My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 47



Riko tersenyum mendengar ucapan Ara dan memilih duduk di samping Ara yang masih menunduk. Meletakkan segelas susu coklat yang ia buat tadi di atas meja.


“Sama-sama” ucapnya sambil mengusap kepala Ara lembut.


“Sekarang minum susunya. Apa kepalamu masih pusing?” tanya Riko sambil memindahkan segelas susu coklat ditangannya ke tangan Ara.


Ara mengangguk menjawab pertanyaan Riko. Jujur saja memang kepalanya terasa pusing.


Riko pun beranjak ke arah dapur, Ara menatapnya penuh tanya.


“Sedang apa dia?” batin Ara.


Tak berselang lama Riko kembali dengan nampan ditangannya. Ada semangkuk bubur dan segelas air putih.


Riko meletakkan nampan di atas meja lalu mengambil mangkuk berisi bubur berniat menyuapi Ara.


“Sekarang kamu makan dulu. Tadi aku belikan bubur ayam di depan. Biarku suapi” ucap Riko mulai menyendokkan bubur itu.


“Ka kak Riko gak usah suapi Ara, biar Ara makan sendiri” gugup Ara.


“Tidak ada penolakan. Ayo aaa” ucap Riko.


Ara mengerucutkan bibirnya kesal dengan lelaki didepannya itu. Sedangkan Riko masih kekeh ingin menyuapinya.


Ara pun memilih mengalah dan membiarkan Riko menyuapinya.


“Hari ini kamu gak usah sekolah dulu ya Ra. Kamu istirahat aja dulu. Oiya mungkin satu jam lagi bakal ada orang suruhan aku buat bersihin kamar kamu jadi kamu tiduran di sofa dulu gak apa-apa kan?”


“Enggak apa-apa kak. Maaf Ara ngrepotin kak Riko”


“Kamu enggak ngrepotin kog Ra”


Riko mengusap surai hitam Ara yang kusut belum disisir. Lalu lanjut menyuapi Ara.


Dikediaman Fino.


Pagi ini Lisha sedang disibukkan menata beberapa menu sarapan pagi ini. Tak berselang lama Fino memasuki ruang makan.


Lisha yang melihat Fino sudah duduk dikursinya segera menyiapkan sarapan untuk suaminya.


Hening.


Sedari semalam Lisha mendiamkan suaminya sampai sekarang. Ia sangat kesal dengan suaminya karna kejadian semalam.


“Sayang” panggil Fino.


Ia sudah tidak tahan di diami sang istri. Fino akui jika ia salah berulang kali ia sudah meminta maaf pada sang istri tapi hasil masih nihil. Lisha masih saja mendiaminya.


“Sayang maafin mas ya” ucap Fino sekali lagi.


“Kalo makan jangan sambil bicara mas” ketus Lisha.


Fino menghela nafas berat lali melanjutkan sarapan paginya dengan suasana hening.


Selesai sarapan Lisha segera membereskan piring kotor dan beberapa peralatan dapur yang ia gunakan tadi.


Fino masih terdiam di meja makan. Pikirannya berputar pada kejadian semalam. Ia sadar akan kesalahannya, tidak seharusnya ia berkata sekasar itu pada Ara.


Lisha yang sudah selesai membereskan dapur melewati meja makan begitu saja tanpa menanyakam kenapa suaminya masih disana.


Fino pun langsung menahan lengan istrinya.


“Sayang maafin mas. Mas tau semalam sudah keterlaluan pada Ara. Maaf mas buat kamu kecewa” sesal Fino.


“Jangan diamkan mas seperti ini sayang” ucap Fino lagi.


“Jangan minta maaf ke Lisha. Mas harusnya minta maaf ke Ara” ucap Lisha ketus.


“Sepulang dari kantor mas akan langsung ke apartement Ara. Jadi jangan diamin mas lagi ya sayang” ucap Fino memohon.


Lisha menghela nafas lalu memeluk sang suami. Ia juga merasa bersalah sudah mendiami Fino. Fino pun membalas pelukan istrinya.


“Jangan seperti semalam lagi ya mas. Kasian Ara, kalau pun ada masalah atau beda pendapat kan bisa dibicarakan baik-baik tanpa melukai perasaan yang lain” nasehat Lisha pada suaminya.


“Iya sayang. Makasih ya” ucap Fino mengecup kening sang istri.


Mereka berpelukan mesra sebelum Fini memutuskan untuk berangkat ke kantor.


Next👉🏻


Selamat malam gais🌝


Jangan lupa like, komen dan vote ya🔥🔥🔥


Makasih ya atas dukungannya. Rencananya mau aku percepat beberapa bulan nih gais😊