
Setelah beberapa hari istirahat kini Ara sudah bisa melakukan aktivitasnya kembali. Pagi ini dia baru saja tiba di depan kelas.
“Araaaaa” teriak seseorang yang tak lain adalah Letha.
Letha berlari memeluk erat Ara, sudah beberapa hari ini ia tidak berjumpa untuk menjenguk pun ia belum sempat.
Karena ujian yang semakin dekat membuat ia disibukkan dengan segudang latihan soal yang diberikan guru mapel mereka.
“Letha kangen Ara, kangen banget, pakek banget kangennya” ucap Letha masih dengat memeluk erat Ara.
“Ya ampun Tha kamu boleh kangen sama aku. Tapi ini pelukan kamu bikin aku sesak” keluh Ara yang langsung dilepas oleh Letha.
“Hehe maaf ya Ra, aku terlalu kangen sih sama kamu. Oh iya pak Riko rawat kamu dengan baik kan”
Seketika Ara membungkam mulut Letha dengan telapak tangannya. Ia menatap sekitar dan untung hanya ada mereka berdua saat ini.
“Letha kalau ngomong jangan kencang-kencang nanti ada yang denger gimana? Bisa salah paham tau” bisik Ara lalu menarik telapak tangannya.
“Iyaa maaf Ra, aku lupa” ucap Letha tertawa kecil.
“Jadi gimana?” kepo Letha.
“Apanya sih Tha?” tanya Ara bingung.
“Pak Riko baikkan sama kamu selama sakit? Dia rawat kamu dengan kasih sayang dan cintanya kan Ra” ledek Letha berbisik.
Seketika pipi Ara memerah mendengar ucapan Letha. Memang beberapa hari ini Riko lah yang merawatnya. Bahkan Riko rela tidur di sofa ruang tamu. Hanya untuk menjaganya hingga sembuh.
“Aku akan pulang saat kamu benar-benar sudah sembuh, okay”
Itulah yang dikatakan Riko pada Ara. Riko juga tidak lupa slalu menyediakan makanan hasil masakannya sendiri untuk Ara. Ia tidak ingin Ara kembali sakit, karna salah makan.
Dan masih banyak lagi perhatian Riko untuk Ara, yang membuatnya tersenyum sendiri membayangkan kembali semua hal yang terjadi beberapa hari ini.
Letha memukul lengan Ara cukup keras saat melihat sahabatnya itu melamun sambil tersenyum sendiri.
“Kog aku jadi takut kamu kerasukan ya Ra ya” ucap Letha bergidik ngeri.
“Ih Letha sakit tau” rengek Ara mengusap lengannya.
“Kamu sih nakutin aku senyum-senyum sendiri. Ohh jangan-jangan kamu ba-“
Belum selesai Letha berucap Ara sudah membekap mulut Letha lalu membawanya memasuki kelas.
Pria itu berdiri didepan kelas mengedarkan pandangannya mencari seseorang.
“Selamat pagi semua” ucap pria itu.
“Pagi pak” jawab mereka tak terkecuali Ara.
“Azallea Amaira kamu sudah sembuh?” tanya pria itu.
“Ya” jawab Ara santai tanpa menatap pada orang yang bertanya.
“Baik kalau begitu kita mulai pelajarannya. Buka buku fisika kalian halaman 134. Seperti yang sudah saya terangkan kemarin. Sekarang coba kalian kerjakan. Untuk Ara kalau kamu belum punya catatan pinjam temanmu, baru kerjakan soalnya. Okay semua paham” ucap pria itu menjelaskan yang tak lain adalah Fino.
“Paham pak” jawab mereka.
Pagi ini Fino memang mengajar jam pertama di kelas Ara. Melihat anak didiknya yang memaruhi perintahnya membuat Fino tersenyum. Ia mulai mengelilingi kelas.
Fino juga akan membantu mereka yang belum paham. Sampai pada meja Ara, ia melihat Ara mulai mengerjakan soal dengan santai.
“Ara saya suruh kamu untuk mencatat beberapa materi saya kemarin se-“
“Saya sudah pinjam dan menyalin catatan Letha kemarin” ucap Ara mendahului.
Berbeda dengan Letha yang menoleh menatapnya penuh tanya.
“Kapan Ara pinjam kog aku gak inget? Ke apartementnya aja aku enggak deh” batin Letha.
Assalammualaikum🤗
Selamat pagi semua🥰
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H
Minal Aidin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir & Bathin ya🙏🙏🙏
Mohon maaf ya baru bisa up lagi🙏🏼
Tapi tenang, hari ini akan up beberapa part special edisi lebaran buat kalian semua. Jadi tetep stay di My Teacher is My Love❣️
Terimakasih❣️