
Acara pesta ulang tahun malam ini dihadiri oleh keluarga dan kerabat terdekat saja. Sesuai keinginan Lisha, ia hanya ingin berkumpul dengan keluarganya juga dari suaminya.
Senyum Lisha semakin mengembang kala ia melihat kedatangan Ara bersama dengan Riko. Lisha berlari kecil memeluk sang adik ipar itu, tanpa mendengarkan peringatan dari Fino.
“Jangan lari-lari sayang” ucap Fino mengikuti Lisha.
Ara tersenyum membalas pelukan hangat Lisha.
“Akhirnya kamu datang dek, kakak dari tadi nungguin kamu tau” ucap Lisha dengan mata berbinar bahagia.
“Selamat ulang tahun ya kak. Ini buat kakak dari Ara. Dan selamat atas kehamilan pertama kakak” ucap Ara tersenyum tulus.
“Terima kasih adikku sayang. Kamu datang saja kakak sudah sangat bahagia. Dan bentar lagi kamu jadi tante, tante Ara”
Lisha tertawa kecil menggoda Ara dengan memanggilnya ‘tante’.
“Jangan tante dong kak” rajuk Ara manja tanpa menghiraukan Riko maupun Fino yang sedari tadi menatap tingkahnya dan Lisha.
“Tante Ara saja Ra” ucap Lisha terkekeh.
“Aunty Ara aja kak” rengek Ara lagi.
“Baiklah baiklah. Aunty Ara”
Ehem ehem
Terdengar deheman dari Fino dan Riko yang merasa terabaikan sedari tadi membuat Ara memutar bola mata malas. Lain dengan Lisha yang malah tertawa.
“Selamat ulang tahun kak ini untukmu” ucap Riko memberikan kadonya.
“Terima kasih Rik atas kadonya juga sudah membawa Ara ke acara kakak” senyum Lisha.
“Sesuai janjiku kak membawa gadis kecil ini” gemas Riko mengacak rambut Ara.
“Jangan menghancurkan rambutku” sungut Ara pada Riko.
“Sudah sudah jangan bertengkar” lerai Fino.
Ara sangat menikmati acara malam ini. Apa lagi papanya tidak bisa datang karna harus berangkat ke luar negri tadi siang. Kog Ara bisa tau? Siapa lagi kalo bukan Lisha yang memberitahukan. Jadi Ara bisa lebih santai menikmati acara malam ini.
Perlahan Riko berjalan menghampiri Ara yang duduk sendiri dengan sepiring cake kesukaannya yang dia dapat dari Fino tadi.
“Boleh saya duduk?” tanya Riko setelah dia duduk di samping Ara.
“Kau sudah duduk dan baru bertanya? Ck sungguh guru menyebalkan” ketus Ara.
Jauh di dalam hati, saat ini ia merasa gugup berada di samping Riko. Detak jantung nya seperti sedang lari marathon saja.
‘Ada apa dengan jantungku? Apa aku punya riwayat penyakit jantung? Oh tidak tidak. Sepertinya besok aku harus menyempatkan waktu untuk periksa dulu sebelum kerja’ batin Ara heboh.
“Kamu cantik malam ini Ra” kata Riko membuat pipi Ara merona.
”Wajah kamu kenapa merah Ra? Blash on kamu kebanyakan ya?” goda Riko terlihat sok polos.
“Ck apaan sih” dumel Ara beranjak pergi menghindari godaan Riko.
Riko sendiri dibuat tertawa melihat Ara yang sedang salah tingkah itu.
Ara sendiri bingung harus ngapain sekarang hingga Lisha memanggilnya untuk mendekat. Disana terdapat Lisha, Fino dan beberapa teman dekat Lisha yang sengaja diundang.
“Ada apa kak?” tanya Ara.
“Sini aja sama kakak, oiya kenalin ini teman kakak semasa sekolah dulu Ra” ucap Lisha.
Ara memperkenalkan diri sambil berjabat tangan dengan teman Lisha. Hingga salah satu dari mereka merasa mengenali Ara dan mulai bertanya.
“Bentar dulu wajah kamu kog kayak gak asing ya” ucap Mona teman Lisha.
Lisha dan Fino saling pandang mendengar ucapan Mona. Ara sendiri di buat bingung.
“Ah iya aku ingat kamu bukannya pelayan juga kasir di AA Cafe kan? Aku sering lihat kamu disana. Wah adik kamu mandiri banget ya Fin, Lis. Seneng deh punya adik yang mandiri. Gak kayak adik aku tuh sukanya kluyuran gak jelas terus bikin kesel tau nggk” tutur Mona.
Waduuhhh Ara dah ketahuan kerja ni. Terus ikuti kelanjutannya ya. Apa Fini akan marah?
Jangan lupa like, komen dan vote 🔥🔥🔥🔥