemarin.


^^^Selamat siang malakat kecilku.^^^


^^^Bagaimana keadaanmu? Apa sudah lebih baik? Lekas sembuh malaikat kecilku.^^^


^^^Slalu jaga kesehatanmu malaikat kecilku❣️😊^^^


Ara tersenyum tipis sangat tipis.


‘Siapa sih dia ini? Selalu saja mengirim pesan padaku. Tapi kenapa aku mulai terbiasa dengan pesan misterius ini. Ah lupakan saja’ batin Ara menaruh ponsel dan melanjutkan makan siangnya tang tertunda.


Riko dibuat penasaran dengan pesan yang Ara dapat. Karna ia sempat melihat senyum tipis Ara tadi. Dan itu sedikit membuat ia merasa tak nyaman atau lebih tepatnya cemburu juga takut kalau gadis yang ia cintai selama ini akan menyukai orang lain.


‘Tidak. Tidak akan ku biarkan pria lain mendekati gadis kecilku. Tidak akan aku biarkan. Walau saat ini ia lupa ingatan akan ku buat ia mengingatku kembali. Aku yakin itu’ batin Riko.


.


.


.


.


Segini dulu ya gais😊Jangan lupa vote, like dan komen ya👐🏻