My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 33



“Kak Al, boleh aku turun?” tanya Ara mengikuti Alex dari belakang.


“Untuk apa?” tanya Alex balik.


Kruuukk kruuukk


Belum sempat Ara menjawab perutnya sudah berbunyi terlebih dahulu. Alex melotot menatap Ara yang menunduk.


“Kamu belum makan Ra? Apa makan siang tadi kamu belum makan?” tanya Alex.


“Tadinya pak Leo nyuruh makan siang dulu baru kerja kak, tapi masih kenyang kak trus sekarang laper” ucap Ara memelas.


“Astagaaa, lain kali jangan telat makan kamu paham?” ucap Alex memegang kedua bahu Ara.


“Ayo kita turun makan bareng sama yang lain” ajak Alex berjalan lebih dulu.


Ara hanya mengangguk mengikuti langkah Alex.


Sampai di bawah Alex memanggil seluruh karyawan untuk berkumpul didepan kasir. Alex menatap jam tangannya yang menunjuk pukul 20.15 malam dan pengunjung masih memenuhi meja cafe.


“Semua sudah berkumpul?” tanya Alex datar.


“Sudah pak” jawab mereka.


“Ok karna kalian sudah bekerja dengan baik saya mau traktir kalian semua sekarang dan untuk masalah cafe biar pelayan dari rumah saya yang ngurus. Jadi kalian mau makan dimana?” tanya Alex datar.


“Gimana kalo dirumah makan mang ujang aja pak bos?” usul salah satu karyawan pria yang langsung disetujui oleh karyawan lain kecuali Ara yang tidak mengerti apa apa.


Sedangkan Letha jangan di tanya dia sudah sering makan di rumah makan mang ujang saat ikut kakaknya ke cafe ini. Alex mengangguk tanda setuju.


“Baiklah kita kesana silakan ganti pakaian kalian dahulu” perintah Alex.


Itulah Alex terlahir dari keluarga konglomerat tidak membuatnya menjadi orang yang sombong dan merendahkan orang lain. Hanya saja sikap cuek dan dingin melingkupi kepribadiannya.


Akhirnya mereka pun memutuskan untuk berjalan kaki bersama menuju rumah makan mang ujang yang memang tidak jauh dari cafe milik Alex. Mereka bercanda tawa sepanjang jalan. Apa lagi dengan tingkah pecicilan Letha yang membuat mereka tertawa sekaligus malu.


Karna sepanjang jalan mereka menjadi pusat perhatian. Ara juga terlihat tertawa kecil dan hal kecil itu tidak terlewatkan oleh Alex sedikit pun yang berjalan di belakang bersama Tony dan Leo.


“Bukankah sangat indah” ucap Alex tersenyum tipis memandang Ara yang mulai membaur dengan beberapa karyawannya.


“Nona terlihat lebih menikmati hidupnya” sahut Tony.


“Aku suka saat dia membabi buta memukul seorang pencuri tadi. Sayang sekali tadi kau dikamar mandi Ton” kata Leo tanpa sadar.


Baginya kejadian tadi sangatlah berkesan untuk pertemuan pertama Alex dan Ara. Jarang-jarang ada orang yang berani apa lagi sampai memukuli bosnya yang satu itu, pikirnya.


Alex melirik tajam Leo yang berada disebelah kirinya.


Ehemm


Leo spontan menoleh melihat raut wajah Alex yang tidak bersahabat dengannya. Leo yang sadar akan kesalahannya hanya cengengesan tanpa dosa. Sedangkan Tony tertawa kecil mengejek nasib temannya itu.


“Ara ini cilok kamu tapi dah dingin. Tadi mbak lihat masih di atas meja makanya mbak bawain. Kasian nanti nangis kalo gak kamu makan” canda Ayu sambil memberikan kantong plastik berisi cilok.


“Ah iya mbak makasih ya. Gak apa apa dingin yang penting pedes buat temen jalan” kata Ara membuka bungkus cilok dan menusuknya dengan tusukan cilok lalu melahapnya.


“Mbak ayu mau?” tawar Ara.


“Mbak tadi sudah makan bareng sama yang lain jadi kamu makan aja” kata mbak Ayu.


Ara mengangguk melahap ciloknya. Sepanjang jalan ia melihat tingkah konyol teman kerjanya sambil menikmati cilok ditangannya. Ara menoleh kebelakang menatap Alex yang kebetulan menatapnya.


Alex melirik Tony dan Leo bergantian memberi isyarat agar mereka berjalan lebih dulu bergabung dengan karyawannya.


Ara menatap aneh Tony dan Leo, tapi ia tidak ingin ambil pusing. Ara menoleh ke samping dimana Alex kini berjalan berdampingan dengannya.


“Kak Al mau?” tawar Ara menyunduk somay ke depan wajah Alex.


Alex langsung melahap somay itu tanpa menjawab tawaran Ara. Alex mulai merasakan pedasnya somay yang baru saja ia makan.


“Pedes banget” ucap Alex sambil mengunyah somay dalam mulutnya.


“Yah kak Al kog makan somaynya si” kesal Ara mengerucutkan bibirnya.


“Lah kan tadi kamu nawarin saya” kata Alex bingung.


“Ya Ara emang nawarin tapi tuh enggak somaynya” ketus Ara.


“Ya udah besok beli lagi” ucap Alex terkesan enteng tanpa dosa.


‘Bukan salahku kan. Kan tadi Ara sendiri yang nawarin giliran dimakan ngambek aelah bocah’ batin Alex.


Ara hanya dapat mendengus kesal mendengar jawaban Alex yang menyebalkan baginya.


“Hei jangan ngambek nanti manisnya hilang” goda Alex.


“Besok beli lagi” tambah Alex sambil mengacak rambut Ara gemas.


“Iya” singkat Ara.


“Minta lagi dong aaaa” pinta Alex membuka mulut.


“Tapi gak boleh somaynya, kak Al tahu sama gorengnya aja” gumam Ara menyuapi tahu dan goreng pada Alex.


“Hmmm” gumam Alex masih mengunyah.


“Kamu suka pedes?” tanya Alex dibalas anggukkan oleh Ara.


Ara mengangguk sebagai jawaban.


“Lain kali kurangin makan makanan pedes. Gak baik buat kesehatan kamu. Ngerti?” tegas Alex.


Ara menatap Alex sejenak. Ara merasa hal berbeda pada diri Alex. Seperti saat di keramaian Alex akan terkesan cuek dan dingin, tapi ketika mereka sedang berdua seperti saat ini Alex sangat berbeda. Ia lebih lembut, perhatian dan penyayang.


Ara jadi merasa memiliki seorang kakak lagi. Kini tidak hanya Fino, tapi Alex juga lah kakaknya. Ya, walaupun Alex baik padanya karna ia mungkin mirip dengan adiknya, ia tidak merasa tersinggung sedikit pun. Ara tetap akan merasa senang.


“Kenapa melamun?”tanya Alex menyentil kening Ara.


Selamat malam gaiss...


Haduh sorry banget nih baru bisa up lagiii🔥🔥


Lagi sibuk banget nih.


Tetap ikuti kelanjutan critanya ya...


bentar lagi mo endingnya nihhh.


sad ending or happy ending?


Jangan lupa like, komen dan vote ya gaiss🔥🔥🔥


Thanks you❣️