My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 62



Selesai dengan kegiatan dapurnya Riko kembali ke ruang tamu dengan nampan berisi dua mangkuk mie kuah dan dua gelas air putih. Ia melihat Ara yang masih serius mengerjakan tugasnnya.


“Sudah selesai Ra?” tanyanya saat didekat meja.


“Oh astaga kak Riko bisa gak sih bikin suara langkah kaki dulu gitu biar kedengeran, ngagetin tau” omel Ara sambil membereskan buku di atas meja dan menaruhnya di bawah.


“Kamu nya aja yang terlalu fokus Ara” ucap Riko menaruh nampan di atas meja.


Riko memilih duduk berseberangan dengan Ara. Ia menaruh semangkuk mie kiah didepan Ara dan dirinya.


“Sebelum makan jangan lupa doa Ara” ucap Riko datar saat Ara langsung menyendok mie di hadapannya.


“Hehehehe maaf kak lupa” ucap Ara tertawa kecil.


Ara langsung berdoa sebelum makan, setelah selesai doa ia langsung menyantap mie nya.


“Huh huh huh panas” panik Ara saat merasa lidahnya terbakar.


Riko berdiri ke samping Ara, meraih gelas dan memberikannya pada Ara. Berharap mengurangi rasa sakit di lidahnya.


“Pelan-pelan” cemas Riko.


“Kamu gimana sih Ra kan mie nya baru mateng pasti masih panas, kenapa gak ditiup dulu sih masih aja ceroboh deh kayak dulu” sambung Riko masih cemas.


Ara mengernyit mendengar ucapan Riko barusan. Setelah menaruh gelasnya ia menatap Riko penuh tanya. Riko yang ditatap seperti itu hanya terdiam saat mengingat apa yang baru ia ucapkan.


“Maksud kak Riko apa ya? Kenapa kak Riko seakan kenal dekat sama aku? Kayak tau masa kecil aku gitu. Waktu dirumah kak fino dulu ju-“


“Kakak tau dari Fino” potong Riko mencoba tenang dan kembali ketempatnya.


‘Aku memang tau semua tentang masa kecil kamu Ra, tentang masa kecil kita. Sebelum akhirnya aku pergi dan kamu melupakanku karna kecelakaan itu. Aku ingin egois Ra, tapi aku gak mau karna keegoisanku kamu kenapa-napa. Jadi aku akan tetap bersabar akan rencana Tuhan bagaimana menyatukan kita. Karna aku yakin pertemuan kita bukan hanya sekedar temu tapi juga menyatukan kita. Aku percaya itu Ra’ batin Riko mencoba tenang dan tegar.


“Udah ayo cepet habisin keburu dingin. Kalo udah selesai istirahat dulu. Baru nanti lanjut lagi tugasnya. Obat dari dokter Hans sudah di habiskan Ra?” tanya Riko sambil menyantap kembali mie nya.


“Udah habis kog kak, tinggal vitaminnya aja yang masih dan harus diminum setiap pagi hari” ucap Ara.


Riko mengangguk kepala mendengar penjelasan Ara.


Mereka lanjut menyantap mie masing-masing dengan lahap. Walau sesekali Ara dengan berani mengambil potongan baso milik Riko. Karna potongan baso miliknya yang sudah habis lebih dulu.


Riko pun hanya diam melihat tingkah Ara yang mengganggu makannya. Ia jadi ingat dulu sewaktu mereka kecil, Ara akan memakan apapun yang Riko makan dengan alasan ‘kalo dimakan kak Fano pasti enak’


Riko tanpa sadar tertawa kecil mengingat suara lucu Ara saat kecil.


“Kak Riko enggak kerasukan kan?” ucap Ara memastikan saat melihat Riko tertawa tanpa sebab.


“Ck kamu ini menyebalkan. Siapa juga yang kerasukan. Yang ada kamu tuh yang kerasukan habisin jatah baso orang” sindir Riko dibalas cengiran oleh Ara.


“Kakak kan sudah besar jadi ngalah sama Ara yang kecil” ucap Ara enteng.


“Ah iya kamu kan memang masih kecil. Bahkan sofa ini lebih besar dari pada kamu” ledek Riko dibalas dengusan kesal dari Ara.


Setelah menyelesaikan makan dan membersihkan mangkuk kotor, mereka memutuskan duduk santai di ruang tamu ditemani suara tetesan air hujan.


Langit semakin gelap tapi hujan tak kunjung reda juga.


Next👉🏻


Jangan lupa like, komen dan vote🔥🔥🔥🔥