My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 57



Bel istirahat sudah berbunyi sejak 5 menit yang lalu, dan Ara masih di dalam kelas bersama Letha. Mereka baru saja menyelesaikan tugas biologi yang diberikan bu Vina tadi.


“Akhirnya selesai juga, capek banget tau. Lagian pak Fino sama bu Vina lagi janjian apa gimana sih. Baru aja selesain tugas dari pak Fino, eh ketambah dari bu Vina kan capek tau” keluh Letha sambil merenggangkan ototnya yang terasa kaku.


Ara hanya menggelengkan kepala mendengar keluhan dari sahabatnya yang satu ini. Seingatnya dulu Letha tidak banyak mengeluh, sedikit berbeda dengan sekarang.


Mungkin karena mereka sudah berada di kelas akhir, yang pastinya akan ada banyak tugas yang harus mereka selesaikan.


Ara segera membereskan buku dan alat tulis miliknya kedalam tas ranselnya. Ia sudah merasa sangat lapar dan ingin secepatnya mengisi perut.


Ara melirik Letha yang masih saja mendumel tidak jelas hanya karna tugas tadi. Ara bangkit berdiri lalu melangkah pergi meninggalkan kelas sambil berkata pada Letha.


“Sudah jangan ngedumel nggak jelas Tha. Cepetan beresin itu buku sama alat tulis kamu Tha atau mau aku tinggal. Aku udah laper”


“Loh loh loh Ara tungguin ih kog malah ninggalin sih” ucap Letha lalu membereskan semua buku dan alat tulisnya secepat kilat ke dalam tasnya.


Letha pun segera berlari menyusul Ara yang ternyata sudah jauh dari kelas mereka.


“Araa tungguin” teriak Letha berlari.


Ara menghentikan langkahnya lalu berbalik melihat Letha yang berlari ke arahnya. Ara tersenyum jail pada Letha.


“Ayo kejar aku Tha, siapa yang kalah dia yang nraktir” teriak Ara berlari menuju kantin.


“Araaa berhenti nggak” teriak Letha kesal karna dikerjain olehnya.


“Enggak mau. Kalau kamu gak mau kalah ya lari kejar aku weeeekk” jawab Ara di akhiri dengan menjulutkan lidahnya mengejek Letha.


“Araaa awas kamu ya” teriak Letha memenuhi koridor sekolah sambil berlari menyusul Ara.


Koridor sekolah yang nampak ramai karena jam istirahat menjadi semakin ramai dengan kegaduhan yang di sebabkan suara teriakan dari Ara dan Letha.


Bisa dilihat bagaimana kesalnya Letha dan bahagianya Ara yang masih memimpin lari di depan. Ara nampak lari sambil tertawa lepas.


Ara sangat tau kalau Letha tidak suka berlari jadi akan sangat mudah untuk mengalahkannya. Ia juga sesekali berhenti hanya untuk mengejek Letha dan itu cukup membuatnya tertawa melihat wajah kesal sahabatnya.


Dari kejauhan seorang pria menahan tawa melihat tingkah gadis cantik yang berlarian di koridor sekolah bersama temannya.


‘Aku senang kamu kembali ceria seperti dulu, tetaplah tertawa seperti saat ini. Dan sekarang yang ku nantikan semakin dekat. Dimana kamu sebentar lagi pasti akan mengingatku Ra. Aku orang dari masa lalumu yang kembali untuk menjadi masa depanmu. Aku Laurensius Riko Zafano’ batin pria itu yang tak lain Riko.


Riko tersenyum lalu melanjutkan langkahnya. Tadinya ia ingin keruang guru tapi melihat Ara yang berlari ke arah kantin membuatnya menyusul gadis itu.


Riko hanya ingin memastikan kalau Ara memakan makanan yang sehat. Mengingat Ara yang suka makanan pedas, membuatnya sedikit susah melarang gadis itu untuk tidak makan makanan pedas.


.


.


.


Di kantin Ara baru saja duduk menunggu Letha yang berjalan lunglai ke arahnya.


Letha langsung mendudukan dirinya di kursi samping Ara. Ia terlihat masih mengatur nafasnya yang memburu.


“Hah Ara hah capek haus” ucap Letha menidurkan kepalanya diatas meja.


Ara terkekeh melihatnya, ia bangkit membeli sebotol air mineral dingin lalu ia berikan pada Letha.


Bukan meminumnya Letha malah menempelkan botol dingin itu diwajahnya, membuat Ara geleng kepala dengan tingkah absurd temannya satu itu.


Next👍🏻


Jangan lupa like, komen dan vote 🔥🔥🔥🔥