My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 40



Sekali lagi Riko menghela nafas berat lalu menatap Ara sejenak. ia beranikan diri menggenggam kedua tangan Ara, menatap lekat mata Ara dengan tatapan teduhnya.


“Kalau memang itu pilihan kamu. Saya cuma bisa mendukung kamu. Kalau kamu butuh bantuan jangan lupa bilang saja sama saya. Kamu mengerti?” tanya Riko dibalas anggukan kepala oleh Ara.


“kamu istimewa bagi saya Ra dan kamu harus tau itu terlepas dari status kita sekarang” ucap Riko tersenyum manis sambil mengacak rambut Ara lalu beranjak pergi.


Membiarkan Ara dengan ribuan pertanyaan dan kekepoannya.


.


.


.


Sedari tadi Ara terlihat melamun seperti saat ini, ia hanya mengaduk makanannya. Letha yang sedari tadi memperhatikannya segera memukul bahu Ara.


“Aaaa...” teriak Ara kaget.


“Dimakan Ara sayang jangan ngelamun aja. Ada masalah?” tanya Letha.


Saat ini mereka sedang istirahat kerja, tadi Leo menyuruh karyawannya untuk bergantian istirahat dengan waktu kurang lebih 30 menit. Dan mbak Ayu menyuruh Ara dan Letha untuk istirahat terlebih dahulu baru dirinya dan yang lain.


“Tidak ada apa-apa. Sudah cepetan kita makannya biar cepet gantian sama yang lain” suruh Ara.


“Memang piringnya juga harus ku makan Ra?” tanya Letha polos.


Ara yang mendengar ucapan Letha pun menatap piring kosong milik Letha. Ia meringis kecil merutuku kebodohannya lagi.


Tanpa menjawab Ara melahap makanannya dengan tergesa. Sejujurnya ia masih teringat tentang perkataan Riko siang tadi.


“kamu istimewa bagi saya Ra dan kamu harus tau itu terlepas dari status kita sekarang”


Ara menggeleng kepala saat mendengar ucapan Riko yang terus berulang kali berputar diotaknya.


‘Istimewa maksudnya apa coba? Dasar orang aneh, seharusnya kan tadi dia menjelaskan apa maksudnya bukan malah pergi setelahnya. Ck ck menyebalkan’ gerutu Ara dalam hati.


“Tha besok aku mau ijin gak masuk kerja kira-kira boleh nggk ya?” ucap Ara ragu.


“Emang ada apa Ra?” sifat kepo Letha kambuh.


“Aku ada janji sama pak Riko bu-“


“What?! Pak Riko?! Ma maksud kamu pak Laurensius Riko Zafano Ra!! pak Riko yang ganteng itu kan?! Ya ampun, apa kalian mau kencan besok?! Astagaaa kamu besok harus dandan yang cantik, tenang nanti aku yang bilang sama pak Alex kamu ada perlu lain. Uuhh Ara kuu kamu akhirnya punya pacar!!” heboh Letha kegirangan.


“Thaaaaa bisa gak biasa aja” kesal Ara.


“Okay okay maap” lirih Letha sambil memperlihatkan deretan gigi putihnya.


“Trus gimana aku ijinnya” ucap Ara.


“Kamu tinggal bilang sama pak Alex, tenang saja pasti diijinkan kog “ jelas Letha.


“Memang semudah itu ijin kerja?” tanya Ara polos.


“Iyaa Ara ku sayang. Nanti sore kata mbak Ayu pak Alex ke sini jadi kamu temuin aja orangnya. Kamu tinggal jelasin kamu besok mau ijin karna keperluan kamu itu. Gitu aja” jelas Letha.


“Eh btw nih ya Ra, emang mo kemana sih sama pak Riko?” tanya Letha.


“Lusa ulang tahun kak Lisha. Makanya pak Riko ngajakin cari kado besok” jawab Ara.


“Oooooo” ucap Letha membulatkan mulutnya.


“Udah yuk balik kerja biar yang lain juga bisa istirahat” ajak Ara setelah menghabiskan makanannya.


Mereka pun segera beranjak dari duduk memulai kerja kembali.


.


.


.


Sore harinya, Ara sedang berdiri di depan pintu ruang kerja Alex.


Tok tok tok


“Masuk”


Mendengar perintah Alex yang mengijinkannya masuk, Ara segera membuka pintu dan perlahan mendekati Alex yang terlihat sibuk dengan berkas ditangannya.


“Kak Alex” panggil Ara lirih takut mengganggu.


“Iya, ada apa Ra?” tanya Alex tanpa mengalihkan pandangannya.


“Kak Alex itu... anu... Ara...” gugup Ara.


Alex mendengar kegugupan Ara pun mendongakkan wajahnya guna menatap Ara diseberang sana.


“Ada apa Ra? Kamu butuh sesuatu?” senyum Alex sedikit menenangkan Ara.


“Kak besok Ara... Ara ijin kerja boleh?” ucap Ara lirih untung masih terdengar di telinga Alex.


Sejenak Alex tertawa melihat tingkah polos menggemaskan Ara.


‘Astagaa kenapa aku punya adik sepolos dia’ gumam Alex dalam hati masih dengan tawa kecilnya.


Ara mengernyit melihat Alex yang bukannya menjawab malah tertawa. Ara semakin kesal karna Alex masih tertawa saja.


“Auk ah Ara mo pulang” kesal Ara membalikkan badan berjalan ke arah pintu.


Siang gais, siang- siang panas pula enaknya makan yang dingin2 nih🍧🍨🍦


Slalu jaga kesehatan ya man teman.


Jangan lupa like, komen dan vote🔥🔥🔥🔥